RiauKepri.com, SIAK- Aula Tengku Buwang Asmara di SMA Negeri 1 Siak, Selasa siang (9/9/2025). tak hanya dipenuhi barisan kursi dan suara tepuk tangan. Ada getar haru di antara siswa-siswi yang menyambut seorang tamu istimewa, sosok yang datang seperti seorang ibu yang membawa pesan kasih, kalian semua berharga, dan masa depan Riau ada di tangan kalian.
Henny Sasmita Wahid, Ketua TP PKK Provinsi Riau, hadir dengan senyum ramah dan sorot mata yang lembut. Didampingi Bupati Siak Afni Zulkifli yang ternyata adalah alumni sekolah itu sendiri, mereka menyapa para siswa dengan penuh kehangatan dalam rangkaian kegiatan Jelajah Anak Riau seri ke-4.
Bukan sekadar kunjungan formal, kehadiran Henny membawa misi memastikan anak-anak Riau tumbuh sebagai pribadi yang kreatif dan kuat secara mental. Di hadapan ratusan pelajar yang mendengarkan dengan penuh perhatian, ia bicara tentang pentingnya ruang untuk mengekspresikan diri, tentang keberanian untuk bermimpi, dan tentang pentingnya saling peduli di tengah maraknya isu kesehatan mental remaja.
“Saya ingin anak-anak Riau tidak hanya cerdas, tapi juga bahagia. Karena anak yang bahagia akan tumbuh menjadi pemimpin yang penuh empati dan daya juang,” ujarnya dengan suara yang terdengar hangat namun tegas.
Kepala sekolah, para guru, bahkan Bupati Siak sendiri, Afni Zulkifli, terlihat larut dalam suasana. Dengan nada bangga, ia menyebut bahwa SMA ini adalah tempat ia menimba ilmu dulu. Kini, ia kembali sebagai bupati, menyaksikan siswa-siswa yang mungkin akan menyusul jejaknya.
“Saya senang Ibu Gubernur hadir di sekolah saya. Anak-anak butuh role model, dan hari ini mereka melihat bahwa perempuan juga bisa menjadi pemimpin yang peduli dan inspiratif,” ucapnya.
Kegiatan ini juga menghadirkan para psikolog dari Ikatan Psikolog Klinis Indonesia Wilayah Riau yang berbagi secara interaktif tentang pentingnya menjaga kesehatan mental. Bagi banyak siswa, ini adalah kali pertama mereka bisa bertanya langsung tentang kecemasan, tekanan belajar, atau hubungan sosial yang kerap membingungkan di usia remaja.
Selain itu, peluncuran Perpustakaan Digital dengan 5.000 judul buku membuka cakrawala baru bahwa akses terhadap ilmu kini semakin dekat, bahkan dari ponsel mereka sendiri.
Usai dari SMA, rombongan pun meninjau PAUD Sains Tahfizh Islamic Center Siak. Anak-anak kecil yang antusias mewarnai dan bersenam bersama jadi pengingat bahwa pendidikan dan perhatian harus dimulai sejak dini.
Hari itu, bukan hanya sebuah acara selesai. Tapi ada harapan yang tumbuh. Ada semangat yang ditularkan. Dan ada anak-anak yang pulang dengan hati lebih percaya diri karena mereka tahu, mereka tak sendiri. (RK1/*)







