RiauKepri.com, MERANTI– Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Pur) H. Asmar, membenarkan adanya laporan kasus cacar monyet (monkeypox/Mpox) di wilayahnya. Ia menyebut, sebelumnya sudah menerima informasi dari salah satu pimpinan pesantren terkait empat santri mereka yang diduga terinfeksi.
Bupati Asmar menyampaikan bahwa satu pasien, seorang santri, telah meninggal dunia. Sementara dua pasien lainnya masih diperbolehkan pulang, satu lagi masih di rawat di RSUD Dorat, Selatpanjang.
“Saya sudah minta Dinas Kesehatan dan RSUD Meranti bergerak cepat. Jika tidak bisa ditangani di sini, segera dirujuk ke Pekanbaru,” kata Asmar, Ahad (21/9/2025).
Ia juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan dari petugas kesehatan guna mencegah penyebaran penyakit ini.
Langkah pencegahan yang disarankan antara lain menghindari kontak langsung dengan penderita atau hewan terinfeksi, mencuci tangan secara rutin, memakai masker jika sakit, dan mempertimbangkan vaksinasi bagi kelompok berisiko.
Hingga Agustus 2024, tercatat 88 kasus cacar monyet di Indonesia, dengan 87 pasien dinyatakan sembuh. Meski masih tergolong langka, pemerintah daerah diminta tetap waspada.
Asmar menegaskan bahwa Pemkab Meranti terus memantau perkembangan dan siap mengambil langkah lebih lanjut jika ditemukan kasus baru.
Terkait bahwa penyakit ini berawal dari pesantren, Bupati Asmar, segera berkoordinasi lagi memutus rantai penyeberan, bisa saja untuk sementara proses belajar dan mengajar untuk sementara waktu diliburkan. “Nanti saya koordinasi lagi sama pimpinan pesantren,” ujar Asmar. (RK1)












