Menu

Mode Gelap
Sambut Ramadhan 1447 H, PKK dan Kader Posyandu Isi Tausiyah dan Salurkan Paket Sembako Dua Pria Nekat Garap Hutan Lindung TWA Sungai Dumai Jadi Kebun Sawit Polsek Rangsang Bantu Korban Kebakaran Rumah Hanya Tiga Perusahaan Resmi Tambang Pasir di Bintan, Selain Itu Illegal Jemput Bola ke Pulau-Pulau, Imigrasi Selatpanjang Luncurkan Program Limau 1500 Paket Habis Terjual dalam Pasar Murah AMT di Meranti

Riau

Parah! Karhutla di Riau Meluas, Asap Sampai Malaysia, Helikopter Water Bombing Rusak

badge-check


					Karhutla di Riau (Foto: ist) Perbesar

Karhutla di Riau (Foto: ist)

RiauKepri.com, PEKANBARU- Akhir pekan minggu kedua Juli 2025 ini, harus menjadi petanda bagi pihak pemangku kepentingan, jerebu alias asap akibat kebakaran hutan sudah mulai mengazab masyarakat. Gara-gara jerebu, membuat negeri ini malu dengan negara jiran. Makanya, perlu persiapan jauh hari agar peralatan yang dibutuh tidak rusak sebelum dipakai.

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali melanda sejumlah wilayah di Provinsi Riau dengan skala cukup besar, terutama di Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kampar, dan Pelalawan. Kebakaran ini memicu ancaman kabut asap lintas batas hingga ke wilayah Malaysia.

Di Rokan Hulu, sekitar 20 hektare hutan terbakar, sementara di Rokan Hilir, kebakaran di lahan gambut menghasilkan asap tebal. Tim Satgas Karhutla Riau terus melakukan upaya pemadaman, namun kondisi cuaca panas dan angin kencang memperparah situasi.

Asap Terpantau ke Malaysia

Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru menunjukkan asap dari kebakaran hutan di Riau telah terdeteksi melintasi perbatasan ke arah timur laut dan masuk wilayah Teluk Kemang, Negeri Sembilan, Malaysia.

“Kalau dilihat dari peta sebaran asap, asap tersebut menuju ke wilayah Malaysia,” ujar Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Bibin Sulianto.

Helikopter Rusak, Pemadaman Terhambat

Babinsa Koramil 13/Rokan IV Koto, Kodim 0313/KPR, Sertu Suwendi, melaporkan bahwa api di Kecamatan Rokan IV Koto meluas karena medan berat, tiupan angin kencang, dan tidak tersedianya sumber air di lokasi. Petugas gabungan terpaksa memadamkan api secara manual menggunakan kayu.

Permintaan bantuan helikopter water bombing belum terpenuhi. Kepala BPBD Riau, Edy Afrizal, menyebutkan heli tersebut sedang dalam perbaikan.

“Helikopter water bombing lagi perbaikan. Pak bupati (Rohul) sudah nelpon tadi malam minta bantuan helikopter,” kata Edy.

Pembakar Hutan Kejahatan Serius

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heriawan turun langsung ke lokasi titik api di Kecamatan Kubu, Kabupaten Rokan Hilir, sebagai bentuk keseriusan penanganan Karhutla. Ia menegaskan komitmen penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran.

“Kami tidak main-main. Penegakan hukum dilakukan secara cepat, tepat, dan transparan. Pembakaran hutan adalah kejahatan serius,” tegas Kapolda.

Komitmen penindakan hukum juga ditunjukkan Polres Kuantan Singingi. Satreskrim Polres Kuansing menangkap seorang tersangka berinisial Su karena diduga membakar lahan di Desa Kalimanting, Kecamatan Benai.

Kasat Reskrim AKP Shilton mengatakan tersangka dijerat dengan Pasal 108 UU No. 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan, yang memuat ancaman hukuman berat bagi pelaku pembakaran. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dua Pria Nekat Garap Hutan Lindung TWA Sungai Dumai Jadi Kebun Sawit

12 Februari 2026 - 16:39 WIB

Milad ke-6, JMSI Inhu Taja HPN 2026 dan Perkuat Sinergi dengan Pemda

12 Februari 2026 - 13:33 WIB

Siak Masih Terfokus Pada Masa Klasik

12 Februari 2026 - 12:27 WIB

Khawatir Melarikan Diri, Oknum Kades Tarai Bangun Ditahan Polres Kampar

12 Februari 2026 - 12:13 WIB

Enam Hari Berjibaku Karhutla di Desa Damai, Hotspot Riau Terbanyak di Sumatera

12 Februari 2026 - 10:52 WIB

Trending di Bengkalis