Menu

Mode Gelap
Pemkab Siak Kukuhkan SOTK Baru, Terjadi Mutasi Demi Kelancaran Pembayaran Gaji ASN Ikuti Seminar Peningkatan Mutu Akademik, Puluhan Mahasiswa Unilak Muntah 3 Rumah di Dusun Nadi Bangka Tengah Terseret Arus Banjir, PT TIMAH Tbk Salurkan 300 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Sepuluh Kepala Daerah dan Tiga Wartawan Raih Trofi Abyakta di HPN 2026 Prakiraan Cuaca Kepri Selasa, 13 Januari 2026: Hujan Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah, Masyarakat Diimbau Waspada Kecelakaan Tunggal di Pelalawan, Sepasang Karyawan Bank Tewas

Riau

Ini Penjelasan Elegan dari Bupati Siak Afni Terkait Demonstrasi

badge-check


					Bupati Siak Afni Zulkifli saat menyampaikan materi ilmu pemerintahan kepada mahasiswanya. Perbesar

Bupati Siak Afni Zulkifli saat menyampaikan materi ilmu pemerintahan kepada mahasiswanya.

RiauKepri.com, SIAK- Di tengah riuhnya aksi demonstrasi yang digelar mahasiswa dan masyarakat, khususnya di Provinsi Riau pada siang ini, Senin (1/9/2025), suara menenangkan datang dari Bupati Siak, Afni Zulkifli. Dalam kapasitasnya sebagai pemimpin daerah sekaligus akademisi, Afni menyampaikan pandangan yang elegan dan penuh kedalaman tentang esensi demonstrasi dalam demokrasi.

Afni tidak menolak aksi turun ke jalan. Ia paham bahwa demonstrasi adalah bagian sah dari ekspresi publik dalam negara demokratis. Bahkan, ia menyatakan dukungannya terhadap keberanian mahasiswa bersuara, asal dilakukan dengan pemahaman dan tujuan yang benar. Demokrasi, kata mantan wartawan itu, perlu oposisi. Butuh suara berbeda. Sebab jika semua tunduk dan berkata “ya”, maka demokrasi perlahan akan mati suri.

Afni menekankan demonstrasi pada sikap
substansi dan solusi. Sebab, oposisi bukan sekadar berteriak. Aksi bukan sekadar ramai di jalanan. Harus ada pemahaman menyeluruh tentang isu yang diperjuangkan dan tawaran jalan keluar yang membangun. Baginya, kritik yang bernas bukan hanya menolak, tapi juga menawarkan alternatif.

Afni juga memberi garis tegas bahwa aksi jalanan adalah jalan terakhir, bukan pilihan pertama. Ketika ruang dialog tertutup, ketika jalur komunikasi benar-benar buntu, barulah aksi layak digelar. Ia mengajak mahasiswa berpikir kritis, tetapi juga bijak dalam mengambil langkah.

Sebagai dosen Ilmu Administrasi Negara, Afni punya pengalaman membimbing mahasiswa yang aktif dalam dunia pergerakan. Ia bahkan menyatakan siap memberi nilai baik jika perjuangan mahasiswanya dilakukan dengan integritas dan elegansi. Tapi ia juga memberi peringatan, jangan anarkis. Jangan rusak fasilitas rakyat. Karena yang membangun itu adalah uang rakyat, yang rugi kalau rusak juga rakyat.

Sikap ini mencerminkan keseimbangan antara keberanian dan kebijaksanaan. Ia tidak mengerdilkan suara mahasiswa, tapi juga tidak membiarkan perjuangan kehilangan arah karena emosi atau provokasi. Ia merangkul semangat perubahan, tapi menegakkan batas moral yang tegas.

Pandangan Afni ini penting. Di era ketika demonstrasi kerap distigmatisasi atau justru dieksploitasi, suara seperti ini adalah pengingat bahwa menjadi kritis itu penting, namun menjadi kritis dengan elegan dan penuh substansi jauh lebih bermakna.

Aksi bisa menjadi titik awal perubahan. Tapi apakah perubahan itu ke arah kebaikan atau kerusakan, tergantung pada bagaimana aksi itu dijalankan.

Afni menunjukkan bahwa di tengah panasnya tuntutan pedemo masih banyak ruang untuk ketenangan, kejernihan, dan keberanian yang beradab. Sebuah pelajaran penting, tidak hanya untuk mahasiswa, tapi juga untuk siapa pun yang mengaku hidup dalam semangat demokrasi. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkab Siak Kukuhkan SOTK Baru, Terjadi Mutasi Demi Kelancaran Pembayaran Gaji ASN

13 Januari 2026 - 17:24 WIB

Bupati Siak: Jika Belum Bisa Melayani dengan Baik, Jangan Malu Minta Maaf

12 Januari 2026 - 14:53 WIB

PT BSP Berprestasi dan Peduli, Konsisten Jaga Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat

12 Januari 2026 - 12:40 WIB

Pengungkapan Sumpah Bertandatangan Gubernur Riau (Berhalangan Sementara) Abdul Wahid

12 Januari 2026 - 09:45 WIB

Pakar: Pipa Gas PT TGI Meledak Lagi Karena Tidak Ada Inspeksi Menyeluruh

11 Januari 2026 - 11:45 WIB

Trending di Inhu