Menu

Mode Gelap
Prakiraan Cuaca Kepri, Senin 27 Juli 2026: Tanjungpinang hingga Anambas Berpotensi Diguyur Hujan Ringan Edarkan Sabu, Pria Berinisial MR Diamankan Satresnarkoba Polres Bengkalis Reses di Letung, Ismeth Abdullah Tampung Aspirasi Warga Jemaja soal Listrik, Kesehatan, dan Infrastruktur Kenduri dan Festival Durian Bintan 2026, Perkuat Identitas Pariwisata dan Budaya Tarik 650 Peserta Lokal dan Mancanegara, Bintan Trekking 2026 Dongkrak Pariwisata dan UMKM Bhabinkamtibmas Desa Alahair Cek Peternakan Kambing Warga Dukung Ketahanan Pangan

Riau

Saat Kunjungi PLG Minas, Afni Soroti Konflik Satwa dan Manusia di Siak

badge-check

Bupati Siak, Afni Zulkifli, saat berkunjung ke 
PLG Minas. Perbesar

Bupati Siak, Afni Zulkifli, saat berkunjung ke PLG Minas.

RiauKepri.com, SIAK– Bupati Siak, Afni Zulkifli, menyampaikan keprihatinannya terhadap konflik ruang hidup antara manusia dan satwa liar yang semakin sering terjadi di wilayah Kabupaten Siak. Hal ini ia sampaikan melalui akun Facebook resminya saat melakukan kunjungan kerja sekaligus berkemah bersama anak-anak di Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas.

“Sesungguhnya di Siak antara manusia dan satwa sedang terjadi perebutan ruang hidup. Konflik ini jika tidak dimitigasi sejak dini, bagai bom waktu yang terus berdetak dan kapan saja bisa meledak,” tulis Afni.

Dalam kunjungannya, Bupati Afni menekankan pentingnya edukasi sejak dini mengenai kehidupan satwa liar, khususnya gajah-gajah jinak yang kini dirawat di PLG Minas setelah menjadi korban konflik dengan manusia. Ia mengajak masyarakat untuk mengenal lebih dekat kehidupan gajah dan bahkan merasakan pengalaman langsung memandikan satwa tersebut.

“Di sini bisa melihat pola hidup keseharian gajah, dan bisa ikut merasakan sensasi mandikan gajah. Jangan lupa kalau ke sini bawa buah dan gula merah. Sedekah untuk gajah,” ujarnya.

Pada malam hari, Bupati turut berdiskusi langsung di lapangan bersama Kepala Balai Besar KSDA Riau, Supartono, membahas strategi mitigasi konflik antara manusia dan satwa liar seperti gajah dan harimau, yang dilaporkan mulai sering masuk ke permukiman warga.

Diskusi juga mencakup kondisi perkampungan yang berada dalam kawasan hutan dengan berbagai status, seperti Suaka Margasatwa (SM), Hutan Lindung, Hutan Produksi, dan Hutan Produksi Terbatas.

Afni juga mengajak masyarakat untuk berwisata alam ke PLG Minas, yang berjarak sekitar 30–40 menit dari Kota Pekanbaru.

“Silakan yang ingin berwisata alam dan camping, lokasinya ada di PLG Minas. Jangan lupa bawa buah-buahan dan gula merahnya untuk Togar dan kawan-kawan,” ajaknya.

PLG Minas menjadi salah satu lokasi penting konservasi gajah di Riau dan kini juga berfungsi sebagai tempat wisata edukatif untuk mendekatkan masyarakat dengan upaya pelestarian satwa liar. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Sayang Bini

26 Juli 2026 - 09:55 WIB

Siak Masuk Daftar Daerah Terbaik untuk Investasi Versi Fortune Indonesia

26 Juli 2026 - 07:37 WIB

Kelemahan Melayu

25 Juli 2026 - 06:32 WIB

Bupati Afni dan Menkeu Purbaya Bertemu, Suasana Reuni Warnai Silaturahmi

24 Juli 2026 - 22:34 WIB

Dukung Program Unggulan Kapolda Riau, Ditpolairud dan Polres Rohil Gelar Aksi ‘JALUR’ di Panipahan

24 Juli 2026 - 21:36 WIB

Trending di Riau