Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Riau

79 Persen Tesso Nilo Jadi Kebun Sawit, 9 Perusahaan Besar Terancam Sanksi, Termasuk PT RAPP

badge-check

Komandan Satgas PKH, Mayjen TNI Dody Triwinarto, saat jumpa pers. Perbesar

Komandan Satgas PKH, Mayjen TNI Dody Triwinarto, saat jumpa pers.

RiauKepri.com, PEKANBARU- Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) mengungkap bahwa sekitar 79,38 persen kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Riau telah beralih fungsi menjadi perkebunan sawit, termasuk yang dikuasai oleh sembilan perusahaan besar. Temuan ini menjadi sorotan serius dalam upaya penyelamatan hutan konservasi yang kini kritis akibat perambahan ilegal.

Komandan Satgas PKH, Mayjen TNI Dody Triwinarto menyebut, dari total 83.068 hektare luas TNTN, sebanyak 65.939 hektare telah berubah menjadi kebun kelapa sawit. Bahkan, beberapa perusahaan pemegang izin Hutan Tanaman Industri (HTI) diduga menyalahgunakan lahannya untuk menanam sawit, bukan pohon keras seperti yang diatur dalam ketentuan.

“Ada perusahaan HTI yang justru menanam sawit di lahannya. Itu pelanggaran dan akan kami beri sanksi,” ujar Dody dalam pertemuan di Gedung Daerah Balai Serindit, Pekanbaru, Jumat (19/9/2025).

Adapun sembilan perusahaan yang disebut beraktivitas di dalam kawasan TNTN antara lain: PT RAPP (estate Ukui dan Basarah) – 3.665,28 ha, PT Arara Abadi (distrik Nilo) – 569,72 ha, PT Nusa Prima Manunggal– 196,50 ha, PT Nusa Wana Raya– 7.205,06 ha,
PT Nusantara Sentosa Raya / PT Siak Raya Timber – 4.182,28 ha, PT Rimba Lazuardi – 1.651,78 ha, PT Rimba Peranap Indah – 4.157,17 ha, PT Wanangraha Bimalestari – 313,48 ha.

Selain korporasi, aktivitas perambahan oleh masyarakat juga terdata secara masif. Dody menyebut sudah lebih dari 7.150 hektare lahan yang mengalami deforestasi dan digunakan sebagai kebun. Namun sebagian masyarakat telah menunjukkan itikad baik dengan menyerahkan lahannya secara sukarela kepada negara.

Hasil verifikasi sementara mencatat sekitar 5.700 hingga 7.000 kepala keluarga (KK) yang saat ini tinggal atau berkebun di dalam kawasan TNTN. Menurut Dody, ini akan menjadi fokus penyelesaian yang tidak hanya menindak, tetapi juga memberi solusi.

“Subjek hukum persoalan ini berada di dalam kawasan dengan total konsesi 81.980 hektare. Kami akan utamakan pendekatan solusi, termasuk menyediakan lahan pengganti bagi masyarakat kecil,” ujarnya.

Ia menambahkan, negara tidak akan meninggalkan petani kecil yang hanya memiliki 2 hingga 5 hektare kebun sawit untuk menghidupi keluarga. Penegakan hukum akan tetap dijalankan, namun harus disertai kebijakan perlindungan sosial.

“Negara hadir untuk menyelesaikan masalah ini. Petani kecil harus tetap bisa hidup,” tegas Mayjen Dody. (RK1/*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Monitoring dan Evaluasi KPK RI Jadi Momentum BSP Perkuat Integritas, Profesionalisme, dan Kontribusi Daerah

4 Nov 2026 - 16:33 WIB

Monitoring dan Evaluasi KPK RI Jadi Momentum BSP Perkuat Integritas, Profesionalisme, dan Kontribusi Daerah

Ditpolairud Polda Riau dan Basarnas Pekanbaru Jalin Kerja Sama Teknis, Gelar Simulasi Water Rescue dan Evakuasi Korban Tenggelam

4 Nov 2026 - 15:09 WIB

Ditpolairud Polda Riau dan Basarnas Pekanbaru Jalin Kerja Sama Teknis, Gelar Simulasi Water Rescue dan Evakuasi Korban Tenggelam

Kacau! Jenderal Listyo Sigit Jadi Tersangka Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden

3 Nov 2026 - 21:04 WIB

Kacau! Jenderal Listyo Sigit Jadi Tersangka Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden

Puluhan Ribu Liter BBM Subsidi Diselamatkan, Polisi Ungkap 22 Kasus Penyelewengan di Riau

3 Nov 2026 - 16:41 WIB

Puluhan Ribu Liter BBM Subsidi Diselamatkan, Polisi Ungkap 22 Kasus Penyelewengan di Riau

Bersama Bertransformasi Wujudkan Pembelajaran Digital yang Inovatif Pendampingan KKG Guru Kelas oleh Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru

2 Nov 2026 - 18:58 WIB

Bersama Bertransformasi Wujudkan Pembelajaran Digital yang Inovatif Pendampingan KKG Guru Kelas oleh Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru
Trending di Pekanbaru