Menu

Otomatis
Breaking News

Pekanbaru

Majelis Zikir LAMR: Ketika Kecintaan Kepada Rasulullah Menyatu dengan Jati Diri Melayu

badge-check

Majelis Zikir digelar Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Provinsi Riau. (Foto: ist) Perbesar

Majelis Zikir digelar Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Provinsi Riau. (Foto: ist)

RiauKepri.com, PEKANBARU— Suasana Balai Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) terasa berbeda, Kamis (3/9/2026). Lantunan ayat suci Al-Qur’an, Marhaban dan Barzanji bergema, mengiringi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah.

Majelis Zikir yang digelar Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Provinsi Riau itu bukan sekadar menghadirkan rangkaian acara keagamaan. Di tengah nuansa adat Melayu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk kembali mengingat sosok Rasulullah SAW sekaligus meneguhkan hubungan erat antara Islam dan kehidupan masyarakat Melayu Riau.

Kegiatan diawali pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Abdurrahman Atan. Setelah itu, rangkaian acara dilanjutkan dengan Marhaban dan Barzanji yang dibawakan Hj. Dinawari bersama Perempuan LAMR.

Pimpinan Pondok Pesantren Darul Khair Riau, Dr. H. Muhammad Khoir Al-Kusyairi, MA, hadir sebagai penceramah dalam kegiatan yang mengangkat tema “Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H.”

Ketua Umum DPH LAMR Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil mengatakan, peringatan Maulid Nabi seharusnya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

“Nabi Muhammad SAW adalah teladan utama dalam membangun kehidupan yang beradab. Nilai-nilai kenabian harus kita hadirkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam kehidupan masyarakat Melayu Riau,” ujar Datuk Seri Taufik.

Menurutnya, kecintaan terhadap Rasulullah juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari jati diri Melayu Riau. Islam, kata Datuk Seri Taufik, telah menjadi landasan penting dalam kehidupan dan kebudayaan masyarakat Melayu.

“Bagi masyarakat Melayu Riau, kecintaan kepada Rasulullah juga tidak terpisahkan dari jati diri Melayu yang menjadikan Islam sebagai landasan kehidupan,” katanya.

Pesan itu kemudian ditutup Datuk Seri Taufik dengan membacakan puisi “Dimaulidin Nabi” yang terdapat dalam bukunya Tersebab Aku Melayu. Puisi tersebut menjadi semacam refleksi tentang kecintaan kepada Rasulullah sekaligus pertautan antara nilai-nilai Islam dengan kebudayaan Melayu.

Majelis Zikir itu turut dihadiri Ketua Umum MKA LAMR Datuk Seri H. Raja Marjohan Yusuf, Asisten I Sekretaris Daerah Provinsi Riau H. Zulkifli Syukur, jajaran Forkopimda dan pengurus LAMR.

Zulkifli mengapresiasi konsistensi LAMR dalam menggelar Majelis Zikir. Menurutnya, kegiatan keagamaan yang berpadu dengan kebudayaan memiliki peran penting dalam membangun karakter masyarakat.

“Peringatan Maulid Nabi mengingatkan kita bahwa pembangunan tidak hanya tentang ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga pembangunan manusia yang berakhlak, santun dan peduli terhadap sesama,” ujar Zulkifli. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

BRK Syariah Raih Runner Up Aulia Padel Tournament 2026

16 Sep 2026 - 08:56 WIB

BRK Syariah Raih Runner Up Aulia Padel Tournament 2026

Libatkan Seluruh Paguyuban, LAMR Siapkan Peringatan Hari Kebudayaan Nasional 2026

15 Sep 2026 - 16:59 WIB

Libatkan Seluruh Paguyuban, LAMR Siapkan Peringatan Hari Kebudayaan Nasional 2026

Asap Semakin Tebal: Pagi Tanpa Matahari, Malam Tanpa Bintang di Pekanbaru

15 Sep 2026 - 08:25 WIB

Asap Semakin Tebal: Pagi Tanpa Matahari, Malam Tanpa Bintang di Pekanbaru

Ketua SIWO PWI Kepri Endang Kurnia Juara National Open PWI Pekanbaru 2026 di Golden Break Pekanbaru

14 Sep 2026 - 17:19 WIB

Ketua SIWO PWI Kepri Endang Kurnia Juara National Open PWI Pekanbaru 2026 di Golden Break Pekanbaru

Pekan Ketiga Bulan Ini Jembatan Siak I dan III Bergantian Ditutup, Ini Jalur Alternatifnya

14 Sep 2026 - 12:06 WIB

Pekan Ketiga Bulan Ini Jembatan Siak I dan III Bergantian Ditutup, Ini Jalur Alternatifnya
Trending di Pekanbaru