Hasrul Sani Siregar, MA
Alumni Hubungan Antarabangsa, IKMAS, UKM, Bangi Selangor Malaysia/Widyaiswara di BPSDM Provinsi Riau
Membaca buku karangan Roger Crowley tentu menambah pengetahuan yang selama ini barangkali belum begitu jelas mengenai negara Turki yang ada saat ini. Buku ini mengungkapkan detik-detik kejatuhan Konstantinopel ibu kota kekaisaran Romawi Timur (Byzantium) ke tangan muslim yang dipimpin oleh tokoh muda Sultan Mehmet II atau yang dikenal dengan Muhammad Al Fatih pada 29 Mei 1453 yang dengan gagahnya beraninya memasuki gerbang Adrianopolis yang saat ini dikenal dengan nama Edirne Kapi. Dari bernama Byzantium, Konstantinopel hingga bernama Istambul. Selama lebih kurang 53 hari pengepungan Konstantinopel l6 April – 29 Mei 1453, maka tercatat dalam sejarah bagaimana kejatuhan Emperium Byzantium beserta kekuasaannya.
Upaya penaklukan kota Konstantinopel selama 8 abad sejak zaman Khalifah Bani Ummayah mengalami kegagalan selama 8 abad dan akhirnya tercatat dalam sejarah bagaimana Khalifah Bani Ummayah menaklukkannya. Sejarah mencatat pada tahun 674-678 M untuk pertama kalinya Konstantinopel dikepung oleh pasukan Muslimin yang berlanjut pada tahun 717-718 M pada masa pemerintahan Al-Walid bin Abdul Malik. Namun keduanya mengalami kegagalan. Pengepungan Konstantinopel kembali dilakukan oleh Dinasti Abbasiyah pada tahun 806 M yang juga mengalami kegagalan. Kemudian dilanjutkan kembali oleh Sultan Murad II dari Daulah Utsmaniyah pada tahun 1421-1422 M yang juga mengalami kekalahan.
Buku 1453 : Detik-detik Jatuhnya Konstantinopel ke tangan Muslim tidak hanya sekedar menjelaskan Konstantinopel hingga berakhirnya kekuasaan Byzantium dan berakhirnya dunia abad pertengahan, juga buku ini menjelaskan kontestasi dua tokoh inspirasional yaitu Sultan Mehmet II dan Kaisar Konstantin XI hingga Konstantinopel berganti nama menjadi Istanbul. Buku yang ditulis oleh Roger Crowley adalah seorang lulusan Cambridge University yang menghabiskan waktunya di kawasan Mediterania. Selain buku ini, dia juga menghasilkan buku Empires of the Sea (2008). Roger Crowley kerap menjadi narasumber tentang Kekaisaran di kawasan Mediterania. Buku ini tentu sangat menarik untuk dibaca tentang perjuangan heroik dalam penaklukan Konstantinopel selama 53 hari dan sejarah panjang Hagia Sophia sebelum menjadi masjid.
Kurun waktu tahun 360 hingga 1204 menjadi gereja Ortodoks Yunani, kemudian menjadi gereja Katolik Roma sejak tahun 1204 hingga 1261, kembali menjadi gereja Ortodoks Yunani tahun 1261 hingga 1453 kemudian menjadi Mesjid tahun 1453 hingga 1935. Kejatuhan Konstantinopel yang dipimpin oleh Sultan Muhammad Al-Fatih, Hagia Sophia menjadi masjid sejak 29 Mei 1453.saat kesultanan Utsmani menguasai Konstantinopel yang berganti dengan Istanbul. Hanya saja pada 1 Februari 1935 hingga tahun 2020 oleh Republik Turki Sekuler, bangunan Hagia Sophia tersebut menjadi museum. Namun pada Jumat, 10 Juli 2020, Hagia Sophia kembali menjadi Masjid setelah pengadilan Turki memutuskan bahwa konversi Hagia Sophia pada tahun 1935 menjadi museum adalah ilegal atau tak sah. Dan sejak tahun 2020 hingga kini menjadi Mesjid.







