RiauKepri.com, PEKANBARU- Pacu Jalur bukan sekadar perlombaan perahu panjang di atas Sungai Kuantan. Di tangan anak-anak Kuansing, tradisi ini menjelma jadi panggung budaya yang memesona dunia. Tahun ini, Panitia Pacu Jalur Nasional 2025 tak hanya menjanjikan hadiah uang tunai hingga Rp150 juta untuk para pemenang, tapi juga mengusulkan kembalinya hadiah tradisional, hewan ternak.
Ketua Panitia, Werry Ramadhana Putera, menyebut ide hadiah ternak bukan sekadar nostalgia. “Dulu, juara Pacu Jalur membawa pulang sapi atau kambing, yang kemudian dikembangkan untuk kebutuhan jalur mereka. Ini tradisi yang punya nilai keberlanjutan dan filosofi gotong royong,” ujarnya.
Usulan ini lahir dari semangat melestarikan kearifan lokal, sejalan dengan popularitas Pacu Jalur yang makin mendunia. Tak hanya warga Kuansing, kini para pejabat dan tokoh nasional ikut merayakan aura budaya ini, termasuk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Gubernur Riau Abdul Wahid yang ikut memeriahkan tren “aura farming” julukan netizen untuk gerak tari khas Rayyan Arkan Dikha di haluan perahu.
Tahun lalu, ajang Pacu Jalur menyedot 225 tim dari desa-desa seantero Riau, lengkap dengan nama-nama jalur yang unik dan penuh makna, tak hanya sekadar identitas, tetapi simbol semangat dan filosofi hidup. Tahun ini, panitia memperkirakan jumlah peserta akan melonjak hingga 250 tim.
“Nama-nama jalur itu punya cerita sendiri. Kadang dari legenda, kadang dari tokoh masyarakat atau harapan kolektif. Ini yang membuat Pacu Jalur berbeda,” kata Werry.
Rincian Hadiah Pacu Jalur Nasional 2024:
Juara I: Rp150 juta
(Rp80 juta dari APBD Kuansing, Rp70 juta dari APBD Riau)
Juara II: Rp130 juta
Juara III: Rp115 juta
Juara IV: Rp95 juta
Juara V: Rp80 juta
Juara VI: Rp65 juta
Juara VII: Rp45 juta
Juara VIII: Rp35 juta
Juara IX: Rp27 juta
Juara X: Rp23,5 juta
Juara XI–XV: Masing-masing Rp20 juta
“Sumber dana hadiah berasal dari APBD Kabupaten Kuantan Singingi dan Provinsi Riau,” beber Werry. (RK1)







