Menu

Mode Gelap
Peringati Hari Nelayan, Polsek Kundur Dayung Sepeda ke Ungar, Sambil Serahkan Baju Pelampung dan Sembako Untuk Nelayan Teken PKS, Kolaborasi Pemkab Bintan dan Kejari Bintan Tangani Hukum Bidang DATUN BRK Syariah Dampingi ASN Pra Pensiun dan Pensiunan Tanjungpinang-Bintan dalam Ramah Tamah dan Layanan Syariah Penguatan Budaya “BerAKHLAK” Jadi Strategi Sekretariat DPRD Riau Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik 32 PMI Deportasi Tiba di Dumai, Pulang dengan Harap Baru Usai Lebaran Warga Minas Tutup Jalan Provinsi, Bupati Siak Lapor Gubernur Riau

Internasional

Pangeran Wafat Setelah 19 Tahun Koma, Ini Profil dan Kronologisnya

badge-check


					Pangeran Al-Waleed bin Khaled bin Talal Al-Saud. F: Net Perbesar

Pangeran Al-Waleed bin Khaled bin Talal Al-Saud. F: Net

RiauKepri.com, RIYADH — Setelah hampir dua dekade menjadi simbol harapan dan keteguhan hati keluarga kerajaan Arab Saudi, Pangeran Al-Waleed bin Khaled bin Talal Al-Saud, yang dijuluki “Pangeran Tidur” (The Sleeping Prince), meninggal dunia pada Sabtu, 19 Juli 2025, dalam usia 36 tahun.

Kabar duka ini dikonfirmasi secara resmi oleh Istana Kerajaan Saudi dan disampaikan melalui Saudi Press Agency (SPA). Ini sekaligus menandai akhir dari kisah tragis yang menyentuh banyak hati di dunia Arab dan internasional.

Salat jenazah untuk almarhum dilaksanakan pada Ahad, 20 Juli 2025, setelah salat Ashar di Masjid Imam Turki bin Abdullah, Riyadh. Salat khusus untuk wanita diselenggarakan di Rumah Sakit Spesialis King Faisal setelah salat Dzuhur.

Kematian Pangeran Al-Waleed menjadi momen reflektif atas kesabaran, pengharapan, dan ketulusan keluarga kerajaan dalam menghadapi ujian panjang selama hampir dua dekade. Masa berkabung dijalankan selama tiga hari oleh pihak keluarga dan anggota Kerajaan Arab Saudi.

Profil Singkat

Lahir pada April 1990, Pangeran Al-Waleed adalah putra sulung dari Pangeran Khaled bin Talal Al-Saud dan keponakan dari miliarder ternama, Pangeran Al-Waleed bin Talal.

Sejak muda, ia menunjukkan dedikasi tinggi dengan mengikuti pelatihan militer di London, mempersiapkan diri untuk masa depan sebagai perwira militer kerajaan.

Namun, jalan hidupnya berubah drastis saat remaja, mengubah masa depannya dari penuh potensi menjadi perjalanan panjang melawan koma.

Kronologis

Tragedi bermula pada tahun 2005 ketika Pangeran Al-Waleed mengalami kecelakaan mobil parah saat berusia 15 tahun. Kecelakaan tersebut menyebabkan pendarahan otak yang serius serta cedera internal berat. Ia langsung diterbangkan ke Arab Saudi dan mendapat perawatan intensif di King Abdulaziz Medical City, Riyadh.

Sejak itu, sang pangeran berada dalam kondisi koma, hanya menunjukkan sedikit reaksi sesekali terhadap suara atau sentuhan, namun tak pernah benar-benar sadar. Selama 19 tahun, ia bergantung pada alat bantu hidup, termasuk ventilator dan perawatan intensif 24 jam.

Meski demikian, video-video yang menunjukkan reaksi kecilnya terhadap bacaan Al-Qur’an viral di media sosial dan memperkuat harapan bahwa ia masih memiliki kesadaran spiritual, walau terbatas.

Sosok Sentral

Salah satu sosok sentral dalam kisah ini adalah sang ayah, Pangeran Khaled bin Talal, yang dikenal publik sebagai figur religius dan penuh keyakinan. Ia menolak berbagai usulan medis untuk menghentikan dukungan hidup anaknya, dan terus menunjukkan keteguhan iman bahwa sang anak akan pulih.

Melalui platform X (dulu Twitter), Pangeran Khaled rutin membagikan kabar perkembangan kondisi sang anak serta doa dan refleksi spiritual yang menginspirasi banyak pengikutnya.

Bahkan hingga hari-hari terakhir, ia tetap mengunggah doa dan harapan, sebelum akhirnya mengumumkan kematian putranya dengan pesan menyentuh:

“Dengan hati yang tunduk pada takdir Allah dan duka mendalam, kami mengumumkan wafatnya putra tercinta kami, Pangeran Al-Waleed bin Khaled bin Talal bin Abdulaziz Al-Saud. Semoga Allah merahmatinya.” (Red)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diterima di 13 Kampus Luar Negeri, Siswa MAN 2 Pekanbaru Kejar Beasiswa Demi Ringankan Orangtua

7 April 2026 - 21:01 WIB

Krisis BBM Filipina Lumpuhkan Transportasi, Warga Beralih Jalan Kaki

27 Maret 2026 - 17:15 WIB

Irak “Main Dua Kaki”: Restui Milisi Pro-Iran Hadapi AS di Tengah Tekanan Konflik Regional

26 Maret 2026 - 20:25 WIB

Pasang Badan untuk Pemimpin Baru Iran, China Kecam Keras AS – Israel

10 Maret 2026 - 07:12 WIB

Kabar Eks Presiden Iran Ahmadinejad Gugur, Picu Peningkatkan Konflik

2 Maret 2026 - 06:32 WIB

Trending di Internasional