Menu

Mode Gelap
Prakiraan Cuaca Kepri, Ahad 26 Juli 2026: Mayoritas Wilayah Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Sejumlah Daerah Reses di Jemaja Timur, Ismeth Abdullah Tegaskan Aspirasi Masyarakat Akan Diperjuangkan ke Pusat 34 Lansia Sebong Lagoi Diwisuda, Bukti Komitmen Bintan Wujudkan Daerah Ramah Lansia Antusias Warga Sambut KM Bukit Raya, UPP Tarempa Tingkatkan Pengamanan Pelabuhan Pemprov Riau Percepat Implementasi SP2D Online, Pembayaran Gaji ASN Kini Lebih Cepat Kelemahan Melayu

Nasional

Kecelakaan Kerja di WK PHR, Korban Tewas Tragis, Helmnya Sampai Pecah

badge-check

Helm yang dikenakan korban tewas. (Foto: ist) Perbesar

Helm yang dikenakan korban tewas. (Foto: ist)

RiauKepri.com, PEKANBARU- Seorang pekerja tewas dalam kecelakaan kerja di Duri Field, wilayah kerja Pertamina Hulu Rokan (PHR), Kabupaten Bengkalis, Riau. Korban bernama Anggiat Nasib Sianturi (43), pekerja PT Arthindo Utama, mitra kerja PHR. Insiden tersebut menewaskan korban secara tragis, dengan helm keselamatan berwarna putih yang dikenakannya pecah akibat benturan.

Kapolres Bengkalis AKBP Budi Setiawan mengatakan pihaknya tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kecelakaan. “Anggota melakukan olah tempat kejadian perkara, meminta keterangan saksi-saksi dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait,” ujarnya, Selasa (25/11/2025).

Rig tak Sanggup Angkat Drill Pipe

Kecelakaan terjadi pada Senin (24/11/2025) sekitar pukul 09.45 WIB. Korban yang menjabat sebagai Derrickman tengah melakukan pekerjaan well service atau perawatan sumur minyak menggunakan menara atau tower rig AU #17.

Dalam operasional rig, ada beberapa posisi kerja: Derrickman, Floorman, Driller, dan Toolpusher. Toolpusher bertugas mengawasi menara dari bawah, sementara Driller mengoperasikan menara untuk memastikan proses pengeboran.

Setelah pekerjaan awal berupa DOC selesai, sumur ditutup menggunakan Annular Blowout Preventer (Annular BOP). Ketika pekerjaan dilanjutkan ke tahap R/D Power Swivel, asisten Driller mengangkat drill pipe yang masih berada di dalam sumur.

Namun karena sumur masih tertutup Annular, tower rig tidak mampu mengangkat beban. Menara kemudian tertarik ke bawah hingga tumbang. Korban yang berada di monkey board (bagian atas rig) ikut terbawa jatuh dan menimpa counterweight mobile crane di bawahnya.

Tim medis dan kru di lokasi langsung mengamankan area dan membawa korban ke RS PHR. Namun setibanya di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia.

Aktivitas Rig Dihentikan

Corporate Secretary PHR, Eviyanti Rofraida, membenarkan adanya kecelakaan tersebut. “Kejadian itu menyebabkan satu orang meninggal dunia. Korban adalah pegawai PT Arthindo Utama, mitra kerja PHR,” ujarnya.

PHR menyampaikan duka cita mendalam dan memastikan penyelidikan penyebab kecelakaan terus berlangsung. “Kami akan investigasi secara intensif dalam insiden ini,” kata Eviyanti.

Sebagai langkah pengamanan, aktivitas rig di lokasi kejadian langsung dihentikan. “PHR senantiasa mengupayakan keselamatan kerja sebagai prioritas utama dalam operasi di wilayah kerja Rokan,” terangnya. (RK1/*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Pemprov Riau Percepat Implementasi SP2D Online, Pembayaran Gaji ASN Kini Lebih Cepat

25 Juli 2026 - 07:20 WIB

Kelemahan Melayu

25 Juli 2026 - 06:32 WIB

Polsek Mandau Gagalkan Peredaran Sabu di Bathin Solapan, Dua Kakek Paruh Baya di Bekuk Bersama Barangbukti 30 Paket Sabu

25 Juli 2026 - 06:26 WIB

Polsek Rupat Utara Amankan Remaja Terduga Pemilik Sabu, Satu DPO Diburu

25 Juli 2026 - 06:23 WIB

Bupati Afni dan Menkeu Purbaya Bertemu, Suasana Reuni Warnai Silaturahmi

24 Juli 2026 - 22:34 WIB

Trending di Nasional