RiauKepri.com, PEKANBARU – Sebanyak lima mahasiswa asing turut bergabung dengan 2.900 mahasiswa baru Universitas Lancang Kuning (Unilak) pada kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun akademik 2025/2026 yang berlangsung selama dua hari, 8–9 Oktober 2025.
Kelima mahasiswa internasional tersebut yakni Nida Shabir Abbasi (Prodi Teknik Informatika) dan Mian Wasif Ali (Prodi Manajemen) dari Pakistan, Nagujja Rukaya (Prodi Pendidikan Bahasa Inggris) dari Uganda, Rasoanirina Abeline (Prodi Pendidikan Bahasa Inggris) dari Madagaskar, serta Suzan Thomas Makawi Ngor (Prodi Agroteknologi) dari Sudan Selatan.
Mereka diperkenalkan langsung oleh Rektor Unilak, Prof. Dr. Junaidi, di hadapan seluruh mahasiswa baru dan civitas akademika. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor I Dr. Zamzami, Wakil Rektor II Dr. Jeni Wardi, dan Wakil Rektor III Dr. Hari, SE, MM.
Suasana PKKMB semakin meriah saat Prof. Junaidi berdialog dengan para mahasiswa asing. Salah satunya, Mian Wasif Ali, mengaku senang dapat menempuh pendidikan di Unilak. “Saya sangat gembira bisa kuliah di sini. Setelah lulus, saya ingin menerapkan ilmu yang saya pelajari di negara saya,” ujarnya disambut tepuk tangan meriah peserta PKKMB.
Suzan Thomas Makawi Ngor juga mengungkapkan rasa bangganya menjadi bagian dari Unilak. “Ini pertama kalinya saya datang ke Indonesia, dan saya memilih Unilak untuk melanjutkan studi,” tuturnya.
Prof. Junaidi berharap seluruh mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan dapat membantu mahasiswa internasional beradaptasi selama kuliah di Unilak. “Salah satu tagline Unilak adalah Kampus Multicultural. Tahun ini, hampir 3.000 mahasiswa baru berasal dari berbagai daerah di Indonesia — mulai dari Kepri, Aceh, Kalimantan, Banten, hingga Jawa Tengah — bahkan dari mancanegara. Ini menunjukkan Unilak semakin mendunia,” ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran mahasiswa asing menjadi bagian dari upaya Unilak untuk terus memperkuat langkah menuju Go Internasional.
Pelaksanaan PKKMB tahun ini juga diisi dengan beragam kegiatan positif. Panitia mahasiswa yang dipimpin Eduardu Halawa menghadirkan berbagai organisasi kemahasiswaan dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Selain itu, sejumlah narasumber dari Korem, Polda Riau, dan BNK Pekanbaru turut memberikan materi tentang wawasan kebangsaan, bahaya narkoba, kesehatan, dan anti-perundungan. (RK2/*)







