Menu

Mode Gelap
Anggota DPRD Batam Ir Anang Adhan Hadiri Pelepasan Ratusan Jamaah Calon Haji di Masjid Agung Raja Hamidah Tes Urine di Kantor Camat Bantan, 3 Pegawai Positif Prakiraan Cuaca Kepri Jumat, 17 April 2026: Hujan Ringan Hingga Sedang Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah Sekda Ronny Kartika Paparkan Indeks Profesionalitas ASN pada Latsar CPNS Bintan Angkatan XXI Pencarian Korban Lompat dari Kapal Dumai Line Dihentikan? Pengembangan Kasus, Polsek Bukit Batu Ringkus Dua Pengedar Sabu di Dumai

Meranti

Polisi ‘Geruduk’ Kantor Desa di Meranti, Ada Apa?

badge-check


					Polisi ‘Geruduk’ Kantor Desa di Meranti, Ada Apa? Perbesar

RiauKepri.com, MERANTI – Suasana berbeda tampak di Kantor Desa Batin Suir, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti, Senin (4/8/2025) pagi.

Sejumlah personel Polsek Tebing Tinggi terlihat hadir dan memenuhi ruangan kantor desa. Bukan untuk penindakan hukum, namun untuk kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kegiatan yang digelar pada pukul 09.00 WIB ini dipimpin langsung oleh Kanit Binmas Polsek Tebing Tinggi, Aiptu Djoko Susilo. Hadir pula Kepala Desa Batin Suir, Anwar A.Ma, Bhabinkamtibmas Desa Lukun Aipda Adi Kusuma, Bhabinkamtibmas Desa Teluk Buntal Brigadir Yorri Permana, serta Ba Unit Intelkam Polsek Tebing Tinggi Bripda David Parulian Sitio. Enam orang perangkat desa turut serta dalam diskusi tersebut.

FGD ini digelar sebagai langkah preventif untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kecamatan Tebing Tinggi. Dalam kegiatan tersebut, disampaikan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga lingkungan dan melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas pembakaran hutan atau lahan.

“Kegiatan ini bertujuan mengedukasi masyarakat agar memahami bahaya karhutla serta sanksi hukum bagi pelakunya,”ujar Kapolsek Tebing Tinggi, Iptu Daniel Bakara, mewakili Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi, SH, SIK, MH.

Harapannya, kegiatan seperti ini dapat mendorong kesadaran kolektif warga dalam menjaga kelestarian alam dan menghindari praktik-praktik yang dapat memicu terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla). (RK12).

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pencarian Korban Lompat dari Kapal Dumai Line Dihentikan?

16 April 2026 - 20:38 WIB

Oknum Guru Honorer di Meranti Ditangkap

16 April 2026 - 11:51 WIB

Polsek Rangsang Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Kebakaran di Tanjung Kedabu 

15 April 2026 - 16:48 WIB

Menanam Harapan, Menuai Kemandirian, Lapas Selatpanjang Gelar Panen Raya

15 April 2026 - 15:15 WIB

Tempat Hiburan Di Meranti Dirazia, Dua Pengunjung Negatif Narkoba

14 April 2026 - 14:16 WIB

Trending di Meranti