Menu

Mode Gelap
Tegas! Kalapas Selatpanjang Gaungkan Zero Narkoba dan HP di Hadapan Warga Binaan Isu Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Mencuat, Bidik Peserta Menengah Atas PT JFC Stone di Kabil Diduga Ingkari Kewajiban terhadap Pekerja Peringati Hari Kartini, Ruang Asa Project Hadirkan Ruang Kreasi Inklusif bagi Anak-anak Istimewa di Pekanbaru Utusan Presiden Ingatkan Dokter Spesialis Siak: TPP Hanya Tambahan Penghasilan Sidak Urine Mendadak di Lingkungan Kecamatan Bengkalis Dua Orang Positif Amfetamin

Ragam

A. Akmal JS (1955 – 2014): “Sang Pendobrak” dari Kuantan Singingi.

badge-check


					Akmal JS dalam kenangan. Perbesar

Akmal JS dalam kenangan.

BERI aku 1.000 orang tua, niscaya akan ku cabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia.” (Ir. Soekarno)

Kata-kata mutiara penuh makna dari Soekarno sering diucapkan Akmal JS untuk memberikan semangat kepada generasi muda. Kata bijak itu menegaskan betapa pentingnya peran generasi muda dalam memajukan bangsa dengan kekuatan dan semangat inovasi yang mereka miliki untuk menciptakan perubahan.

Bagi generasi muda 1980-1990-an Akmal JS adalah panutan. Nasehatnya sering menjadi “batu api” sekaligus motivasi yang dapat memberikan energi positif bagi generasi muda dalam bersinergi menciptakan kekuatan besar untuk menghadapi persaingan global yang semakin ketat.

Bagi yang bertelinga tipis akan tersingung mendengarkan celotehan Akmal JS. Sebaliknya bagi yang bertelinga tebal akan merasakan hikmah yang luar biasa. Dan, itu yang dirasakan kalangan mahasiswa kalah itu yang sekarang sudah berumur antara 45 sampai 60 tahun.

Itulah Asnawi Akmal JS yang disingkat A Akmal JS. Tahun 1995 sebelum reformasi bergulir dia sering mengajak mahasiswa berdiskusi di kantornya di Jalan Pattimura No. 40 Pekanbaru. Berbagai persoalan dibicarakan termasuk pemekaran Kabupaten Kuantan Singingi. Padahal waktu itu masih tabuh dibicarakan.

“Kalau tidak sekarang Kuantan Singingi dimekarkan kapan lagi. Kalau tidak kalian (mahasiswa) yang mendukung pemekaran itu siapa lagi. Ayooo… Ini dadaku, mana dadamu!” pancing Akmal JS.

Puncaknya tahun 1998 setelah reformasi bergulir pemerintah memberikan angin segar kepada daerah untuk dimekarkan. Akmal JS memanfaatkan momentum tersebut. Dia mengajak seluruh elemen masyarakat Kuantan Singingi bersatu padu untuk membentuk kabupaten sendiri (Kabupaten Kuantan Singingi).

Tak hanya meminjamkan mobil operasional, Akmal JS juga mengeluarkan dana pribadi dan menjadikan kantornya (Kandep P dan K) sebagai “markas” perjuangan pembentukan Kabupaten Kuantan Singingi.

Ada yang sinis kala itu dengan perjuangan Akmal JS dan kawan-kawan yang didukung tokoh masyarakat, pemuda, dan mahasiswa. Namun perjuangan itu jalan terus.

Tak ada kerja keras yang tak membuahkan hasil. Kuantan Singingi akhirnya secara resmi berdiri pada 4 Oktober 1999 berdasarkan Undang Undang Nomor 53 Tahun 1999, sebagai hasil pemekaran dari Kabupaten Indragiri Hulu.

Dan, tokoh penting di balik pemekaran Kuantan Singingi adalah Akmal JS. “Singa tua” – begitu Bupati Indragiri Hulu, Ruchiyat Saefuddin kepada Kolonel TNI (Purn) Abbas Jamil menyebut Akmal JS adalah “Sang Pendobrak” dari Kuantan Singingi.

Siapa Akmal?

