Menu

Mode Gelap
Prakiraan Cuaca Kepri Kamis, 4 Juni 2026: Tanjungpinang hingga Karimun Berpotensi Hujan Ringan, Warga Pesisir Diminta Waspada PT Swastisidhi Amagra Berbagi Keberkaha Kades Bukit Padi Sambut Kepulangan Enam Jemaah Haji, Doakan Jadi Haji Mabrur LAMR Terima Kunjungan Kepala ANRI, Bahas Pusat Khazanah Arsip Melayu Nusantara di Riau Enam Jemaah Haji Asal Desa Bukit Padi Tiba di Anambas, Disambut Haru Keluarga dan Pemerintah Kecamatan Kritisi DBH Migas, Bupati Siak: Daerah Membantu Subsidi Energi Nasional, Tapi Fiskal Tidak Proporsional

Riau

Ini Penjelasan Elegan dari Bupati Siak Afni Terkait Demonstrasi

badge-check


					Bupati Siak Afni Zulkifli saat menyampaikan materi ilmu pemerintahan kepada mahasiswanya. Perbesar

Bupati Siak Afni Zulkifli saat menyampaikan materi ilmu pemerintahan kepada mahasiswanya.

RiauKepri.com, SIAK- Di tengah riuhnya aksi demonstrasi yang digelar mahasiswa dan masyarakat, khususnya di Provinsi Riau pada siang ini, Senin (1/9/2025), suara menenangkan datang dari Bupati Siak, Afni Zulkifli. Dalam kapasitasnya sebagai pemimpin daerah sekaligus akademisi, Afni menyampaikan pandangan yang elegan dan penuh kedalaman tentang esensi demonstrasi dalam demokrasi.

Afni tidak menolak aksi turun ke jalan. Ia paham bahwa demonstrasi adalah bagian sah dari ekspresi publik dalam negara demokratis. Bahkan, ia menyatakan dukungannya terhadap keberanian mahasiswa bersuara, asal dilakukan dengan pemahaman dan tujuan yang benar. Demokrasi, kata mantan wartawan itu, perlu oposisi. Butuh suara berbeda. Sebab jika semua tunduk dan berkata “ya”, maka demokrasi perlahan akan mati suri.

Afni menekankan demonstrasi pada sikap
substansi dan solusi. Sebab, oposisi bukan sekadar berteriak. Aksi bukan sekadar ramai di jalanan. Harus ada pemahaman menyeluruh tentang isu yang diperjuangkan dan tawaran jalan keluar yang membangun. Baginya, kritik yang bernas bukan hanya menolak, tapi juga menawarkan alternatif.

Afni juga memberi garis tegas bahwa aksi jalanan adalah jalan terakhir, bukan pilihan pertama. Ketika ruang dialog tertutup, ketika jalur komunikasi benar-benar buntu, barulah aksi layak digelar. Ia mengajak mahasiswa berpikir kritis, tetapi juga bijak dalam mengambil langkah.

Sebagai dosen Ilmu Administrasi Negara, Afni punya pengalaman membimbing mahasiswa yang aktif dalam dunia pergerakan. Ia bahkan menyatakan siap memberi nilai baik jika perjuangan mahasiswanya dilakukan dengan integritas dan elegansi. Tapi ia juga memberi peringatan, jangan anarkis. Jangan rusak fasilitas rakyat. Karena yang membangun itu adalah uang rakyat, yang rugi kalau rusak juga rakyat.

Sikap ini mencerminkan keseimbangan antara keberanian dan kebijaksanaan. Ia tidak mengerdilkan suara mahasiswa, tapi juga tidak membiarkan perjuangan kehilangan arah karena emosi atau provokasi. Ia merangkul semangat perubahan, tapi menegakkan batas moral yang tegas.

Pandangan Afni ini penting. Di era ketika demonstrasi kerap distigmatisasi atau justru dieksploitasi, suara seperti ini adalah pengingat bahwa menjadi kritis itu penting, namun menjadi kritis dengan elegan dan penuh substansi jauh lebih bermakna.

Aksi bisa menjadi titik awal perubahan. Tapi apakah perubahan itu ke arah kebaikan atau kerusakan, tergantung pada bagaimana aksi itu dijalankan.

Afni menunjukkan bahwa di tengah panasnya tuntutan pedemo masih banyak ruang untuk ketenangan, kejernihan, dan keberanian yang beradab. Sebuah pelajaran penting, tidak hanya untuk mahasiswa, tapi juga untuk siapa pun yang mengaku hidup dalam semangat demokrasi. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kritisi DBH Migas, Bupati Siak: Daerah Membantu Subsidi Energi Nasional, Tapi Fiskal Tidak Proporsional

3 Juni 2026 - 16:00 WIB

Bupati Siak Suarakan Ketidakadilan Fiskal Bagi Daerah Penghasil di DPD RI

3 Juni 2026 - 13:49 WIB

Sidang Wahid, Polisi Tutup Jalan Saat SF Hariyanto Bersaksi, Siapa Wak Labu?

3 Juni 2026 - 11:11 WIB

Keberlangsungan Kebudayaan Melayu di Perawang: Menghidupkan Akar di Tengah Arus Industri

3 Juni 2026 - 07:44 WIB

ASN Siak Sambut WFH Jumat, Bupati Afni Ingatkan Bukan Hari Libur Tambahan

1 Juni 2026 - 13:56 WIB

Trending di Siak