RiauKepri.com, SIAK— Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Kelompok 38 Tahun 2026 mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kampung Suak Merambai, Kabupaten Siak, untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital.
Program bertajuk “Sinergi Membangun Desa” tersebut diwujudkan melalui digitalisasi pembayaran menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) serta pembuatan banner identitas bagi warung dan produk lokal.
Ketua KKN UMRI Kelompok 38, Ade Multi Rangga, mengatakan program tersebut dirancang untuk membantu pelaku UMKM meningkatkan kemudahan transaksi sekaligus memperkuat identitas usaha.
“Digitalisasi pembayaran melalui QRIS diharapkan dapat memudahkan transaksi nontunai, memperluas jangkauan pasar, serta membantu pelaku usaha memiliki pencatatan keuangan yang lebih rapi dan aman,” kata Ade.
Selain digitalisasi pembayaran, mahasiswa KKN juga membuat dan memasang banner identitas pada warung serta produk lokal di Kampung Suak Merambai. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan daya tarik visual dan memudahkan konsumen mengenali produk unggulan desa.
Menurut Ade, sinergi antara mahasiswa dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendorong UMKM agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Program tersebut diharapkan dapat membantu UMKM Kampung Suak Merambai naik kelas, memiliki identitas usaha yang lebih kuat, serta mampu memperluas pemasaran dan bersaing di pasar yang lebih luas. (RK1/*)