AKMAL JS Lahir di Desa Jake, Kecamatan Kuantan Tengah, pada 2 Februari 1955, Terlahir sebagai anak bungsu dari enam bersaudara pasangan Djohasan Khatib dan Tima Risun. Saudara kandungnya yang lain adalah Hasan Basri JS, Hasan Nusi JS, Ida Rosni JS, Djaliusni JS, dan Asni JS.

Orang tua Akmal JS asal Sentajo pernah menjadi Wali Nagori di Jake tahun 1960-an. Sedangkan ibunya Tima Risun asal Simandolak bekerja sebagai Pedagang. Kolaborasi dan doa pasangan suami istri ini mengantarkan anak-anaknya ke jenjang pendidikan dan jabatan yang lebih tinggi.

Akmal JS menempuh pendidikan SD di Jake tamat 1968. Kemudian SMP Air Molek tamat 1971 dan SMA Negeri 1 Pekanbaru tamat 1973. Setamat SMA. ia melanjutkan kuliah di Fakultas Pertanian Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat.

Namun di tengah jalan Akmal JS memilih berhenti kuliah dengan alasan ingin pulang ke Pekanbaru. Waktu itu motor bebek warna hijau yang dipinjam temannya mengalami kecelakaan. Nahas, teman sama SMA dan kuliah di Padang itu meninggal dunia akibat kecelakaan itu.

Sebagai pemilik motor konsekuensinya Akmal JS sering dipanggil Polantas Polres Padang untuk dimintai keterangan. Sebagai bentuk tanggungjawab dan setia kawan, dia memilih menyelesaikan persoalan itu hingga tuntas.

Beberapa saat ketika statusnya pengangguran, Akmal JS ikut test pilot pesawat Garuda di Pekanbaru. Malang tak dapat diraih untuk tak dapat ditolak. Saat medical tes dia gugur karena matanya ada bintik putih. Temannya yang sama ikut tes Wahyu Anugerah lulus. Kelak nama sang teman menjadi nama anak pertamanya.

Gagal menjadi pilot Garuda, Akmal JS ikut tes pegawai. Dia dinyatakan lulus tahun 1978 dan di tempatkan di Kantor Kanwil Depdikbud Provinsi Riau. Sembari kerja, dia melanjutkan kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Riau, Pekanbaru dan tamat pada 1982.

Saat bekerja di Kanwil Depdikbud Akmal JS tahun 1988 dapat beasiswa dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI melanjutkan program Master of Educational Management di Western Washington University, USA. Pendidikan itu diselesaikannya pada 1989.

Sepulang dari Amerika karier Akmal JS makin meningkat. Berbagai Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama yang pernah diembannya selama menjadi pegawai di Kota Pekanbaru maupun di Provinsi Riau.

Calon Bupati

AKMAL pernah mencalonkan diri jadi Bupati Kuantan Singingi 2001 pilihan anggota DPRD. Dia berpasangan dengan Dosen Fakultas Ekonomi Unri, Raja Putra Samad asal Simandolak, Kecamatan Benai. Empat pasang calon “putra terbaik” Kuantan Singingi ikut bertarung. Yakni Akmal JS – Raja Putra Samad didukung PAN. Rusjdi S Abrus – Asrul Ja’far didukung Golkar. Kemudian Raja Erisman – Azwirman didukung PPP + ABRI dan pasangan Ris Hasan – Fahmi Umar didukung PDIP.

Pemilihan terjadi dua putaran karena putaran pertama tidak ada satu pasangan calon pun yang dipilih dewan memperoleh suara diatas 50 persen + 1 dari 30 orang anggota DPRD yang memilih. Putaran pertama Rusjdi S. Abrus – Asrul Ja’far memperoleh suara terbanyak pertama dengan perolehan 11 suara. Kemudian disusul Raja Erisman – Azwirman (9), Akmal JS – Raja Putra Samad (6), dan Ris Hasan – Fahmi Umar (4).

Masuk pemilihan putaran kedua maju dua pasangan calon suara terbanyak pertama. Rusjdi S. Abrus – Asrul Ja’far vs suara terbanyak kedua, Raja Erisman – Azwirman. Akhirnya dimenangkan oleh pasangan Rusjdi S. Abrus – Asrul dengan selisih tiga suara.

