Menu

Mode Gelap
Prakiraan Cuaca Kepri Selasa 9 Juni 2026: Mayoritas Wilayah Berpotensi Diguyur Hujan Ringan Lahan Binaan Polsek Pinggir Hasilkan 2 Ton Jagung untuk Dukung Swasembada Pangan Dukung Ketahanan Pangan, Ps. Kasium Polsek Panipahan BRIPKA Muhammad Yusuf Laksanakan Pengecekan Jagung Pipil di Wilayah Panipahan Sejumlah Tiang Listrik di Jalan Baru Teluk Kaut–Mampok Terancam Roboh, Warga Khawatir PT BSP dan Fakultas Teknik UNRI Bahas Kerja Sama Program Magang Berdampak Aneng Kembali Dipercaya Pimpin Demokrat Kepri, Amir Fikri Apresiasi Jalannya Musda

Bintan

Dana Transfer Turun Tajam, Bintan Susun APBD 2026 dengan Strategi Efisiensi dan Penguatan PAD

badge-check


					Rapat Paripurna Penyampaian Ranperda tentang APBD Kabupaten Bintan Tahun Anggaran 2026 serta Ranperda Perusahaan Perseroda Bintan Karya Bahari, di Ruang Sidang Paripurna DPRD Bintan. (Foto: Ist) Perbesar

Rapat Paripurna Penyampaian Ranperda tentang APBD Kabupaten Bintan Tahun Anggaran 2026 serta Ranperda Perusahaan Perseroda Bintan Karya Bahari, di Ruang Sidang Paripurna DPRD Bintan. (Foto: Ist)

RiauKepri.com, BINTAN – Pemerintah Kabupaten Bintan memasuki fase krusial dalam perencanaan keuangan dengan mulai membahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) APBD 2026 pada Rapat Paripurna DPRD Bintan, Senin (24/11). Tahun anggaran mendatang menjadi ujian pertama bagi Bintan dalam menjaga stabilitas fiskal di tengah penurunan signifikan dana transfer dari pemerintah pusat.

Bupati Bintan Roby Kurniawan menegaskan bahwa penyusunan APBD 2026 dilakukan secara lebih cermat dan adaptif, menyusul berkurangnya porsi pendapatan dari pusat hingga 36,53 persen. “Kondisi ini mengharuskan kami memperkuat kemampuan daerah dalam mengelola sumber pendapatan sendiri dan memastikan belanja tepat sasaran,” ujarnya dalam paripurna yang juga dihadiri Wakil Bupati Deby Maryanti.

Meski pendapatan total diproyeksikan turun menjadi Rp1,022 triliun, Pemerintah Daerah menunjukkan optimisme dengan meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 5,33 persen, mencapai Rp380,91 miliar. Sementara itu, transfer provinsi mengalami kenaikan menjadi Rp61,31 miliar, memberikan ruang tambahan bagi penyesuaian anggaran.

Pada sisi belanja, Pemkab Bintan merencanakan alokasi Rp1,057 triliun untuk 2026. Roby menekankan bahwa seluruh pos anggaran akan diarahkan pada program prioritas yang berdampak langsung pada masyarakat, sejalan dengan tema pembangunan awal RPJPD 2025–2045 dan RPJMD 2025–2029: “Penguatan Fondasi Kesejahteraan Berbasis Pemberdayaan Potensi Ekonomi, SDM, dan Tata Kelola Berkualitas.”

Untuk menjaga keseimbangan fiskal, pembiayaan daerah disiapkan sebesar Rp35,27 miliar guna menutup defisit tanpa menyisakan SiLPA. Bupati berharap pembahasan Ranperda APBD dapat diselesaikan tepat waktu, yakni paling lambat satu bulan sebelum tahun anggaran berjalan.

“Dengan segala keterbatasan, kami berkomitmen memastikan APBD 2026 tetap produktif dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” tutupnya. (RK9)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tersedia 1.309 Lowongan Pekerjaan, Job Fair Bintan 2026 Siap Digelar

6 Juni 2026 - 06:41 WIB

Bintan Matangkan Juinis Pilkades Serentak dan PAW Tahun 2026

5 Juni 2026 - 06:39 WIB

WTP ke-15 untuk Bintan, Roby Kurniawan Apresiasi Kerja Kolektif Seluruh OPD

3 Juni 2026 - 06:18 WIB

RTLH 2027 Fokus di Tambalen, Disperkim Bintan Lakukan Verifikasi Tepat Sasaran

3 Juni 2026 - 00:26 WIB

Kemenkum Kepri Berikan Piagam ke Bupati Bintan, Desa Pengudang Jadi Kawasan Berbasis Kekayaan Intelektual

2 Juni 2026 - 14:44 WIB

Trending di Bintan