Menu

Mode Gelap
Polres Bengkalis Ungkap Kasus Dugaan Peredaran Sabu di Bengkalis, Satu Orang Diamankan Polsek Pinggir Gagalkan Peredaran Sabu, Pengedar Diamankan dengan Barang Bukti 1,96 Gram Dua Pengedar Sabu Ditangkap di Bengkalis, Polres Tegaskan Komitmen Dukung Program P4GN Prakiraan Cuaca Kepri, Senin 27 Juli 2026: Tanjungpinang hingga Anambas Berpotensi Diguyur Hujan Ringan Edarkan Sabu, Pria Berinisial MR Diamankan Satresnarkoba Polres Bengkalis Reses di Letung, Ismeth Abdullah Tampung Aspirasi Warga Jemaja soal Listrik, Kesehatan, dan Infrastruktur

Internasional

Pangeran Wafat Setelah 19 Tahun Koma, Ini Profil dan Kronologisnya

badge-check

Pangeran Al-Waleed bin Khaled bin Talal Al-Saud. F: Net Perbesar

Pangeran Al-Waleed bin Khaled bin Talal Al-Saud. F: Net

RiauKepri.com, RIYADH — Setelah hampir dua dekade menjadi simbol harapan dan keteguhan hati keluarga kerajaan Arab Saudi, Pangeran Al-Waleed bin Khaled bin Talal Al-Saud, yang dijuluki “Pangeran Tidur” (The Sleeping Prince), meninggal dunia pada Sabtu, 19 Juli 2025, dalam usia 36 tahun.

Kabar duka ini dikonfirmasi secara resmi oleh Istana Kerajaan Saudi dan disampaikan melalui Saudi Press Agency (SPA). Ini sekaligus menandai akhir dari kisah tragis yang menyentuh banyak hati di dunia Arab dan internasional.

Salat jenazah untuk almarhum dilaksanakan pada Ahad, 20 Juli 2025, setelah salat Ashar di Masjid Imam Turki bin Abdullah, Riyadh. Salat khusus untuk wanita diselenggarakan di Rumah Sakit Spesialis King Faisal setelah salat Dzuhur.

Kematian Pangeran Al-Waleed menjadi momen reflektif atas kesabaran, pengharapan, dan ketulusan keluarga kerajaan dalam menghadapi ujian panjang selama hampir dua dekade. Masa berkabung dijalankan selama tiga hari oleh pihak keluarga dan anggota Kerajaan Arab Saudi.

Profil Singkat

Lahir pada April 1990, Pangeran Al-Waleed adalah putra sulung dari Pangeran Khaled bin Talal Al-Saud dan keponakan dari miliarder ternama, Pangeran Al-Waleed bin Talal.

Sejak muda, ia menunjukkan dedikasi tinggi dengan mengikuti pelatihan militer di London, mempersiapkan diri untuk masa depan sebagai perwira militer kerajaan.

Namun, jalan hidupnya berubah drastis saat remaja, mengubah masa depannya dari penuh potensi menjadi perjalanan panjang melawan koma.

Kronologis

Tragedi bermula pada tahun 2005 ketika Pangeran Al-Waleed mengalami kecelakaan mobil parah saat berusia 15 tahun. Kecelakaan tersebut menyebabkan pendarahan otak yang serius serta cedera internal berat. Ia langsung diterbangkan ke Arab Saudi dan mendapat perawatan intensif di King Abdulaziz Medical City, Riyadh.

Sejak itu, sang pangeran berada dalam kondisi koma, hanya menunjukkan sedikit reaksi sesekali terhadap suara atau sentuhan, namun tak pernah benar-benar sadar. Selama 19 tahun, ia bergantung pada alat bantu hidup, termasuk ventilator dan perawatan intensif 24 jam.

Meski demikian, video-video yang menunjukkan reaksi kecilnya terhadap bacaan Al-Qur’an viral di media sosial dan memperkuat harapan bahwa ia masih memiliki kesadaran spiritual, walau terbatas.

Sosok Sentral

Salah satu sosok sentral dalam kisah ini adalah sang ayah, Pangeran Khaled bin Talal, yang dikenal publik sebagai figur religius dan penuh keyakinan. Ia menolak berbagai usulan medis untuk menghentikan dukungan hidup anaknya, dan terus menunjukkan keteguhan iman bahwa sang anak akan pulih.

Melalui platform X (dulu Twitter), Pangeran Khaled rutin membagikan kabar perkembangan kondisi sang anak serta doa dan refleksi spiritual yang menginspirasi banyak pengikutnya.

Bahkan hingga hari-hari terakhir, ia tetap mengunggah doa dan harapan, sebelum akhirnya mengumumkan kematian putranya dengan pesan menyentuh:

“Dengan hati yang tunduk pada takdir Allah dan duka mendalam, kami mengumumkan wafatnya putra tercinta kami, Pangeran Al-Waleed bin Khaled bin Talal bin Abdulaziz Al-Saud. Semoga Allah merahmatinya.” (Red)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Kisah Petugas Haji Asal Batam: Saibansah dan Seteguk Air di Tanah Suci

19 Juni 2026 - 20:59 WIB

Peringatan Tsunami di Indonesia Berakhir, Korban Gempa Filipina Bertambah

8 Juni 2026 - 14:02 WIB

Jemaah Haji Siak di Arafah, Puncak Ibadah Haji Dimulai

26 Mei 2026 - 13:49 WIB

Walikota Batam ‘Dikerubungi’ Wartawan Nasional di Tanah Suci Makkah

23 Mei 2026 - 12:33 WIB

GA CAJ 2026 Digelar 27–30 April, Bahas Suksesi Kepemimpinan hingga Era Jurnalisme AI

27 April 2026 - 15:09 WIB

Trending di Internasional