KIPRAHNYA di dunia kesenian, khususnya randai tak perlu diragukan lagi. Meski usianya makin menua, kecintaannya pada kesenian tradisional ini tidak pernah pudar.
Itulah Firdaus yang belakangan ini akrab disapa Jokowi. Gelar maestro randai dari Sentajo, Kecamatan Sentajo Raya, Kuantan Singingi, Riau layak disematkan pada dirinya.
Lawuk – begitu dulu sapaan akrabnya dikenal sebagai penyanyi di kesenian randai. Sebagai penyanyi belum ada yang bisa menandingi suaranya yang empuk tersebut.
Suaranya yang merdu bak bulu perindu mengingatkan orang pada penyanyi dangdut Arafik dan Megi Z.
Sejak menggeluti randai diusia belasan tahun hingga sekarang cengkok suaranya tetap konsisten.
Itulah kelebihan Firdaus. Sang maestro randai dari Sentajo, Kecamatan Sentajo Raya, Kuantan Singingi ini mengaku tidak tau kapan berhenti pensiun dari dunia randai.
“Saya cinta mati dengan kesenian randai. Jiwa dan raga saya ada di situ (randai),” ujar anak sulung pasangan Abu Nawas dan Sulai ini tersenyum.
Itulah Firdaus… sang maestro yang cinta mati dengan randai.
*) Penulis: Sahabat Jang Itam