Kendati gagal menjadi bupati di daerah yang didukungnya jadi kabupaten, bukan berarti menyurutkan kecintaan kepada Kuantan Singingi. Dalam pertandingan di dunia politik kalah dan menang itu hal biasa. Tinggal lagi bagaimana menyikapinya. “Saya tidak mau larut dalam kekalahan,” ujarnya kepada wartawan kala itu.

Untuk mendukung pembangunan Kuantan Singingi Akmal selalu punya prinsip, “Berjuanglah sampai titik darah penghabisan biar namamu abadi dan perjuanganmu dihargai,” tambahnya.

Anak Ikuti Jejak

AKMAL JS menikah dengan Wiedayati asal Solo, Jawa Tengah pada 1981. Sang istrinya pensiun 2012 dengan jabatan terakhir Kasubbag Umum dan Kepegawaian Dinas Pariwisata Provinsi Riau. Dari pernikahan itu Akmal JS punya dua anak kelahiran Pekanbaru yang mengikuti jejak kedua orang tuanya jadi PNS.

Anak pertama Wahyu Anugerah yang lahir pada 6 April 1983 saat menjabat sebagai Kepala Bidang Bina Jasa Konstruksi, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Pemukiman, dan Pertanahan Provinsi Riau. Anak keduanya Wulandhani Arriyanti yang lahir pada 28 Mei 1985 saat ini bekerja sebagai PPPK di Pemerintah Provinsi Riau.

Pesan Terakhir

AKMAL JS meninggal dunia diusia 59 tahun pada Kamis 18 Desember 2014 di RSUD Arifin Ahmad, Pekanbaru. Penyakit komplikasi jantung, paru-paru, dan hati serta diabetes yang dideritanya mengakhiri ajalnya. Dimakamkan di Surau Al-Joho Desa Jake, Kecamatan Kuantan Tengah, Kuantan Singingi.

“Itu pesan terakhir almarhum sebelum meninggal dunia agar dimakamkan di kampung halamannya (Jake). Almarhum ingin dekat dengan keluarga besar dan orang-orang yang dicintainya,” ujar abang kandungya, Hasan Nusi JS.

Akmal memang telah tiada. Namun dimata anaknya Wahyu Anugerah, Ayahnya adalah sosok yang tegas, penyayang dan sangat perhatian pada keluarga. ”Tunjuk ajar Ayah tidak akan kami lupakan. Ayahku adalah pahlawanku,” ujar Wahyu.

Kemudian bagi Herni, Akmal JS adalah sosok yang suka membantu dan tidak pernah memilih dalam memberi bantuan. “Kalau Pak Etek merasa bisa dibantu pasti Pak Etek akan berbuat,” ujar anak dari pasangan Hasan Basri JS – Raja Aminah ini mengenang kebaikan Pak Eteknya.

Herni menceritakan dua pengalaman uniknya bersama Pak Eteknya itu. Pertama: Sebenarnya anak camat itu kami. Namun panggilan itu melekat pada Pak Etek karena dia memang tinggal bersama kami mulai dari Air Molek sampai Pak Etek sekolah di SMA Negeri 1 Pekanbaru. Hahahahha….

Kedua: “Waktu sedang kuliah. Setiap tanggal 1 kami ketemu di kampus Unri – Gobah. Amplop gaji Pak Etek diserahkan sama kami. Begitulah sayang dan perhatiannya pada kami. Masya Allah. Sayang Pak Etek kepada kami ibarat air terus mengalir tiada henti!”

Herni dan keluarga memanggil Akmal JS dengan Pak Etek. Sebab, Akmal JS adalah anak paling ketek (kecil) dari enam bersaudara pasangan Djohasan Khatib dan Tima Risun.

Pelajaran Berharga

KITA bisa banyak belajar dari perjuangan, loyalitas, kompetensi, dan pengabdian Akmal JS dan keluarga. Pelajaran yang dimaksud adalah tentang makna cinta dan kesetiaan. Lihatlah keluarga besarnya. Pasangan Hasan Basri JS dan Raja Aminah, Hasan Nusi JS dan Zaenah, Akmal JS dan Wiedayati.

