RiauKepri.com, SIAK – Ada yang berbeda di Komplek Rumah Rakyat Kabupaten Siak, Jumat (23/10/2026). Sejak pagi, ribuan santri dan santriwati dari berbagai pondok pesantren memenuhi kawasan tersebut. Lantunan hadrah, riuh perlombaan, dan ramainya bazar UMKM menghadirkan suasana penuh keceriaan dalam peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026.
Di tengah keramaian itu, Bupati Siak Afni Zulkifli tampak menyaksikan penampilan hadrah, menyapa para santri, serta meninjau stan UMKM. Namun, di balik kemeriahan tersebut, ada kenangan masa lalu yang membuat perempuan yang pernah menjadi santri itu terharu.
Afni mengaku tak menyangka para santri kini bisa berkumpul dan merayakan hari istimewa mereka di Rumah Rakyat dengan berbagai kegiatan. Baginya, kemeriahan itu terasa berbeda jika dibandingkan dengan pengalaman saat dirinya masih menempuh pendidikan di pesantren.
“Saya terharu kita bisa undang santri di Rumah Rakyat, dari mana-mana datang. Tak nyangka sebetulnya, apalagi di kondisi kita yang seperti ini. Saya dulu santri juga, susah betul zaman saya dulu, tidak ada acara yang seperti ini,” ujar Afni.
Karena itulah, ia mengaku terharu melihat para santriwan dan santriwati di Kabupaten Siak kini mendapat ruang untuk berkumpul, bergembira, sekaligus menunjukkan bakat dan kreativitas mereka.
“Makanya saya terharu kita bisa meriahkan kegiatan ini untuk para santriwan santriwati yang ada di Kabupaten Siak,” katanya.
Bagi Afni, peringatan Hari Santri bukan sekadar seremoni tahunan. Lebih dari itu, momentum ini menjadi kesempatan untuk menumbuhkan semangat belajar, mengembangkan kemampuan, dan memperkuat nilai-nilai yang ditanamkan di pesantren.
Afni berharap dari lingkungan pesantren akan lahir generasi penerus yang tidak hanya memiliki ilmu pengetahuan, tetapi juga akhlak mulia dan kepedulian terhadap sesama.
“Mudah-mudahan akan ada generasi penerus yang berilmu, berakhlak, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, daerah, bangsa, dan agama,” tuturnya.
Kemeriahan Hari Santri di Rumah Rakyat itu juga menjadi ruang perjumpaan antara santri, masyarakat, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Berbagai kegiatan digelar untuk memberikan kesempatan kepada para santri berpartisipasi, berkompetisi, sekaligus mempererat kebersamaan antarpesantren.
Staf Ahli Bupati Siak Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Fakhrurrozi, yang membuka secara resmi rangkaian kegiatan tersebut, mengatakan peringatan HSN 2026 dilaksanakan pada 23–24 Oktober dengan melibatkan para santri dari berbagai pondok pesantren.
“Insyaallah mulai dari 23 sampai 24 Oktober ini, dalam rangka memperingati dan memeriahkan Hari Santri Nasional 2026, Pemkab Siak melalui Kesra melaksanakan beberapa rangkaian kegiatan. Ada lomba dan ada pertandingan. Kita usahakan semua bisa selesai dalam satu hari ini, kalau tidak cukup waktu akan dilanjut besok,” jelasnya.
Sejumlah perlombaan dan pertandingan yang digelar meliputi hadrah, cerdas cermat, lalaran, muhadharoh, bola voli, sepak takraw, dan tenis meja. Para peserta juga disemangati untuk menjunjung tinggi sportivitas, dengan hadiah berupa piala, sertifikat, dan uang tunai bagi para pemenang.
Puncak peringatan Hari Santri Nasional dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (24/10/2026) melalui upacara di Lapangan Tugu depan Istana Siak, yang dilanjutkan dengan Kirab Santri atau Pawai Santri menuju Komplek Rumah Rakyat.
Di tempat yang menjadi pusat pemerintahan daerah itu, ribuan santri bukan hanya datang untuk mengikuti perlombaan. Mereka juga membawa semangat, harapan, dan kebanggaan sebagai bagian dari generasi penerus yang kelak diharapkan memberi manfaat bagi masyarakat, negeri, bangsa, dan agama. (RK1/*)









