Menu

Mode Gelap
TJA Minta Maxim Stop Rekrutmen Driver Baru, Tunduk Terhadap Pergub Tarif Atas Bawah MTI Kepri: DPRD dan Dishub Sebaiknya Beri Pemahaman, Bukan Harapan Palsu kepada Driver Online Prakiraan Cuaca Kepri Rabu, 11 Februari 2026: Hujan Ringan Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah Telan Anggaran Rp233,48 Juta, DPRD Meranti Tinjau Pembangunan Duiker Simpang Puskemas Zona Integritas Diresmikan, Imigrasi Selatpanjang Bidik WBK dan WBBM Kades Batu Berapit Apresiasi Wartawan Anambas, Berkah Terima Bantuan Sembako HPN 2026

Riau

Presiden Prabowo Pakai Tanjak Melayu Riau Bernama Putra Kayangan, Ini Maknanya

badge-check


					Presiden Prabowo mengenakan tanjak Melayu Riau. Perbesar

Presiden Prabowo mengenakan tanjak Melayu Riau.

RiauKepri.com, JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto menjadi inspektur upacara penurunan bendera Merah Putih dalam peringatan HUT ke-80 RI di Istana Merdeka, Jakarta, Ahad (17/8/2025). Beliau tampil memakai tanjak Melayu Riau bermotif geometris berwarna biru keperakan.

Pada kesempatan yang sama, di pagi hari setelah menaikan bendera, pertunjukan pacu jalur dari Kuantan Singingi, Riau. Rayyan Arkan Dhika tampil langsung sebagai Togak Luan dan memukau tamu undangan dengan tarian kolaboratif yang energik, penuh simbol budaya. Sehingga Presiden terhibur, tersenyum, dan sambil berdiri bertepuk tangan, bahkan Mensesneg Hadi Prasetyo dan Seskab Teddy, terlihat ikut menari aura farming.

Terkait tampilnya budaya Melayu Riau di moment penting dan terhormat itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, sangat mengapresiasinya. Dia menyebutkan bahwa momen tampilnya tarian pacu jalur serta penggunaan tanjak Melayu Riau oleh Presiden Prabowo Subianto menjadi bukti bahwa adat dan budaya Riau mendapat tempat terhormat dalam panggung nasional.

“Sebelah pagi, setelah pengibaran bendera, ditampilkan tarian pacu jalur yang dibawakan langsung oleh Rayyan Arkan Dhika, sang Togak Luan yang dikenal dunia dengan nama Aura Farming,” ujar Datuk Seri Taufik.

Sementara pada upacara penurunan bendera sore harinya, Presiden Prabowo mengenakan tanjak Melayu Riau berwarna biru keperakan.

Datuk Seri Taufik menyebutkan bahwa hal itu bukan sekadar simbolik, melainkan capaian budaya yang membanggakan.

Dalam budaya Melayu, jelas Datuk Seri Taufik, tanjak merupakan lambang kehormatan, identitas, serta penghormatan kepada leluhur. Penggunaan tanjak dalam acara kenegaraan menunjukkan pengakuan terhadap nilai-nilai budaya lokal yang berkontribusi dalam sejarah dan masa depan bangsa.

Secara terpisah, pegiat budaya tanjak warisan Riau, Tanjak Way, mengungkapkan bahwa tanjak yang dikenakan Presiden Prabowo adalah Tanjak Putra Kayangan, salah satu tanjak warisan Melayu yang sarat makna.

“Tanjak ini hanya dikenakan oleh putra raja atau bangsawan. Tanjak ini melambangkan kekuasaan, kehormatan, keberanian, dan keperwiraan,” jelas Tanjak Way.

Disebutkan, dalam beberapa tradisi, tanjak ini juga menjadi bentuk penghormatan kepada leluhur. Meski begitu, Tanjak Way memberi sedikit catatan teknis terkait bentuk lipatan tanjak. “Lipatan ke-3 di bagian atas seharusnya naik sedikit lagi agar lebih sempurna, tapi secara keseluruhan tetap sangat membanggakan,” ujarnya. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Siak Afni: PT. BSP di Ambang Kebangkitan

10 Februari 2026 - 14:26 WIB

Gubernur Banten Lepas Tim Ekspedisi PWI Kepri, Touring Lintas 13 Negara Menuju Tanah Suci Sempena HPN 2026

10 Februari 2026 - 06:43 WIB

Bupati Siak Minta PT AIP Tanggungjawab, Terbukti Buang Limbah ke Sungai

9 Februari 2026 - 18:34 WIB

Kunjungan Kerja ke Kemenkes RI, Pemkab Meranti Upayakan Percepatan Peningkatan Sarpras Kesehatan Tahun 2026

9 Februari 2026 - 16:29 WIB

Di Bulan K3, PT BSP Pupuk Kekompakan Karyawan Lewat Fire Fighting Competition

9 Februari 2026 - 12:23 WIB

Trending di Riau