Begitu juga dengan kakak perempuannya Ida Rosni JS dan Udin, Asni JS dan Zulkarnaini jadi teladan hidup bagi anak dan cucu-cucunya. Akmal JS pergi dengan berbagai kenangan. Khusus bagi saya pribadi, Akmal JS adalah motivator ulung yang bisa memberikan solusi jika kita punya permasalahan.

Meminjam motto PT. Pegadaian, dia mampu menyelesaikan masalah tanpa masalah. Meminjam motto PT. Semen Padang, dia sudah berbuat ketika orang lain masih berpikir.

Selamat jalan pahlawanku….

RIWAYAT HIDUP
Nama: A. AKMAL JS
Tempat/ Tanggal Lahir: Jake/ 2 Februari 1955

PENDIDIKAN:
1. SD Jake /Lulus 1968
2. SMP Air Molek/ Lulus 1971
3. SMA Negeri 1 Pekanbaru/Lulus 1973
4. Sarjana: Fakultas Ekonomi Unri/ Lulus 1983
5. Pasca Sarjana: Master Of Educational Management di Western Washington University, Bellingham, USA/Lulus Tahun 1989.

PEKERJAAN:
1. Diangkat sebagai CPNS berdasarkan SK Mendikbud RI. No. 23141/C/3/1978 tanggal 1 Maret 1978.
2. Diangkat sebagai PNS pada 1 Maret 1979 Berdasarkan SK Kanwil Depdikbud Provinsi Riau No. 00798/109.1b/C2-79 tanggal 14 Februari 1979.
3. Kasubag Pembukuan pada Kanwil Depdikbud Provinsi Riau berdasarkan SK Mendikbud RI: 27 Juni 1987 s.d. 4 September 1990.
4. Kasubag Penerangan pada Kanwil Depdikbud Provinsi Riau sejak 4 September 1990.
5. Kepala Kantor Departemen Pendidikan Nasional Kota Pekanbaru: 12 Desember 1994 s.d. 2000.
6. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Pekanbaru: 9 Agustus 2001 s.d. 2003.
7. Asisten Ekonomi Pembangunan dan Sosial Sekretariat Kota Pekanbaru: 6 Mei 2003 s.d. 2006.
8. Pegawai Struktural Balitbang Provinsi Riau: 2007 s.d. 7 April 2008).
9. Wakil Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau: 7 April 2008 s.d. 26 Juni 2028).
10. Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau: 26 Juni 2008 s.d. 30 Desember 2028.
11. Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Riau: 30 Desember 2008 s.d. 2010.
12. Sekretaris DPRD Provinsi Riau: 11 Mei 2010 s.d. 2012.
13. Kepala Badan Lingkungan Hidup Provinsi Riau: 24 Februari 2012 s.d. 2013.

ORGANISASI:
1. Pengurus DPD KNPI Provinsi Riau (1977 s.d. 1985)
2. Pengurus AMPI Provinsi Riau (1978 s.d. 1983)
3. Anggota dan Pengurus Golkar Riau (1971 s.d. 2000)
4. Pengurus FKPMR (2001 s.d. 2005)

LAIN-LAIN
1. Pendiri SMA Plus Provinsi Riau
2. Pendiri Kabupaten Kuantan Singingi
3. Pendiri BPR Pekanbaru.

Penulis sahabat Jamg Itam: 13092025

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

LAMR Minta Menteri Kehutanan Batalkan Rencana Relokasi Warga TNTN di Tanah Adat Cerenti

10 Maret 2026 - 19:21 WIB

Pendulang Tradisional Terjaring, Polisi Bongkar Dapur Emas Ilegal di Kuansing

3 Februari 2026 - 11:19 WIB

Jadwal Nisfu Syaban 2026 dan Amalan yang Dianjurkan

1 Februari 2026 - 06:35 WIB

Relokasi Eks Penghuni TNTN di Cerenti Dinilai Lemah Secara Hukum

31 Januari 2026 - 08:16 WIB

Sekolah Rakyat ke-4 Dibangun di Kuansing, Pemprov Riau Perluas Akses Pendidikan Gratis

22 Januari 2026 - 13:43 WIB

Trending di Kuansing