RiauKepri.com, JAKARTA – Pemerintah tengah mewacanakan kenaikan gaji bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebesar sekitar 16% pada tahun anggaran 2025. Kabar ini disampaikan dalam rapat terbatas antara Presiden Prabowo dan jajaran kementerian ekonomi, sebagai bagian dari strategi menjaga daya beli aparatur negara di tengah dinamika ekonomi global.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa kajian mengenai besaran kenaikan gaji tersebut masih dalam tahap evaluasi, namun proyeksi awal menunjukkan angka sekitar 16%. “Kami mempertimbangkan inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan kemampuan fiskal negara. Kenaikan ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan kinerja para ASN,” ujar Sri Mulyani.
Kenaikan ini, jika direalisasikan, akan menjadi yang terbesar dalam satu dekade terakhir. Pemerintah juga menegaskan bahwa reformasi birokrasi tetap menjadi prioritas, dengan penyesuaian gaji yang berbasis kinerja dan produktivitas.
Di sisi lain, sejumlah pengamat menilai wacana ini harus dibarengi dengan efisiensi belanja negara agar tidak membebani APBN. “Pemerintah perlu memastikan bahwa kenaikan ini tidak mengganggu program-program prioritas lainnya seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur,” kata ekonom dari INDEF, Eko Listiyanto.
Rencana ini akan dibahas lebih lanjut dalam penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025 yang akan disampaikan Presiden pada Agustus mendatang. (RK9/*)
Editor: Dana Asmara







