Menu

Mode Gelap
Polsek Kundur Ringkus Pelaku Pencurian di Tanjungbatu Jemaah Haji Siak di Arafah, Puncak Ibadah Haji Dimulai Optimalisasi Layanan Tenaga Medis, Bintan Buka Beasiswa Dokter Spesialis HLUN ke-30, Bupati Bintan dan LKKS Salurkan 300 Paket Sembako untuk Lansia Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Tebingtinggi Sambangi Brigade Pertanian Desa Teluk Buntal 500 Bibit Tanaman dan Donasi untuk Rumah Singgah Kanker jadi Penutup BRKS Walk and Run 2026

Riau

“Anak Angkat” Kapolda Riau Dibunuh, Irjen Herry Murka: Usut Tuntas!

badge-check


					Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan. (Foto: ist) Perbesar

Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan. (Foto: ist)

RiauKepri.com, PEKANBARU– Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan murka atas kasus pembunuhan seekor gajah sumatera yang ditemukan mati mengenaskan di Kabupaten Pelalawan, Riau. Gajah tersebut selama ini kerap disebut Herry sebagai “anak angkatnya” sejalan dengan komitmen Green Policing yang terus ia gaungkan.

“Saya ini bapak angkatnya gajah,” tegas Irjen Herry Heryawan dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan, Jumat (6/2/2026).

Kapolda menegaskan, pembunuhan terhadap satwa dilindungi itu merupakan tindakan kejahatan serius dan tidak dapat ditoleransi. Ia berjanji akan mengusut tuntas kasus tersebut hingga pelakunya tertangkap.

“Ini jelas perbuatan disengaja. Ulah orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” kata Herry.

Irjen Herry menjelaskan, saat ini Polda Riau masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap pelaku pembunuhan gajah sumatera tersebut. Penyelidikan dilakukan bersama Polisi Kehutanan dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau.

“Kami sudah melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengungkap siapa pelaku yang membunuh gajah ini,” ujarnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, seekor gajah sumatera jantan ditemukan mati pada Senin (2/2/2026) malam di areal konsesi PT RAPP Distrik Ukui, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau.

Kondisi bangkai gajah tersebut sangat mengenaskan. Bagian kepala terpotong dan kedua gadingnya hilang. Dari hasil pemeriksaan di lokasi, petugas menemukan dua potongan logam proyektil peluru, yang mengindikasikan gajah tersebut dibunuh dengan cara ditembak.

Kasus ini menambah daftar panjang kejahatan terhadap satwa dilindungi di Riau dan menjadi ujian serius bagi komitmen penegakan hukum di sektor lingkungan hidup. (RK1/*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sidak PKS dan Keluarkan Surat Edaran, Bupati Siak: Jangan Permainkan Harga TBS Petani!

25 Mei 2026 - 14:16 WIB

Kurban Masjid Ar-Rahim Gading Marpoyan Ditargetkan 16 Ekor Sapi

24 Mei 2026 - 20:43 WIB

Zikir Listrik

24 Mei 2026 - 07:32 WIB

Adat Merantau

23 Mei 2026 - 09:26 WIB

Memanjat Jambat, Menyeberang Sungai dan Jalan Berlumpur, Bupati Afni Antar Seragam ke Pelosok

22 Mei 2026 - 10:06 WIB

Trending di Riau