Menu

Mode Gelap
Bupati Afni: Progres Jalan Inpres Pinang Sebatang Barat–Muara Kelantan Sudah 15 Persen Tahun ini Baru Jembatan Selat Akar yang Dianggarkan Pemprov Riau Bupati Kepulauan Meranti Perjuangkan Perbaikan Jembatan dan Jalan Provinsi di DPRD Riau Nada Salsabila Kamil di Undang Podcast RRI Atas Prestasinya HPN 2026, BNNK Tanjungpinang Hadirkan Edukasi Rehabilitasi Narkotika untuk Masyarakat Tiga Polisi Aktif Diduga Terlibat Pesta Narkoba, Kapolres Bengkalis: Tak Ada Ampun, Semua Ditindak Tegas

Tanjungpinang

Busana Melayu Tampil Memukau di Gemerlap Pinang 2025: UGM dan Pemko Tanjungpinang Dorong Fesyen Bernuansa Budaya

badge-check


					Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Zulhidayat, melepas jalan sehat bersama warga di Taman Gurindam 12. F: Ist Perbesar

Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Zulhidayat, melepas jalan sehat bersama warga di Taman Gurindam 12. F: Ist

RiauKepri.com, TANJUNGPINANG — Budaya Melayu bukan hanya warisan sejarah, tapi juga potensi ekonomi masa depan. Hal inilah yang menjadi sorotan dalam acara Gemerlap Pinang 2025, yang digelar oleh Tim KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan Pemerintah Kota Tanjungpinang, Sabtu (2/8) di Taman Gurindam 12.

Kegiatan yang diawali dengan jalan sehat ini mencapai puncaknya dalam pagelaran busana Melayu yang diikuti oleh 18 perwakilan TP PKK kelurahan se-Kota Tanjungpinang. Tak sekadar parade pakaian adat, acara ini menjadi ruang strategis mempromosikan fesyen Melayu sebagai identitas sekaligus peluang ekonomi.

Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Zulhidayat, mengapresiasi gagasan ini dan menilai pelestarian budaya melalui pendekatan kreatif seperti fesyen dapat membuka jalur baru bagi ekonomi kreatif daerah.

“Busana Melayu bukan sekadar pakaian, tapi simbol peradaban. Kita harus menjadikannya bagian dari gaya hidup, agar budaya tetap hidup dan berdaya saing,” ujarnya.

Ia menambahkan, promosi budaya tidak bisa lagi mengandalkan cara-cara lama. Kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan perguruan tinggi, sangat dibutuhkan untuk mendigitalisasi dan mengemas ulang warisan budaya agar diminati generasi muda.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan KKN-PPM UGM, Ashar Saputra, menyebut bahwa dunia fesyen merupakan pintu masuk efektif untuk mendekatkan budaya kepada generasi milenial dan Gen Z.

“Melalui desain yang kekinian namun tetap menjaga pakem budaya, busana Melayu bisa kembali populer. Jangan sampai kita menjadi tamu di rumah sendiri, sementara budaya luar merajai pasar,” tegas Ashar.

Kegiatan ini juga menjadi ruang edukasi budaya, di mana makna filosofis tiap warna, kain, dan bentuk tanjak dikenalkan ke publik. Para peserta dan penonton tidak hanya disuguhi keindahan visual, tetapi juga diajak memahami nilai-nilai di balik tiap helai busana.

Ke depan, Pemko Tanjungpinang dan UGM berkomitmen untuk memperkuat sinergi, termasuk dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya. Harapannya, budaya Melayu tak hanya lestari, tetapi juga menjadi sumber kesejahteraan masyarakat Tanjungpinang.

Acara ini turut dihadiri kepala OPD, unsur Forkopimda, para lurah, dan tokoh masyarakat. Gemerlap Pinang 2025 menjadi contoh konkret bagaimana warisan budaya bisa dikemas secara modern tanpa kehilangan esensinya. (RK9)

 

Editor: Dana Asmara

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

HPN 2026, BNNK Tanjungpinang Hadirkan Edukasi Rehabilitasi Narkotika untuk Masyarakat

21 Januari 2026 - 18:53 WIB

PWI Tanjungpinang Gelar Donor Darah HPN 2026

20 Januari 2026 - 15:09 WIB

Kepri Didorong Jadi Pusat Kuliner Halal, Kuota 9.511 Sertifikat Gratis Siap Dimaksimalkan

17 Januari 2026 - 06:30 WIB

HPN 2026 Jadi Momentum Penguatan Peran Pers di Tanjungpinang

15 Januari 2026 - 16:53 WIB

Domino Jadi Jembatan Kebersamaan, Wali Kota Tanjungpinang Bangun Kedekatan dengan Warga

14 Januari 2026 - 17:25 WIB

Trending di Tanjungpinang