Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 22 Oktober 2025, Yayasan Pondok Pesantren Hidayatusshibyan, Dusun Sungai Perpat, Desa Teluk Nibung, Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, menggelar serangkaian acara dengan tema “Menyebarkan Pesan Islam dengan Kreativitas.”
Panitia bersama segenap pengurus pesantren berkomitmen menghadirkan kegiatan yang meriah sekaligus penuh makna. Mereka merancang berbagai agenda yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik serta mempererat ukhuwah di kalangan santri dan masyarakat.
Berbagai lomba menjadi bagian dari rangkaian acara. Di antaranya, lomba Pildacil untuk siswa maksimal kelas IV MI/SD, Tahfidz Juz 30 untuk siswa maksimal kelas VI MI/SD, Tartil Al-Qur’an untuk siswa maksimal kelas VI MI/SD, serta hafalan Nadzom Aqidatul Awam untuk tingkat maksimal kelas II MTs.
Tak hanya itu, ada pula lomba mewarnai khusus untuk anak-anak maksimal kelas III MI/SD. Sementara bagi remaja, akan diadakan turnamen voli putra dan putri tingkat SMP/MTs. Semua kegiatan ini terbuka untuk peserta dari TPA maupun TPQ se-Kecamatan Pulau Burung, tanpa biaya pendaftaran alias gratis.
Perlombaan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 23 hingga 25 Oktober 2025, menjadikan momentum Hari Santri semakin semarak. Panitia berharap kegiatan ini bisa menarik minat banyak peserta sekaligus dukungan penuh dari masyarakat sekitar.
Selain lomba, acara juga akan dimeriahkan dengan penampilan spesial dari grup rebana ibu-ibu majelis taklim serta kelompok PKK desa. Kehadiran mereka diharapkan dapat menambah semangat sekaligus memperindah suasana peringatan.
Bagi penulis, acara ini bukan sekadar seremonial. Sebab, Yayasan Hidayatusshibyan memiliki sejarah penting sebagai tempat menimba ilmu. Kini, yayasan tersebut telah berkembang menjadi pondok pesantren yang menjadi kebanggaan masyarakat.
Keberadaan santri, meski sering jauh dari pusat kota, tak bisa dipandang sebelah mata. Sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga kini, santri memiliki peran besar dalam pendidikan agama, pembentukan karakter, dakwah, hingga pemberdayaan masyarakat. Santri juga menjadi pilar kerukunan, penjaga nilai moderasi, dan agen perubahan bangsa.
Karena itu, peringatan Hari Santri Nasional hendaknya menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan rasa cinta tanah air. Semua warga, baik santri, alumni, maupun masyarakat sekitar, diajak untuk ikut meramaikan acara ini.
Sebagai pengingat, Hari Santri Nasional pertama kali ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo pada 22 Oktober 2015 di Masjid Istiqlal, Jakarta. Artinya, tahun ini merupakan perayaan ke-10 yang menandai eksistensi dan kontribusi santri di seluruh penjuru nusantara.
Penulis : Sona Adiansyah, S.Kom.I Alumni Yayasan Pesantren Hidayatusshibyan (2007) Kecamatan Pulau Burung







