Menu

Mode Gelap
Prakiraan Cuaca Kepri Senin, 3 Agustus 2026: Tanjungpinang hingga Batam Berawan, Natuna dan Anambas Berpotensi Diguyur Hujan Ketua PWI Tanjungpinang Dorong RSUD RAT Perkuat Keterbukaan Informasi Layanan Kesehatan Sekcam, Lurah, Bersama Warga dan RT 1, 2 dan RW 3, 4, Goro Bersihkan Lokasi TPQ Al Muttaqin Karang Taruna Kota Batam Bersama KPA dan BPJS Kesehatan Gelar Edukasi Bahaya HIV/AIDS, Sosialisasikan BPJS Kesehatan Tumbuhkan Jiwa Patriotisme dan Cinta Tanah Air, Jajaran Polsek Kundur Kibarkan Bendera Merah Putih di Rumah Warga dan Pengendara Bermotor Ambulans untuk IKRAB Duri, Bukti Komitmen CSR BRK Syariah bagi Kesehatan dan Ekonomi Masyarakat

Minda

Dari FAI ke FSIP UMY: Perubahan Nama yang Menumbuhkan Kebanggaan Alumni

badge-check

Dari FAI ke FSIP UMY: Perubahan Nama yang Menumbuhkan Kebanggaan Alumni Perbesar

BAGI para alumninya, perubahan nama Fakultas Agama Islam (FAI) menjadi Fakultas Studi Islam dan Peradaban (FSIP) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bukan sekadar pergantian istilah. Lebih dari itu, perubahan ini membawa makna simbolis tentang peningkatan marwah dan kepercayaan diri civitas akademika, termasuk kami para alumninya.

Saya pribadi merupakan salah satu alumni yang pernah ditempa di fakultas ini selama beberapa tahun. Dulu, ketika masih bernama FAI, sering kali muncul kesan bahwa fakultas kami kurang bergengsi dibandingkan fakultas lain di UMY yang sudah lebih populer, seperti Teknik, Kedokteran, atau Farmasi. Namun, di balik itu semua, kami justru merasakan suasana kekeluargaan yang hangat dan kedekatan antarmahasiswa yang kuat — mungkin karena jumlah kami yang tidak banyak. Di angkatan saya, jumlah mahasiswa di jurusan kami bahkan tidak sampai 15 orang.

Meski sering dianggap kecil dan sederhana, dosen-dosen kami adalah sosok luar biasa yang kiprahnya di Muhammadiyah tidak diragukan. Banyak di antara mereka yang aktif di jajaran Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, namun tetap tampil sederhana, rendah hati, dan dekat dengan mahasiswa. Ada yang datang ke kampus tanpa kendaraan pribadi, bahkan sesekali menumpang ojek bersama mahasiswa. Dari merekalah kami belajar tentang makna sejati keteladanan.

Kini, dengan nama baru Fakultas Studi Islam dan Peradaban (FSIP), kami melihat semangat baru yang lebih inklusif dan luas. Nama ini menggambarkan bahwa studi Islam di UMY tidak hanya berorientasi pada dakwah atau kajian keagamaan, tetapi juga mencakup dimensi peradaban, sosial, budaya, dan sains. Sebuah pendekatan yang lebih terbuka terhadap tantangan zaman.

Sebagai alumni, saya berharap perubahan ini menjadi momentum bagi mahasiswa dan dosen untuk terus menumbuhkan rasa bangga, memperluas wawasan, dan menguatkan kontribusi terhadap masyarakat. Jangan merasa minder dibandingkan dengan fakultas lain — sebab kesuksesan bukan ditentukan oleh nama fakultas, melainkan oleh semangat belajar dan pengabdian kita sendiri.

Menjadi bagian dari Fakultas Studi Islam dan Peradaban UMY berarti menjadi bagian dari perjalanan panjang universitas ini dalam membentuk insan berilmu, berperadaban, dan berakhlak. Sebuah identitas yang mencerminkan esensi Islam sebagai rahmat bagi semesta.

Sona Adiansyah, S.Kom.I alumni Fakultas Studi Islam dan Peradaban (FSIP), Angkatan 2010 UMY dengan Program Studi Ilmu Komunikasi dan Kepenyiaran Islam.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Belah Rumah

2 Agustus 2026 - 05:47 WIB

Sabut Batu

1 Agustus 2026 - 07:55 WIB

Seharusnya Seluruh Jalan Menuju Allah

31 Juli 2026 - 07:52 WIB

Peran Indonesia dalam Komunitas ASEAN 

30 Juli 2026 - 15:19 WIB

Laos Menuju ASEAN Tahun 2045

27 Juli 2026 - 13:18 WIB

Trending di Minda