Menu

Mode Gelap
Keluarga Almarhum Turnip Laporkan Dugaan Perusakan Pagar di Km 15 ke Polisi ‎Bandara Letung Buka Pendaftaran Padat Karya 2026, Warga Ulu Maras Dapat Kesempatan Kerja DPRD Batam Gelar Rapat Paripurna, Sepakat Tunda Pengesahan Ranperda LAM hingga Mei Amuk Panipahan, Alamr Siapa yang Terlambat 30 Tahun Otonomi Daerah Satgas Anti-Narkoba Riau Dibentuk, Harapan Baru Lindungi Generasi Muda

Tanjungpinang

Busana Melayu Tampil Memukau di Gemerlap Pinang 2025: UGM dan Pemko Tanjungpinang Dorong Fesyen Bernuansa Budaya

badge-check


					Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Zulhidayat, melepas jalan sehat bersama warga di Taman Gurindam 12. F: Ist Perbesar

Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Zulhidayat, melepas jalan sehat bersama warga di Taman Gurindam 12. F: Ist

RiauKepri.com, TANJUNGPINANG — Budaya Melayu bukan hanya warisan sejarah, tapi juga potensi ekonomi masa depan. Hal inilah yang menjadi sorotan dalam acara Gemerlap Pinang 2025, yang digelar oleh Tim KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan Pemerintah Kota Tanjungpinang, Sabtu (2/8) di Taman Gurindam 12.

Kegiatan yang diawali dengan jalan sehat ini mencapai puncaknya dalam pagelaran busana Melayu yang diikuti oleh 18 perwakilan TP PKK kelurahan se-Kota Tanjungpinang. Tak sekadar parade pakaian adat, acara ini menjadi ruang strategis mempromosikan fesyen Melayu sebagai identitas sekaligus peluang ekonomi.

Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Zulhidayat, mengapresiasi gagasan ini dan menilai pelestarian budaya melalui pendekatan kreatif seperti fesyen dapat membuka jalur baru bagi ekonomi kreatif daerah.

“Busana Melayu bukan sekadar pakaian, tapi simbol peradaban. Kita harus menjadikannya bagian dari gaya hidup, agar budaya tetap hidup dan berdaya saing,” ujarnya.

Ia menambahkan, promosi budaya tidak bisa lagi mengandalkan cara-cara lama. Kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan perguruan tinggi, sangat dibutuhkan untuk mendigitalisasi dan mengemas ulang warisan budaya agar diminati generasi muda.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan KKN-PPM UGM, Ashar Saputra, menyebut bahwa dunia fesyen merupakan pintu masuk efektif untuk mendekatkan budaya kepada generasi milenial dan Gen Z.

“Melalui desain yang kekinian namun tetap menjaga pakem budaya, busana Melayu bisa kembali populer. Jangan sampai kita menjadi tamu di rumah sendiri, sementara budaya luar merajai pasar,” tegas Ashar.

Kegiatan ini juga menjadi ruang edukasi budaya, di mana makna filosofis tiap warna, kain, dan bentuk tanjak dikenalkan ke publik. Para peserta dan penonton tidak hanya disuguhi keindahan visual, tetapi juga diajak memahami nilai-nilai di balik tiap helai busana.

Ke depan, Pemko Tanjungpinang dan UGM berkomitmen untuk memperkuat sinergi, termasuk dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya. Harapannya, budaya Melayu tak hanya lestari, tetapi juga menjadi sumber kesejahteraan masyarakat Tanjungpinang.

Acara ini turut dihadiri kepala OPD, unsur Forkopimda, para lurah, dan tokoh masyarakat. Gemerlap Pinang 2025 menjadi contoh konkret bagaimana warisan budaya bisa dikemas secara modern tanpa kehilangan esensinya. (RK9)

 

Editor: Dana Asmara

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Komisi II DPRD Kabupaten Bintan Laksanakan Koordinasi Program Kampung Nelayan Merah Putih ke DKP Provinsi Kepri

24 April 2026 - 13:36 WIB

Eks DPRD Tanjungpinang Minta Perlindungan Usai Diancam

23 April 2026 - 17:27 WIB

Ansar Ahmad Bahas Kawasan Bebas Bintan–Karimun di Metro TV

23 April 2026 - 14:19 WIB

Ancaman Pembunuhan Dilaporkan, Polisi Diminta Bertindak Cepat

22 April 2026 - 14:56 WIB

Bea Dan Cukai Bersama Satnarkoba Polresta Tanjungpinang Berhasil Menangkap Pasutri Kasus Peredaran Narkotika Jaringan Internasional dengan berat 2,7 Kg.

21 April 2026 - 12:54 WIB

Trending di Tanjungpinang