Menu

Mode Gelap
Prakiraan Cuaca Kepri Kamis, 4 Juni 2026: Tanjungpinang hingga Karimun Berpotensi Hujan Ringan, Warga Pesisir Diminta Waspada PT Swastisidhi Amagra Berbagi Keberkaha Kades Bukit Padi Sambut Kepulangan Enam Jemaah Haji, Doakan Jadi Haji Mabrur LAMR Terima Kunjungan Kepala ANRI, Bahas Pusat Khazanah Arsip Melayu Nusantara di Riau Enam Jemaah Haji Asal Desa Bukit Padi Tiba di Anambas, Disambut Haru Keluarga dan Pemerintah Kecamatan Kritisi DBH Migas, Bupati Siak: Daerah Membantu Subsidi Energi Nasional, Tapi Fiskal Tidak Proporsional

Riau

Guru Itu Terbaring, Murid Itu Kini Bupati: Kisah yang Menghujam Hati di Siak

badge-check


					Bupati Siak, Afni saat menjenguk guru SD-nya, Ibu Salmiah. (Foto: ist) Perbesar

Bupati Siak, Afni saat menjenguk guru SD-nya, Ibu Salmiah. (Foto: ist)

RiauKepri.com, SIAK- Di sebuah kamar sederhana, sunyi menggantung bersama aroma obat dan desis oksigen. Di atas kasur, Salmiah terbaring tak berdaya. Tubuhnya kurus, kulitnya mengering, napasnya bergantung pada selang kecil yang menempel di hidung. Tatapannya kosong, hanya mengarah ke satu sisi, seakan sedang berjalan jauh menembus lorong kenangan yang tak mampu lagi ia ucapkan dengan kata-kata.

Di tengah padatnya agenda sebagai Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, Rabu (28/1/2026), menyempatkan diri menjenguk perempuan yang pernah mengajarkannya membaca dunia, guru SD-nya, Ibu Salmiah.

Langkah Afni memasuki ruangan itu bukan sekadar kunjungan resmi, melainkan perjalanan pulang seorang murid kepada gurunya, yang kini terbaring lemah karena stroke.

Afni duduk di samping kasur, menatap wajah yang dulu penuh wibawa dan ketegasan seorang kepala sekolah. Wajah yang dulu mengajarinya disiplin, mengajarinya mimpi, dan mengajarinya tentang arti harapan. Dengan suara yang tertahan, Afni memperkenalkan diri.

“Ini Afni, Bu… Bupati Siak. Murid ibu dulu. Terima kasih atas ilmu-ilmu yang telah ibu berikan. Karena ibu, saya bisa sampai di titik ini,” ucap Afni.

Kata-kata itu meluncur perlahan, seperti doa yang jatuh satu per satu. “Ilmu yang saya dapat semoga menjadi amal jariyah bagi ibu. Ibu cepat sehat,” doa Afni.

Tak ada jawaban. Tak ada senyum. Tak ada anggukan. Ibu Salmiah hanya terbaring, namun sorot matanya tampak berubah, seolah memahami setiap kata yang singgah di telinganya. Seolah hatinya mendengar, meski tubuhnya tak lagi mampu merespons. Di situlah kesedihan berdiam di relung hati, ketika kasih dan terima kasih hanya bisa disampaikan satu arah, namun tetap penuh makna.

Di tengah suasana haru itu, seorang lelaki tua datang. Afni yang sedang duduk di kursi plastik di samping kasur segera berdiri dan hendak menyerahkan kursi tersebut. Sebuah refleks akhlak, bentuk hormat kepada orang yang lebih tua. Namun sang bapak menolak, mempersilakan Afni tetap duduk. Afni justru memilih berdiri, tak ingin mengalahkan penghormatan dengan kenyamanan.

Di ruangan itu, adab dan ketulusan bertemu, membentuk keheningan yang membuat dada terasa sesak. Kunjungan itu bukan tentang jabatan. Bukan tentang protokoler. Bukan tentang seorang bupati. Itu adalah pertemuan seorang murid dengan gurunya, di saat waktu hampir merenggut kesempatan untuk mengucapkan terima kasih secara langsung.

“Alhamdulillah, tadi sekalian membesuk guru SD saya, Ibu Salmiah. Beliau terkena stroke. Syafakillah, Ibu…” tulis Afni.

Kalimat singkat, namun sarat makna. Sebab di baliknya tersimpan pesan yang sering kita lupa, bahwa setinggi apa pun seseorang melangkah, selalu ada guru yang menjadi tangga pertama. Dan ketika guru itu terbaring lemah, dunia seakan mengingatkan kita bahwa ilmu, kasih sayang, dan pengorbanan tak pernah meminta balasan, kecuali doa dan ingatan yang setia.

Di ruang itu, Salmiah mungkin tak bisa berbicara. Namun perjalanan hidup Afni adalah jawaban paling lantang atas pengabdian seorang guru. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kritisi DBH Migas, Bupati Siak: Daerah Membantu Subsidi Energi Nasional, Tapi Fiskal Tidak Proporsional

3 Juni 2026 - 16:00 WIB

Bupati Siak Suarakan Ketidakadilan Fiskal Bagi Daerah Penghasil di DPD RI

3 Juni 2026 - 13:49 WIB

Sidang Wahid, Polisi Tutup Jalan Saat SF Hariyanto Bersaksi, Siapa Wak Labu?

3 Juni 2026 - 11:11 WIB

Keberlangsungan Kebudayaan Melayu di Perawang: Menghidupkan Akar di Tengah Arus Industri

3 Juni 2026 - 07:44 WIB

ASN Siak Sambut WFH Jumat, Bupati Afni Ingatkan Bukan Hari Libur Tambahan

1 Juni 2026 - 13:56 WIB

Trending di Siak