Menu

Mode Gelap
Prakiraan Cuaca Kepri Rabu, 22 Juli 2026: Hujan Ringan Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah, Masyarakat Diimbau Tetap Waspada Mahasiswa Pendidikan Bahasa Melayu FIB Unilak Ikuti Pelatihan Kompetensi Calon Guru di BGTK Riau Gas Metana: Pembelajaran Berharga dari Ledakan di Grand Polonia Medan Polsek Mandau Ungkap Kasus Penyalahgunaan Ekstasi, Dua Terduga Diamankan Dukung Program P4GN Persiapan Porprov Riau 2027, KONI dan Disporapar Meranti Mulai Matangkan Persiapan Polsek Bantan Siapkan Lahan Ketahanan Pangan, Gandeng Kelompok Tani Milenial Tanam Jagung Pipil

Minda

Apa Urgensinya Bagi Kecamatan Pulau Burung Mendatangkan Transmigran Baru

badge-check

Sona Adiansyah Perbesar

Sona Adiansyah

Pertanyaan yang paling mendasar, di mana letak penempatan transmigran baru. Khususnya, di Kecamatan Pulau Burung. Apakah, di tempatkan ke desa-desa yang sudah menjadi daerah transmigrasi dari dulu, ataukah memberi peluang untuk membuka lahan baru.

Mengingat, jikalo bicara buka lahan baru semuanya udah jadi desa. Bahkan, hampir setiap tanah sudah bertuan. Entah, di kuasai oleh pihak swasta, perorangan dan lain sebagainya.

Jadi, memang menjadi beragam pertanyaan. Rasa, penasaran di mana di tempatkan terhadap warga transmigrasi baru tersebut. Tentu, hampir seluruh masyarakat pulau burung. Karena sekali lagi masyarakat pulau burung sama sekali tidak pernah anti dengan pendatang. Asalkan, bisa menghargai adat – istiadat budaya tempatan masyarakat Kecamatan Pulau Burung. Sedari, awal sebagaimana, tertera dalam naskah teater penulis dalam hikayat bujang dara di tanah bertuah.

Karena penting juga memahami. Bahwasanya, masyarakat di Kecamatan Pulau Burung. Aslinya, juga masih banyak memiliki keterbatasan. Terutama, dengan persoalan masyarakatnya, insfrastruktur dan lain sebagainya.

Konkritnya, penting sekiranya pemerintah daerah maupun pusat. Memastikan, bagaimana program rencana transimgrasi baru yang di canangkan. Apakah, ini hanya seremonial belaka. Mengingat, di Kecamatan Pulau Burung sebelum ada transmigran baru yang di rencanakan saat ini. Memang, beberapa desa di Kecamatan Pulau Burung sudah tetapkan sebagai transmigrasi.

Meski, beberapa tokoh adat yang ada di Kecamatan Pulau Burung menolak kehadiran desa transmigrasi tersebut. Sebagai, ungkapan pribadi mewakili pemuda di Kecamatan Pulau Burung. Selagi, tidak mengganggu keberadaan masyarakat asal tiada masalah. Tapi, bila program tersebut mengganggu aktivitas masyarakat. Tentu, bukan orang dayak saja bisa mengamuk dengan masyarakat transmigras. Kami, kecil dan besar dan Kecamatan Pulau Burung. Tentu, bicara soal kelebihan dan kekurangan yang ada di Kecamatan Pulau Burung. Persoalan, tersebut sudah di luar kepala kita masing-masing sebagai putera daerah.

Karena sekali jangan sampai program transmigrasi baru tersebut di Kecamatan Pulau. Terjadinya, konflik maupun kecemberuan sosial. Karena, selama ini bukan menjadi rahasia umum. Bicara, soal siapa pejabat penting di Kecamatan Indragiri Hilir. Khususnya, di provinsi maupun yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir. Bisa, di katakan sangat minim.

 

Sona Adiansyah, S.Kom.I Penulis Naskah Teater Bujang & Dara di Negeri Bertuah (Pulau Burung). Sekaligus, tokoh pemuda di daerah tersebut.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Gas Metana: Pembelajaran Berharga dari Ledakan di Grand Polonia Medan

21 Juli 2026 - 18:20 WIB

Lantaklah!

19 Juli 2026 - 07:00 WIB

Belalai Kuasa

18 Juli 2026 - 05:55 WIB

Mengenali Negara Singapura   

15 Juli 2026 - 14:06 WIB

Seniman Dulu

12 Juli 2026 - 13:18 WIB

Trending di Minda