Menu

Mode Gelap
BRK Syariah Bengkalis Dukung Semangat Kebersamaan pada Senam Bersama Hari Jadi ke-514 Kabupaten Bengkalis Kunjungan Kerja Seskoau ke LAMR Bahas Ketahanan Energi Nasional Berbasis Nilai-Nilai Kejuangan Polres Bengkalis Ungkap Kasus Dugaan Peredaran Sabu di Bengkalis, Satu Orang Diamankan Polsek Pinggir Gagalkan Peredaran Sabu, Pengedar Diamankan dengan Barang Bukti 1,96 Gram Dua Pengedar Sabu Ditangkap di Bengkalis, Polres Tegaskan Komitmen Dukung Program P4GN Prakiraan Cuaca Kepri, Senin 27 Juli 2026: Tanjungpinang hingga Anambas Berpotensi Diguyur Hujan Ringan

Riau

Kekuasaan Menyapa Kampung, di Bawah Terpal Bupati Itu Bernama Afni

badge-check

Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, menyapa rakyatnya tanpa sekat. Rela tidur di tenda, duduk berselempot mendengar curhat warga. Perbesar

Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, menyapa rakyatnya tanpa sekat. Rela tidur di tenda, duduk berselempot mendengar curhat warga.

RiauKepri.com, SIAK- Tak semua pemimpin datang membawa protokol. Tak semua kehadiran perlu kompang, silat, atau bunga yang dikalungkan di leher. Di tanah Melayu lancang kuning ini, Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, memilih datang dengan cara yang paling sederhana, hadir apa adanya.

Tak ada karpet merah. Tak ada sambutan resmi. Yang ada hanya tanah kampung, senyum warga, dan terpal yang dibentang menjadi alas duduk berselempot.

Untuk bermalam, Afni tak mencari penginapan. Ia menyiapkan tenda sendiri, beralaskan terpal, menyatu dengan dinginnya malam Dusun Bedeng, salah satu sudut terpelosok di Kecamatan Mandau, Kabupaten Siak, Riau.

Soal makan, Afni tak ingin menyusahkan. Afni ikut ke dapur, memasak bersama emak-emak kampung. Asap dapur mengepul, tawa pecah, dan piring-piring sederhana menjadi saksi, tak ada jarak antara bupati dan rakyatnya. Yang ada hanya kebersamaan.

Bagi mantan wartawan ini, menjadi pemimpin bukan soal dilayani. “Kepala daerah itu tugasnya melayani, bukan sebaliknya,” begitu prinsip yang ia pegang.

Pemimpin, kata Afni harus memberi contoh, menjadi inspirasi, membangkitkan semangat, bukan justru menghadirkan beban bagi rakyat.

Di Olak dan Dusun Bedeng, Afni mendengar lebih banyak daripada berbicara. Ia duduk, menyimak curahan hati warga, meninjau lokasi ketahanan pangan, dan menyapa mereka yang baru pertama kali berjumpa dengan seorang bupati. Tak ada pidato panjang, hanya dialog jujur yang mengalir apa adanya.

Kehadiran pemerintah, kata Afni, tak boleh absen. Minimal hadir, tidak menghindar, dan siap mendengar. Dari situlah ikhtiar memperjuangkan hak-hak dasar masyarakat dimulai, pelan, mungkin, tapi sungguh-sungguh.

Sehari penuh, langkah Afni diisi silaturahmi dari kampung ke kampung. Malam ia rencanakan tetap bermalam di Dusun Bedeng. Jika hujan turun, tenda sederhana sudah cukup. Terpal digelar, kopi diseduh, dan cerita mengalir di bawah langit kampung, dan diiringi menepuk agas atau nyamuk.

“Mudah-mudahan tidak hujan. Kalau hujan, kita berkemah. Ngopi bersama masyarakat, sederhana saja,” ucapnya, sambil tersenyum.

Pergantian tahunpun ia ajak disikapi dengan cara yang sama, biasa, sederhana. Tanpa pesta berlebihan. Cukup doa dan kebersamaan.

Di bawah terpal itu, rakyat melihat satu hal penting, bahwa kekuasaan bisa turun ke tanah, bahwa pemimpin bisa duduk sejajar,
dan bahwa kehadiran yang tulus adalah bentuk pelayanan paling jujur.

“Terima kasih 2025. Mari sambut 2026 dengan semangat dan harapan,” kata Afni. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Sayang Bini

26 Juli 2026 - 09:55 WIB

Siak Masuk Daftar Daerah Terbaik untuk Investasi Versi Fortune Indonesia

26 Juli 2026 - 07:37 WIB

Kelemahan Melayu

25 Juli 2026 - 06:32 WIB

Bupati Afni dan Menkeu Purbaya Bertemu, Suasana Reuni Warnai Silaturahmi

24 Juli 2026 - 22:34 WIB

Dukung Program Unggulan Kapolda Riau, Ditpolairud dan Polres Rohil Gelar Aksi ‘JALUR’ di Panipahan

24 Juli 2026 - 21:36 WIB

Trending di Riau