Menu

Mode Gelap
Sosialisasi B2SA di Ulu Maras, Pemprov Kepri Dorong Pemanfaatan Pangan Lokal dan Ketahanan Keluarga STV di Tambelan, Disdukcapil Bintan Terbitkan 589 Dokumen Kependudukan Prakiraan Cuaca Kepri Kamis, 11 Juni 2026: Tanjungpinang dan Batam Berpotensi Hujan Ringan, Wilayah Kepulauan Dominan Cerah Berawan LAMR: Jangan Diamkan Pelanggaran HAM Kepada Masyarakat Adat Bhabinkamtibmas Desa Bantar Panen Cabai Rawit Dukung Ketahanan Pangan Bina Desa Mahasiswa PBM FIB Unilak Dalami Adat Pernikahan Mempura Siak

Riau

Teriak Kapolda Riau, Minta Pedemo Angkut Sampah Usai Aksi

badge-check


					Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, saat meminta pedemo untuk tertib. Perbesar

Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, saat meminta pedemo untuk tertib.

RiauKepri.com, PEKANBARU– Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan meminta massa aksi dari Kabupaten Pelalawan untuk menjaga kebersihan dan tidak merusak fasilitas umum saat menyampaikan aspirasi. Permintaan ini disampaikan saat Herry menemui ribuan pendemo di depan Kantor Gubernur Riau, Rabu (18/6/2025).

Dalam orasinya, Kapolda menegur langsung pendemo yang menginjak tanaman di area Tugu Zapin dan median Jalan Jenderal Sudirman, lokasi utama unjuk rasa.

“Itu yang di media jalan keluar dulu lah. Karena tanamannya terinjak-injak. Wali Kota susah menjaga Kota Pekanbaru biar orang banyak datang ke sini menanam investasi,” ujar Herry.

Selain menyoroti kerusakan taman, Herry juga menyinggung banyaknya sampah yang ditinggalkan massa aksi di lokasi unjuk rasa. Ia meminta agar peserta aksi bertanggung jawab dan memungut kembali sampah yang berserakan sebelum membubarkan diri.

“Untuk sampah tolong dibawa lagi,” teriak Kapolda dengan pengeras suara.

Kapolda juga mengimbau warga agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban selama aksi berlangsung. Ia menegaskan bahwa aspirasi masyarakat telah diterima oleh Gubernur Riau, Abdul Wahid, dan akan dikawal sesuai prosedur.

Sebelumnya, sekitar 7.000 warga dari Pelalawan mendatangi Kantor Gubernur Riau untuk menolak relokasi mandiri akibat lahan tempat tinggal mereka yang kini masuk dalam kawasan hutan lindung Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Warga meminta gubernur memfasilitasi dialog dengan pemerintah pusat untuk mencari solusi atas penyitaan lahan oleh Satgas Penanganan Kawasan Hutan (PKH) pekan lalu. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

LAMR: Jangan Diamkan Pelanggaran HAM Kepada Masyarakat Adat

10 Juni 2026 - 21:13 WIB

PT BSP dan Fakultas Teknik UNRI Bahas Kerja Sama Program Magang Berdampak

8 Juni 2026 - 18:19 WIB

Tulang Politik

7 Juni 2026 - 09:32 WIB

Pasar Sosial

7 Juni 2026 - 06:36 WIB

Tinggal Senging

6 Juni 2026 - 08:01 WIB

Trending di Minda