RiauKepri.com, SIAK- Bupati Siak Afni Zulkifli mengungkap kondisi keuangan Pemerintah Kabupaten Siak yang tengah mengalami tekanan berat. Melalui akun Facebook pribadinya pada Sabtu tengah malam (19/7/2025), ia memaparkan kondisi fiskal daerah yang sempit dan menegaskan pentingnya kehati-hatian serta keterbukaan dalam pengelolaan anggaran.
Afni menyebut, per 16 Juli 2025, kas daerah (Kasda) hanya tersisa sekitar Rp16 miliar. Sementara kewajiban pembayaran yang harus ditunaikan pemerintah daerah mencapai tiga kali lipat dari jumlah tersebut dan bersifat mendesak.
“Uang darimana menutup kekurangannya? Kewajiban mana dulu yang harus dibayar? Bagaimana konsekuensi jika tak dibayar? Disinilah letak pentingnya kebijaksanaan pemimpin saat membelanjakan setiap rupiah uang rakyat,” tulis Afni.
Di tengah keterbatasan tersebut, Pemkab Siak menurutnya telah menunaikan sejumlah kewajiban, seperti pembayaran sebagian gaji ke-13 pegawai, pelunasan utang, serta pembayaran kegiatan di beberapa OPD krusial. Ia juga menyatakan prioritas berikutnya adalah pembayaran gaji guru MDA se-Kabupaten Siak, sembari menunggu pendapatan daerah kembali masuk.
Afni mengaku terinspirasi dari Pemerintah Kota Surabaya yang telah membangun sistem e-performance sejak 15 tahun lalu. Ia menilai Surabaya berhasil melampaui tiga periode kepemimpinan dengan inovasi tata kelola pemerintahan yang kini mulai membuahkan hasil.
“Saat kita baru memulai e-budgeting, mereka sudah sampai ke sistem e-performance. Setiap PNS mendapatkan bonus kerja sesuai kinerja, dan semuanya bisa diakses Walikota hanya dengan satu klik, bahkan bisa juga dilihat publik,” ungkapnya.
Lebih jauh, Afni menyampaikan visinya untuk membangun sistem keuangan yang transparan dan digital, masyarakat dapat mengakses informasi anggaran kapanpun dan di manapun.
“Mimpi saya, kelak semua laporan keuangan tidak lagi eksklusif hanya milik elit. Seorang petani di sawah bisa tahu anggaran irigasi lahannya, atau buruh kasar tahu dana subsidi pendidikan anaknya,” kata dia.
Afni menyadari masa jabatan yang terbatas, namun menyatakan tekadnya untuk meletakkan dasar sistem pemerintahan yang lebih terbuka dan modern. Ia memproyeksikan tahun pertama pemerintahannya sebagai masa sulit, namun berharap perbaikan mulai terasa di tahun-tahun berikutnya.
“Tahun ke-2 Siak tertengkak-tengkak. Tahun ke-3 mulai berjalan. Tahun ke-4: mulai berlari. Tahun ke-5 semakin kencang berlari. Silakan kalau di masa ini mau ganti bupati,” ucap Afni.
Afni menutup pernyataan dengan ajakan kepada seluruh jajaran birokrasi Pemkab Siak untuk meninggalkan gaya lama dan menyambut era keterbukaan serta efisiensi demi memenuhi harapan rakyat. (RK5)







