RiauKepri.com, BATAM – Kota Batam kembali menegaskan posisinya sebagai pusat pengembangan komunikasi pemerintahan di Indonesia melalui pembukaan forum nasional CommuniAction 2025 bertema Aksi Nyata Komunikasi Terencana, Kamis (27/11/2025). Kegiatan yang digelar di Aglow Hotel Harbourbay, Batuampar, ini menghadirkan ratusan peserta dari ASN, mahasiswa, hingga praktisi komunikasi publik.
Berbeda dari pelaksanaan sebelumnya, CommuniAction 2025 hadir dengan pendekatan baru: menjadikan Batam sebagai laboratorium penerapan komunikasi adaptif di tengah pesatnya transformasi digital. Kota ini dipandang pemerintah pusat sebagai daerah yang berhasil memadukan inovasi teknologi dengan pelayanan publik, sehingga dinilai layak menjadi model pembelajaran nasional.
Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, yang membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa komunikasi publik kini menjadi elemen fundamental dalam tata kelola pemerintahan. Menurutnya, perubahan teknologi dan perilaku masyarakat telah menggeser konsep komunikasi dari sekadar penyampaian informasi menjadi strategi pengambilan kebijakan.
“Pemerintah tidak cukup hanya bekerja, tetapi juga wajib membangun pemahaman. Program yang baik harus diketahui dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Batam Tanpa SDA, Bertumpu pada Narasi dan Layanan
Dalam forum tersebut, Firmansyah menekankan bahwa Batam yang tidak memiliki sumber daya alam justru bergantung pada kemampuannya membangun citra kota jasa dan pariwisata. Dengan tingginya arus kunjungan wisatawan, sektor pariwisata dinilai menjadi lokomotif ekonomi yang harus dikomunikasikan dengan lebih efektif.
Ia menjelaskan bahwa berbagai kegiatan nasional dan internasional, peningkatan fasilitas publik, serta kemudahan akses transportasi telah disiapkan untuk menegaskan Batam sebagai destinasi unggulan. Semua langkah tersebut membutuhkan strategi komunikasi yang menyeluruh agar mampu menarik minat wisatawan dan investor secara berkelanjutan.
Forum Kolaborasi Nasional
CommuniAction digagas Kementerian Komunikasi dan Digital RI sebagai ruang kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat strategi komunikasi pemerintah. Tahun ini, forum tersebut semakin menekankan pentingnya adaptasi terhadap teknologi informasi dan keterbukaan data.
Acara ini dihadiri sejumlah pejabat kementerian, antara lain Dirjen Komunikasi Publik dan Media Fifi Aleyda Yahya, Direktur Informasi Publik Nursodik Gunarjo, Kadis Kominfo Kepri Hendri Kurniadi, dan Kadis Kominfo Batam Rudi Panjaitan, serta perwakilan Kemenko Infrastruktur. Peserta juga mendapatkan materi mengenai komunikasi adaptif dari Tenaga Ahli Ditjen Komunikasi Publik dan Media, Latief Siregar.
Dorong Aksi Nyata di Ruang Digital
Menutup sambutannya, Firmansyah mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan ruang digital sebagai arena kolaborasi dan inovasi. Ia menegaskan bahwa forum ini diharapkan tidak hanya menjadi diskusi tahunan, tetapi melahirkan aksi konkret yang dapat memperkuat tata kelola komunikasi pemerintah baik di Batam maupun di daerah lain.
“Semoga kegiatan ini benar-benar mendorong aksi nyata dalam memperkuat komunikasi pemerintahan,” pungkasnya.
Dengan pendekatan baru yang lebih strategis, CommuniAction 2025 menjadi momentum Batam untuk membuktikan kapasitasnya sebagai kota modern yang tak hanya berkembang dalam sektor ekonomi, tetapi juga dalam kemampuan membangun narasi publik yang kuat dan adaptif. (RK6/*)







