Menu

Mode Gelap
Tegas! Kalapas Selatpanjang Gaungkan Zero Narkoba dan HP di Hadapan Warga Binaan Isu Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Mencuat, Bidik Peserta Menengah Atas PT JFC Stone di Kabil Diduga Ingkari Kewajiban terhadap Pekerja Peringati Hari Kartini, Ruang Asa Project Hadirkan Ruang Kreasi Inklusif bagi Anak-anak Istimewa di Pekanbaru Utusan Presiden Ingatkan Dokter Spesialis Siak: TPP Hanya Tambahan Penghasilan Sidak Urine Mendadak di Lingkungan Kecamatan Bengkalis Dua Orang Positif Amfetamin

Ragam

Dato’ Haji Hassan Bin Haji Omar (1922-2008) : Putra Kuantan Singingi Mufti di Malaysia

badge-check


					Dato' Haji Hassan Bin Haji Omar Perbesar

Dato' Haji Hassan Bin Haji Omar

KUANTAN Singingi patut berbangga. Salah seorang putra terbaiknya pernah menjadi Qadhi, Mufti, dan Imam Besar di negara jiran Malaysia. Sebuah jabatan bergengsi kerena hanya orang pilihan yang paham ilmu agama dan fiqih yang bisa diberikan amanah menduduki jabatan tersebut.

Namanya Dato’ Seri Utama Diraja Dato’ Haji Hassan bin Haji Omar yang jadi Mufti Negeri Selangor di Jabatan Agama Islam, Selangor, Malaysia. Dia menjadi Muftih keempat Negeri Selangor yang menjabat selama sembilan tahun kurun waktu 1976 s.d. 1985.

Orang tua Hassan bernama Omar berasal Desa Kinali, Kuantan Mudik, Kuantan Singingi, Riau. Ketika merantau ke Kuang, Selangor, Malaysia, Omar menikah lagi. Di situlah lahir anaknya Hassan pada 16 November 1922. Di Kuang juga Hassan menjalani pendidikan di Sekolah Melayu dan Sekolah Agama Arab.

Pada 1939 s.d. 1941 Hassan melanjutkan pendidikan ke Indonesia. Tepatnya di Madrasah Diniyyah, Bukittinggi, Sumatra Barat. Saat liburan sekolah dia pulang ke rumah abangnya Matnusin dan Jadid di Kinali, Lubuk Jambi. Matnusin ini Ayah dari Rusyda yaitu istri dari Radja Roesli dan ibu dari Raja Bambang Sutikno. Sedangkan Jadid adik dari Matnusin.

Pada 1942 Hasan melanjutkan pendidikan di Sekolah Normaalschool atau Kweekschool di Padang. Namun dia hanya enam bulan sekolah di Lembaga pendidikan yang bertujuan untuk melatih para guru pribumi tersebut. Dia memilih pulang ke Malaysia pada 1942 ketika Jepang mulai menduduki Indonesia.

Berbekal ilmu yang didapatnya di Bukittinggi dan Padang di Malaysia kurun waktu 1943 s.d. 1944 Hassan mengajar di Sekolah Agama Rakyat Segambut. Kemudian pada penghujung 1944 s.d 1960 dia mengajar di Sekolah Agama Kerajaan Kuang.

Hassan dilantik menjadi Qadhi di Kuang. Lalu pada 1961 menjadi Qadhi di Kelang. Tugasnya sebagai Qadhi adalah memutuskan perkara di Pengadilan dengan kekuasaan untuk memaksakan putusannya. Karena menguasai ilmu ushul fikih dan syariat Islam serta memiliki sifat yang mulia, Hasan dilantik menjadi Mufti Selangor.

Sebagai Mufti, Hassan diberi wewenang menghasilkan fatwa dengan cara ijtihad mengikuti perkembangan zaman. Sedangkan tugasnya sebagai Mufti adalah mengenalkan dan menerapkan syariat Islam dalam suatu masyarakat. Jabatan itu dipegangnya selama sembilan tahun kurun Februari 1976 s.d. Juni 1985.

Pada 18 Juni 1943 Hassan menikah dengan Datin Hajah Maimunah Binti Haji Mohd Nor. Dari pernikahan itu mereka dikaruniai SEMBILAN orang anak. Yakni: Hazani @Hazmi, Mhd Nazli, Jafri, Zarifah, Zaimah, Rushdi, Harizah, Mohd. Nadzif, dan Mohamad Za’im.

Imam Besar

TOKOH masyarakat Kuantan Singingi, Raja Bambang Sutikno menyebut dirinya pernah berjumpa Dato’ Hassan di Kuala Lumpur, Malaysia pada 1972. Waktu itu Dato Hassan sudah jadi Imam Besar Mesjid Agung Malaysia. “Dato’ Hassan merupakan Pak Onsu dari Ibu kandung kami Rusyda,” ujar Raja Bambang Sutikno.

Rusyda nikah dengan Radja Roesli yang juga salah seorang pejuang kemerdekaan, birokrat, dan politisi kelahiran Lubuk Jamb. Dia pernah menjabat Wali Kotamadya Pekanbaru (1968-1970), Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Riau (1990-1999), dan Anggota DPR RI (1999-2004).

Sederatan jabatan yang dipegang Hassan mulai dari Qadhi, Mufti, dan Imam Besar Mesjid Agung di Malaysia bukti nyata kebesarannya sebagai ulama dan cendikiawan muslim. Dan, dia mungkin satu-satunya Muftih berdarah Indonesia di Malaysia.

Itulah Hassan sapaan akrab dari Dato’ Haji Hassan Bin Haji Omar. Ulama besar Malaysia berdarah Kuantan Singingi terakhir berdomisili di Jalan Tepak 11/8, Seksyen 11, 40100 Shah Alam. Selangor, Malaysia. Kemudian meninggal pada 13 September 2008 di Rumah Sakit Pakar Damansara, Selangor, Malaysia.

Berjaya Dato’

Penulis: sahabat Hang Itam 28-09-2025

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

LAMR Minta Menteri Kehutanan Batalkan Rencana Relokasi Warga TNTN di Tanah Adat Cerenti

10 Maret 2026 - 19:21 WIB

Pendulang Tradisional Terjaring, Polisi Bongkar Dapur Emas Ilegal di Kuansing

3 Februari 2026 - 11:19 WIB

Jadwal Nisfu Syaban 2026 dan Amalan yang Dianjurkan

1 Februari 2026 - 06:35 WIB

Relokasi Eks Penghuni TNTN di Cerenti Dinilai Lemah Secara Hukum

31 Januari 2026 - 08:16 WIB

Sekolah Rakyat ke-4 Dibangun di Kuansing, Pemprov Riau Perluas Akses Pendidikan Gratis

22 Januari 2026 - 13:43 WIB

Trending di Kuansing