Menu

Mode Gelap
TJA Minta Maxim Stop Rekrutmen Driver Baru, Tunduk Terhadap Pergub Tarif Atas Bawah MTI Kepri: DPRD dan Dishub Sebaiknya Beri Pemahaman, Bukan Harapan Palsu kepada Driver Online Prakiraan Cuaca Kepri Rabu, 11 Februari 2026: Hujan Ringan Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah Telan Anggaran Rp233,48 Juta, DPRD Meranti Tinjau Pembangunan Duiker Simpang Puskemas Zona Integritas Diresmikan, Imigrasi Selatpanjang Bidik WBK dan WBBM Kades Batu Berapit Apresiasi Wartawan Anambas, Berkah Terima Bantuan Sembako HPN 2026

Pekanbaru

Goresan Hati Seorang Gubernur: “Syair Negeri Bedelau” Persembahan Cinta untuk Riau

badge-check


					Cover buku “Syair Negeri Bedelau”, karya Gubernur Riau H. Abdul Wahid, M.Si. Perbesar

Cover buku “Syair Negeri Bedelau”, karya Gubernur Riau H. Abdul Wahid, M.Si.

RiauKepri.com, PEKANBARU – Di balik gemerlap peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Riau, terselip momen menyentuh ketika Gubernur Riau H. Abdul Wahid, M.Si., meluncurkan buku syair karyanya sendiri, Syair Negeri Bedelau, Kamis malam (7/8), di halaman SMAN 1 Pekanbaru. Buku ini bukan hanya kumpulan bait sastra, melainkan ungkapan cinta seorang anak negeri kepada tanah kelahirannya.

Dengan 164 bait yang ditulis langsung oleh sang gubernur, buku ini menjadi penanda bahwa pemimpin tak hanya berbicara dalam bahasa kebijakan, tetapi juga dalam bahasa hati. Di hadapan para tokoh adat, budayawan, dan masyarakat, Gubernur Wahid menyampaikan bahwa buku tersebut lahir dari kegelisahan dan harapan, sebagai “penjaga marwah dan penuntun tuah” bagi Riau.

“Syair adalah cahaya batin. Melalui buku ini, saya ingin menyalakan lentera kecil agar bangsa ini tidak kehilangan arah dan akarnya,” tutur Gubernur Wahid dalam sambutannya, dengan suara yang sempat bergetar.

Disunting oleh Benni Ihsan dan diterbitkan oleh Salmah Publishing, buku ini akan didistribusikan ke sekolah, perpustakaan, dan pusat kebudayaan di seluruh Riau. Tujuannya jelas: agar anak-anak Riau tumbuh mengenal siapa dirinya, dari mana ia berasal, dan nilai-nilai apa yang harus dijaga.

Peluncuran Syair Negeri Bedelau menjadi lebih dari sekadar seremoni sastra. Ia adalah pernyataan bahwa budaya bukan barang museum, tetapi warisan hidup yang terus tumbuh bersama manusia yang mencintainya. Dalam bait-bait itu, tersembunyi suara hati seorang pemimpin yang ingin meninggalkan jejak bukan hanya di papan nama, tapi di jiwa generasi yang akan datang. (RK5)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Harimau Sumatera Masuk Permukiman Warga Siak, Ternak Ayam dan Kucing Jadi Mangsa

9 Februari 2026 - 18:56 WIB

Bentrok Berdarah di Rohul, Satu Tewas, Polisi Amankan 12 Orang

9 Februari 2026 - 13:47 WIB

Kenduri Wartawan

8 Februari 2026 - 11:13 WIB

LAMR Kecam Perburuan Gajah di Pelalawan, Serukan Warisi Alam untuk Anak Cucu

7 Februari 2026 - 07:53 WIB

Gading

7 Februari 2026 - 06:20 WIB

Trending di Minda