Daerah bermarwah berpayungkan adat, menjunjung esa terbilang, beresam adab kegagahan dan jiwa ksatria ketulusan seorang raja musa. Desa Air Tawar yang merupakan bagian wilayah administratif dari kecamatan bertuahkan melayu Kateman. Sungai Guntung, kabupaten Indragiri Hilir – Riau.
Segala insfrastruktur selain di topang oleh pemerintah desa. Tapi, di perkuat juga oleh keberadaan PT Sambu Group yang sangat berperan aktif perhatiannya sejak dahulu terhadap salah-satu desa ini. Terutama, masalah insfrastruktur jalan dan lain sebagainya selama perusahaan tersebut di tetapkan untuk bisa beroperasi, terus-menerus hingga kini di wilayah administrasif desa tersebut.
Atas, alasan itu kemudian. Sehingga, bisa di asumsikan bahwa hampir di ruas jalan sudah bisa untuk di kendarai oleh kendaraan roda empat. Bahkan, kebiasaan masyarakatnya yang biasanya mengantarkan kelapa bergantung dengan naik dan pasang surutnya air laut. Faktanya, di beberapa tempat yang ada di desa Air Tawar, sudah menggunakan mobil fuso maupun angkutan berat lainnya untuk mendistribusikan hasil pertanian masyarakatnya. Seperti, kelapa dan lain sebagainya.
Alhasil, penting kiranya para petinggi di negeri ini. Wabil khusus, di level pemda kabupaten, provinsi hingga ke nasional. Memberikan peluang maupun mentransformasikan desa tersebut menjadi kecamatan sendiri. Jikalo, perlu di desa tersebutlah di pusatkan perhatian. Atas, perencanaan pemekaran kabupaten baru bagi Indragiri Hilir bagian Utara.
Alasannya, masyarakat menggantungkan hidupnya di desa Air Tawar. Bukan sekedar bagi masyarakat asal di provinsi Riau dan sekitarnya. Tapi, dari desa Air Tawar jawaban kemaslahatan koridor. Bagi, kehidupan ruang gerak ekonomi berskala nasional.
Kota Sabang sampai Marauke, semuanya mengais rezekinya di sini. Demi, estafet keberlanjutan sebuah keluarga kecilnya maupun besar dalam tatanan corak kebersamaan, kekeluargaan dan solidaritas yang tinggi sesama masyarakat asal maupun juga pendatang. Tanpa, membedakan ras maupun etnis semuanya di tempatkan dalam bingkai kebhinnekaan. Meski, tanpa pernah melupakan. Bahwa, marwah melayu merupakan rumah besar untuk berlindung dari teriknya panas matahari dalam hantaman badai dan derasnya ombak besar di dasar lautan.
Alhasil, penting kiranya para petinggi di negeri ini. Wabil khusus, di level pemda kabupaten, provinsi hingga ke nasional. Memberikan peluang maupun mentransformasikan desa tersebut menjadi kecamatan sendiri. Jikalo, perlu di desa tersebutlah di pusatkan perhatian. Atas, perencanaan pemekaran kabupaten baru bagi Indragiri Hilir bagian Utara.
Alasannya, masyarakat menggantungkan hidupnya di desa Air Tawar. Bukan sekedar bagi masyarakat asal di provinsi Riau dan sekitarnya. Tapi, dari desa Air Tawar jawaban kemaslahatan koridor. Bagi, kehidupan ruang gerak ekonomi berskala nasional.
Kota Sabang sampai Marauke, semuanya mengais rezekinya di sini. Demi, estafet keberlanjutan sebuah keluarga kecilnya maupun besar dalam tatanan corak kebersamaan, kekeluargaan dan solidaritas yang tinggi sesama masyarakat asal maupun pendatang. Tanpa, membedakan ras, etnis, jabatan maupun status sosial semuanya di tempatkan dalam bingkai kebhinnekaan. Meski, tanpa pernah melupakan. Bahwa, marwah Melayu merupakan rumah besar untuk berlindung dari teriknya panas matahari dalam hantaman badai dan derasnya ombak besar di dasar lautan.
Desa Air Tawar merupakan wilayah administratif yang letaknya di seberang kecamatan Kateman Sungai Guntung. Serta, asal mula mengapa di sebut sebagai Desa Air Tawar. Sumber air tawar sebagai asal mula nama desanya. Serta, pada tahun 2004 secara resmi telah di tetapkan menjadi desa hingga berkembang pesat sampai detik ini. Namun, sekali lagi besar harapan dari penulis semoga Desa Air Tawar tidak menjelma hanya setakat desa. Tapi, jauh dari itu bertumbuh bunga di masa depan. Mekar, menghadiahkan manfaat multi fungsi dan multi guna. Bagi, kehidupan masyarakat sekitar maupun di bawah naungan koridor Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ayo, berkembang di awali mulai pedesaan seperti Desa Air Tawar.
Sona Adiansyah, S.Kom.I Tokoh Pemuda Pulau Burung, Indragiri Hilir-Riau.







