Menu

Mode Gelap
Polsek Mandau Bergerak Cepat, Dua Pelaku Penyalahgunaan Sabu Ditangkap di Mandau Polres Bengkalis Dukung Ketahanan Pangan Melalui Polsek Rupat Nobar Film “Pesta Babi Kolonialisme di Zaman Kita” di Tanjungpinang, Bedah Kritik Militerisasi dan Ketahanan Pangan di Papua Zikir Listrik Prakiraan Cuaca Kepri Ahad 24 Mei 2026: Batam hingga Natuna Berpotensi Diguyur Hujan Kepala Desa Ulu Maras Apresiasi Program Padat Karya Bandara Letung, 430 Warga Terlibat

Minda

Apa Urgensinya Bagi Kecamatan Pulau Burung Mendatangkan Transmigran Baru

badge-check


					Sona Adiansyah Perbesar

Sona Adiansyah

Pertanyaan yang paling mendasar, di mana letak penempatan transmigran baru. Khususnya, di Kecamatan Pulau Burung. Apakah, di tempatkan ke desa-desa yang sudah menjadi daerah transmigrasi dari dulu, ataukah memberi peluang untuk membuka lahan baru.

Mengingat, jikalo bicara buka lahan baru semuanya udah jadi desa. Bahkan, hampir setiap tanah sudah bertuan. Entah, di kuasai oleh pihak swasta, perorangan dan lain sebagainya.

Jadi, memang menjadi beragam pertanyaan. Rasa, penasaran di mana di tempatkan terhadap warga transmigrasi baru tersebut. Tentu, hampir seluruh masyarakat pulau burung. Karena sekali lagi masyarakat pulau burung sama sekali tidak pernah anti dengan pendatang. Asalkan, bisa menghargai adat – istiadat budaya tempatan masyarakat Kecamatan Pulau Burung. Sedari, awal sebagaimana, tertera dalam naskah teater penulis dalam hikayat bujang dara di tanah bertuah.

Karena penting juga memahami. Bahwasanya, masyarakat di Kecamatan Pulau Burung. Aslinya, juga masih banyak memiliki keterbatasan. Terutama, dengan persoalan masyarakatnya, insfrastruktur dan lain sebagainya.

Konkritnya, penting sekiranya pemerintah daerah maupun pusat. Memastikan, bagaimana program rencana transimgrasi baru yang di canangkan. Apakah, ini hanya seremonial belaka. Mengingat, di Kecamatan Pulau Burung sebelum ada transmigran baru yang di rencanakan saat ini. Memang, beberapa desa di Kecamatan Pulau Burung sudah tetapkan sebagai transmigrasi.

Meski, beberapa tokoh adat yang ada di Kecamatan Pulau Burung menolak kehadiran desa transmigrasi tersebut. Sebagai, ungkapan pribadi mewakili pemuda di Kecamatan Pulau Burung. Selagi, tidak mengganggu keberadaan masyarakat asal tiada masalah. Tapi, bila program tersebut mengganggu aktivitas masyarakat. Tentu, bukan orang dayak saja bisa mengamuk dengan masyarakat transmigras. Kami, kecil dan besar dan Kecamatan Pulau Burung. Tentu, bicara soal kelebihan dan kekurangan yang ada di Kecamatan Pulau Burung. Persoalan, tersebut sudah di luar kepala kita masing-masing sebagai putera daerah.

Karena sekali jangan sampai program transmigrasi baru tersebut di Kecamatan Pulau. Terjadinya, konflik maupun kecemberuan sosial. Karena, selama ini bukan menjadi rahasia umum. Bicara, soal siapa pejabat penting di Kecamatan Indragiri Hilir. Khususnya, di provinsi maupun yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir. Bisa, di katakan sangat minim.

 

Sona Adiansyah, S.Kom.I Penulis Naskah Teater Bujang & Dara di Negeri Bertuah (Pulau Burung). Sekaligus, tokoh pemuda di daerah tersebut.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Zikir Listrik

24 Mei 2026 - 07:32 WIB

Adat Merantau

23 Mei 2026 - 09:26 WIB

Smokel

17 Mei 2026 - 09:09 WIB

Uang, Oh Uang…

17 Mei 2026 - 06:15 WIB

Adat Duduk

16 Mei 2026 - 07:27 WIB

Trending di Minda