RiauKepri.com, MERANTI – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I Cabang Selatpanjang mengumumkan kenaikan tarif pass masuk di Pelabuhan Tanjung Harapan, Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. Kenaikan ini akan berlaku mulai 1 September 2025.
Tarif untuk penumpang domestik naik dari Rp5.000 menjadi Rp10.000 (naik 100 persen), sementara penumpang internasional akan dikenakan tarif baru sebesar Rp60.000, naik dari sebelumnya Rp50.000 (naik 20 persen).
Kenaikan tarif ini harus Komitmen untuk Pelayanan Meningkat dan Fasilitas Dibenahi sebagaimana yang disampaikan oleh General Manager Pelindo Tanjung Balai Karimun, Joni Hutama, menjelaskan bahwa kenaikan tarif ini sejalan dengan peningkatan fasilitas dan pelayanan di pelabuhan.
“Kenaikan ini untuk mendukung perbaikan fasilitas terminal dan penyandaran kapal. Harapannya, penumpang bisa mendapatkan pelayanan yang lebih nyaman dan layak,”ujarnya saat mendampingi kunjungan Komisi II DPRD Kepulauan Meranti, Rabu (20/8).
Menurutnya, Pelindo telah melakukan transformasi sejak 2024, dan ke depan menargetkan pelabuhan ini memenuhi standar nasional bahkan menuju standar internasional pada 2030. Ia juga menyebut adanya rencana kerja sama dengan BUMD dan dukungan dari pemerintah daerah.
“Transformasi ini butuh dukungan semua pihak, termasuk masyarakat. Dengan penyesuaian tarif, kami juga berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi PAD daerah,”tambahnya.
Menyikapi hal tersebut DPRD Meranti Dukung Penuh yang mana berdasarkan pernyataan Koordinator Komisi II DPRD Kepulauan Meranti, Antoni Shidarta, menyatakan dukungan penuh terhadap kenaikan tarif tersebut. Menurutnya, tarif yang berlaku saat ini sudah tidak relevan dibandingkan kabupaten lain.
“Kenaikan ini wajar dan layak untuk peningkatan pelayanan serta peningkatan PAD kita,”ungkap Antoni.
Senada, Ketua Komisi II DPRD Kepulauan Meranti, Syaifi Hasan, juga menegaskan bahwa pihaknya menyambut baik langkah Pelindo dalam membenahi pelabuhan.
“Kami melihat sendiri perubahan signifikan di pelabuhan ini sejak 2024. Rencana ke depan pun cukup menjanjikan,” katanya.
Syaifi mengungkapkan bahwa Pelindo telah menyiapkan investasi sebesar Rp12,7 miliar untuk pengembangan pelabuhan selama periode 2026–2030, termasuk penggantian ponton yang akan segera dilelang.
“Kami akan terus mengawal agar komitmen ini direalisasikan. Kami juga dorong BUMD agar mengambil peran lebih aktif dalam pengelolaan pelabuhan, termasuk parkir,”tambahnya.
Sementara itu, wakil Komisi II, Muyono, mengaku pada awalnya tidak menyetujui rencana kenaikan tarif. Namun, setelah mendapatkan penjelasan dari pihak Pelindo, ia mengaku memahami perlunya penyesuaian tarif untuk menunjang pembangunan.
“Kalau ingin seperti pelabuhan besar lain, ya harus ada investasi. Tidak mungkin ada pembangunan tanpa penyesuaian tarif,”katanya.
Muyono menyebutkan bahwa sejak 2024 sejumlah perbaikan telah dilakukan, termasuk fasilitas umum seperti toilet. Pada 2025, pelelangan ponton telah dimulai sebagai bagian dari peningkatan layanan.
Ia juga menekankan pentingnya pemisahan jalur domestik dan internasional di pelabuhan mengingat letak geografis Meranti yang berbatasan langsung dengan Malaysia.
“Potensi aktivitas ilegal lintas negara harus diantisipasi. Maka pelabuhan perlu pengawasan yang lebih ketat dan sistem dua arah,” pungkasnya. (RK12).







