Menu

Mode Gelap
Pemkab Siak Kukuhkan SOTK Baru, Terjadi Mutasi Demi Kelancaran Pembayaran Gaji ASN Ikuti Seminar Peningkatan Mutu Akademik, Puluhan Mahasiswa Unilak Muntah 3 Rumah di Dusun Nadi Bangka Tengah Terseret Arus Banjir, PT TIMAH Tbk Salurkan 300 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Sepuluh Kepala Daerah dan Tiga Wartawan Raih Trofi Abyakta di HPN 2026 Prakiraan Cuaca Kepri Selasa, 13 Januari 2026: Hujan Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah, Masyarakat Diimbau Waspada Kecelakaan Tunggal di Pelalawan, Sepasang Karyawan Bank Tewas

Riau

Balik Lagi, Riau Catat Hotspot Terbanyak di Sumatera

badge-check


					Petugas melakukan pendinginan setelah api padam di tanah gambut. Perbesar

Petugas melakukan pendinginan setelah api padam di tanah gambut.

RiauKepri.com, PEKANBARU- Balik lagi Provinsi Riau kembali tercatat jumlah titik panas (hotspot) terbanyak di Pulau Sumatera. Hal ini berdasarkan data BMKG per Selasa (30/7/2025) pukul 23.00 WIB, terdapat 59 hotspot terpantau di wilayah bumi lancang kuning ini.

Jumlah tersebut menempatkan Riau di posisi teratas dibanding provinsi lain, seperti Aceh (38 titik), Sumatera Selatan (26 titik), dan Bangka Belitung (27 titik).

Hotspot di Provinsi Riau tersebar di sejumlah wilayah, terbanyak di Kabupaten Rokan Hilir dengan 19 titik dan Kepulauan Meranti sebanyak 18 titik.

Forecaster On Duty BMKG Stasiun Pekanbaru, Deby C., menyebutkan kondisi cuaca di Riau hari ini didominasi oleh cuaca cerah berawan hingga hujan ringan-sedang di beberapa wilayah. Hujan diprakirakan terjadi di pagi hingga malam hari, terutama di wilayah Siak, Kampar, Pelalawan, Kuansing, Bengkalis, Inhu, Inhil, Kepulauan Meranti, dan Kota Pekanbaru.

BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah daerah tersebut.

Secara umum, suhu udara di Riau berkisar antara 23,0 – 33,0 °C dengan kelembapan 55 – 98 persen. Angin bertiup dari tenggara ke selatan dengan kecepatan 10 – 30 km/jam. Gelombang laut di wilayah perairan Riau diperkirakan setinggi 0,5 – 1,25 meter atau dalam kategori rendah.

BMKG mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla), mengingat tren peningkatan hotspot di wilayah tersebut. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Siak: Jika Belum Bisa Melayani dengan Baik, Jangan Malu Minta Maaf

12 Januari 2026 - 14:53 WIB

PT BSP Berprestasi dan Peduli, Konsisten Jaga Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat

12 Januari 2026 - 12:40 WIB

Pengungkapan Sumpah Bertandatangan Gubernur Riau (Berhalangan Sementara) Abdul Wahid

12 Januari 2026 - 09:45 WIB

Pakar: Pipa Gas PT TGI Meledak Lagi Karena Tidak Ada Inspeksi Menyeluruh

11 Januari 2026 - 11:45 WIB

Sultan Menangis

11 Januari 2026 - 07:32 WIB

Trending di Minda