Menu

Mode Gelap
Bupati Bintan Sambut Kunjungan Wamen BKKBN, Dorong Lansia Tetap Produktif dan Perkuat Pencegahan Stunting Pengguna Jalan Diminta Waspada, Kawanan Lebah Berkumpul di Pasar Pagi Letung PWI Karimun dan PT Timah Tbk Berkolaborasi Serahkan 1 Ekor Sapi Kurban Untuk Masjid Al Muhajirin di Perumahan Gladiola Mengenal Minyak Non Konvensional (MNK): Energi Masa Depan yang Tersembunyi di Perut Bumi Indonesia BMKG Prakirakan Hujan Ringan hingga Petir Guyur Sejumlah Wilayah Kepri pada Selasa 26 Mei 2026 Imigrasi Selatpanjang Perketat Pengawasan Orang Asing di Meranti, Jalur Tikus hingga Overstay Jadi Sorotan

Riau

Pagi Jumat Bersama Teriakan Abdul dan Auman Harimau

badge-check


					Harimau Sumatera dan Abdul yang sedang dirawat (foto:net) Perbesar

Harimau Sumatera dan Abdul yang sedang dirawat (foto:net)

RiauKepri.com, PEKANBARU- Syahdan. Pagi Jumat (1/8/2025), langit di atas hamparan tanaman akasia di Distrik Merawang, Kabupaten Pelalawan, tampak teduh. Abdul Susanto (40), pekerja borongan asal Lampung, bersama dua rekannya, Ridwan Firdaus dan Ujang, tengah menyemprot gulma di Petak 178 Kanal 9. Mereka bekerja di bawah naungan PT Theo Charles Ertilizer, perusahaan rekanan dari PT Arara Abadi.

Namun, ketenangan itu hanya sesaat. Seiring jarum jam bergerak pelan menuju angka 09.00 WIB, teriakan Abdul memecah heningnya kebun industri. Tak lama kemudian, suara auman menembus celah-celah batang kayu yang biasanya hanya diisi deru mesin dan desau angin.

“Begitu mendengar teriakan dan suara harimau, kedua saksi langsung lari ke arah suara sambil berteriak, berusaha mengusir binatang buas itu,” tutur Kapolres Pelalawan, AKBP John Louis Letedara, SIK.

Abdul diserang harimau sumatera, satwa yang kini langka namun nyata masih menjadi bagian dari bentang alam Riau. Rekannya menemukan tubuh Abdul bersimbah darah. Mereka tak punya banyak waktu untuk panik. Sigap, tubuh teman digendong sejauh 300 meter menuju kanal terdekat, sebelum dibawa menggunakan perahu ketinting ke Klinik Distrik Merawang.

Sayangnya, luka-luka yang diderita Abdul cukup serius. Ia mengalami robekan besar di kepala kiri, luka panjang di sisi kanan kepala, luka robek di pelipis, serta bekas gigitan dan cakaran di leher. Lengan kanannya patah parah, sementara bahunya penuh luka terbuka. Setelah penanganan awal, korban dirujuk ke Puskesmas Teluk Meranti, lalu ke RSUD Selasih Pelalawan.

Hikayat ini mendedahkan (membuka lebar) kenyataan yang sering terlupakan, hutan bukan hanya milik manusia. Kawasan konsesi industri, meski penuh tanaman budidaya, namun masih menyimpan jejak-jejak kehidupan liar yang tak bisa diabaikan.

Kapolres Pelalawan menyebut, pihaknya kini berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau dan perusahaan untuk mengecek lokasi serta memastikan apakah harimau itu masih berada di sekitar kawasan tersebut. “Ini untuk menghindari kejadian serupa menimpa pekerja lain,” ujarnya.

Ia juga mengimbau seluruh pekerja dan warga yang beraktivitas di kawasan hutan atau areal konsesi untuk lebih waspada. “Jika melihat tanda-tanda keberadaan harimau, seperti jejak atau cakaran di pohon, segera lapor ke pihak berwenang,” pinta Kapolres.

Kisah Abdul adalah lonceng pengingat bahwa di balik geliat industri kehutanan, ada dunia liar yang terus bergeliat namun nasibnya terancam. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sidak PKS dan Keluarkan Surat Edaran, Bupati Siak: Jangan Permainkan Harga TBS Petani!

25 Mei 2026 - 14:16 WIB

Kurban Masjid Ar-Rahim Gading Marpoyan Ditargetkan 16 Ekor Sapi

24 Mei 2026 - 20:43 WIB

Zikir Listrik

24 Mei 2026 - 07:32 WIB

Adat Merantau

23 Mei 2026 - 09:26 WIB

Memanjat Jambat, Menyeberang Sungai dan Jalan Berlumpur, Bupati Afni Antar Seragam ke Pelosok

22 Mei 2026 - 10:06 WIB

Trending di Riau