RiauKepri.com, SIAK– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak menggelar rangkaian Hari Ulang Tahun ke-27 dengan semarak. Mengusung tema “Siak Harmoni, Melayu Lestari”, perayaan tahun ini tidak sekadar menjadi syukuran tahunan, tetapi juga momentum memperkuat kebersamaan dengan masyarakat sekaligus melestarikan kebudayaan Melayu.
Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, M.Si., mengatakan seluruh rangkaian kegiatan dirancang sederhana dengan mengedepankan kebersamaan, kepedulian sosial, budaya, dan lingkungan. Bahkan menurutnya, kegiatan tersebut mengandalkan kekompakan berbagai pihak tanpa membebani anggaran daerah secara khusus.
“Di tengah efisiensi, alhamdulillah kita tetap bisa menggelar rangkaian HUT Kabupaten Siak ke-27 secara sederhana, tetapi meriah dan merakyat. Tema ini kita ambil untuk mengangkat akar budaya Melayu agar tetap hidup di tengah masyarakat, di tengah perkembangan zaman,” kata Afni, Sabtu (10/10/2026).
Nuansa merakyat itu sudah terasa sejak awal rangkaian perayaan. Para pejabat Pemkab Siak, mulai dari eselon I hingga eselon IV sebagaimana disampaikan Afni, turun langsung ke-14 kecamatan serta seluruh kampung dan kelurahan. Mereka menyalurkan bantuan sosial berupa sembako dengan mendatangi rumah-rumah warga.
Pola ini sengaja dipilih agar pemerintah yang mendatangi masyarakat, bukan sebaliknya. Bantuan diantarkan langsung ke rumah warga sehingga rangkaian HUT tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga kesempatan bagi jajaran pemerintah untuk hadir lebih dekat dan melihat kehidupan masyarakat.
Kepedulian sosial juga diwujudkan melalui kegiatan belanja bersama anak yatim yang berkolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Siak. Anak-anak diberi voucher belanja untuk memilih sendiri kebutuhan mereka. Selain itu, sejumlah kegiatan sosial, buka puasa bersama, tausiyah, dan tabligh akbar turut mewarnai rangkaian perayaan.
Semarak HUT kemudian berlanjut melalui berbagai perlombaan olahraga dan kegiatan antar organisasi perangkat daerah (OPD). Bagi Afni, kegiatan tersebut bukan semata-mata untuk mencari pemenang, melainkan membangun kekompakan dan memperkuat kerja sama antar jajaran pemerintah dalam menjalankan pelayanan kepada masyarakat.
Perhatian terhadap budaya Melayu menjadi benang merah dalam berbagai kegiatan tersebut. Salah satunya melalui lomba lagu Melayu yang mendapat sambutan antusias. Pawai budaya yang digelar pada Sabtu (10/10/2026) juga menjadi salah satu agenda yang menarik perhatian masyarakat.
Pawai itu menjadi pelaksanaan perdana dengan melibatkan OPD sebagai peserta. Afni menyebutkan, lebih dari 2.000 peserta ikut memeriahkan kegiatan tersebut, termasuk 41 kelompok peserta yang berasal dari berbagai OPD dan kecamatan. Seluruh OPD juga mengambil bagian, menjadikan pawai sebagai ruang kebersamaan sekaligus sarana memperkenalkan kekayaan budaya Melayu Siak.
Iring-iringan pawai bergerak dari kawasan bawah Jembatan Siak menuju Rumah Rakyat. Meski hujan turun, antusiasme peserta dan masyarakat tidak surut. Setibanya di Rumah Rakyat, ratusan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut meramaikan suasana. Masyarakat tetap bertahan, bahkan suasana semakin semarak ketika Bupati dan warga bergembira bersama di bawah curah hujan.
“Alhamdulillah, tadi masyarakat sangat antusias. Walaupun hujan, tidak ada yang beranjak dari tempat acara. Justru semakin meriah. Ini menjadi kesyukuran bagi kita. Kita menggelar kegiatan secara sederhana, tetapi kekompakan dan kebersamaan menjadi kekuatan utama,” ujar Afni.
Selain kegiatan sosial dan budaya, rangkaian HUT ke-27 Siak juga diisi agenda lingkungan. Bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Riau, dihadiri Plt Gubernur Riau, Pangdam, Mantan Kapolda Komjen Pol Herry Heryawan, yang sudah menjadi Kabaharkam di Mabes Polri, pemerintah daerah melaksanakan penanaman pohon di kawasan bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Dayun. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, sejalan dengan semangat menjaga Siak untuk generasi mendatang.
Afni mengatakan perayaan tahun ini juga akan diisi kegiatan nikah massal dan sunat massal yang dirangkai dengan adat Melayu. Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Siak ingin memastikan pelestarian budaya tidak berhenti pada pertunjukan atau perlombaan, tetapi hadir dalam kehidupan sosial masyarakat.
Kemeriahan juga akan berlanjut pada Senin (12/10/2026), bertepatan dengan puncak peringatan HUT ke-27 Kabupaten Siak. Pemkab Siak menyiapkan sejumlah kemudahan bagi masyarakat, di antaranya akses gratis ke tempat wisata pada hari tersebut, layanan DAMRI gratis, serta parkir gratis selama dua hari. Pemerintah daerah juga memberikan diskon Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar 50 hingga 100 persen sesuai ketentuan yang berlaku.
Rangkaian kegiatan masih berlanjut dengan sejumlah final perlombaan sebelum upacara peringatan dan rapat paripurna HUT Kabupaten Siak digelar pada 12 Oktober. Melalui perayaan yang menggabungkan kegiatan sosial, budaya, olahraga, dan lingkungan ini, Afni berharap semangat Siak Harmoni, Melayu Lestari tidak berhenti setelah perayaan usai, melainkan tumbuh menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dan cara pemerintah melayani rakyat. (*)







