Menu

Otomatis
Breaking News

Meranti

Korban Hilang Kecelakaan Laut di Perairan Selat Air Hitam Ditemukan

badge-check

Oplus_131072 Perbesar

Oplus_131072

RiauKepri.com, MERANTI – Bima Zulkarnain (28), korban yang sebelumnya dinyatakan hilang dalam kecelakaan laut antara SB EAGLE 11 dan SB FOUR BROTHER 03, akhirnya ditemukan oleh Tim SAR Gabungan di Perairan Selat Air Hitam, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, Sabtu (5/9/2026) pagi.

Kepala Basarnas Pekanbaru Budi Cahyadi melalui Kepala Unit Siaga SAR Kepulauan Meranti Prima Harrie Saputra membenarkan penemuan tersebut. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

“Alhamdulillah sudah ditemukan oleh nelayan di Sialang pasung, dan kondisi korban meninggal dunia,” kata Prima Harrie Saputra kepada wartawan.

Sebelumnya, Tim SAR Gabungan melakukan pencarian terhadap Bima yang hilang setelah kecelakaan laut antara SB EAGLE 11 dan SB FOUR BROTHER 03 di Perairan Selat Air Hitam, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti.

Pencarian hari kedua, Jumat (4/9/2026), berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga 17.30 WIB. Namun, hingga pencarian dihentikan sementara, korban belum ditemukan.

Komandan Lanal Dumai Kolonel Laut (P) Agung N. Kusumaji melalui Danposal Selatpanjang Lettu Laut (P) Hadi Ismanto dalam laporannya menyebutkan, Tim SAR Gabungan menerapkan empat metode pencarian di lokasi kejadian.

Metode tersebut meliputi penyisiran permukaan, deteksi bawah air, penyisiran dasar perairan menggunakan metode trawl jangkar, serta penyebaran informasi kepada kelompok nelayan di sekitar lokasi kejadian.

Penyisiran permukaan dilakukan menggunakan RIB Basarnas 0303 “Gurindam” dengan pola zig-zag dalam radius dua nautical mile (NM) dari titik kejadian. Sementara deteksi bawah air menggunakan alat AQUAE belum membuahkan hasil.

Tim juga melakukan penyisiran dasar perairan menggunakan metode trawl jangkar dengan melibatkan dua unit kapal pompong nelayan. Upaya tersebut juga belum menemukan korban.

Selain pencarian di lokasi kejadian, Tim SAR Gabungan menyampaikan informasi kepada kelompok nelayan di sekitar Perairan Selat Air Hitam. Nelayan diminta segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Adapun kronologis Kecelakaan laut tersebut terjadi pada Kamis (3/9/2026). Sekitar pukul 13.00 WIB, SB EAGLE 11 berangkat dari Pelabuhan Mengkapan, Tanjung Buton, Kabupaten Siak, menuju Bengkel Akian di Selatpanjang untuk melakukan perbaikan busi kapal.

Setelah perbaikan selesai sekitar pukul 15.00 WIB, kapal kemudian melanjutkan perjalanan menuju salah satu APMS di Selatpanjang untuk mengisi bahan bakar.

Sekitar 10 menit setelah berlayar, SB EAGLE 11 bertabrakan dengan SB FOUR BROTHER 03 di Perairan Selat Air Hitam. Kapal tersebut disebut datang dari arah lambung sebelah kiri SB EAGLE 11.

Usai kejadian, SB EAGLE 11 menurunkan handle kapal. Lima orang kru kemudian melihat ke arah kiri luar kapal dan mendapati SB FOUR BROTHER 03 dalam kondisi terbalik.

Sekitar satu menit kemudian, anggota Satpolairud Polres Kepulauan Meranti tiba di lokasi dan melakukan upaya penyelamatan terhadap kru SB FOUR BROTHER 03. Namun, upaya tersebut belum berhasil menemukan korban maupun menyelamatkan kapal.

Dalam pencarian awal, petugas menemukan sejumlah barang yang mengapung di permukaan air. Barang-barang tersebut berupa satu unit kursi kapal berwarna biru hitam, tiga buah busa alas kursi berwarna cokelat, satu buah busa alas kursi berwarna merah, satu buah lifebuoy berwarna oranye, satu buah life jacket berwarna oranye, satu buah kayu palet berwarna biru, serta sepasang sandal hitam merek Mackers.

Lokasi kecelakaan berada di Perairan Selat Air Hitam, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, pada koordinat N 1.0205° dan E 102.7066°.

Pencarian pada Jumat (4/9/2026) dihentikan sementara pada pukul 17.30 WIB. Penghentian dilakukan karena SB FOUR BROTHER 03 telah tenggelam sehingga proses pencarian menjadi lebih sulit dan membutuhkan dukungan tim penyelam.

“Pencarian akan dilanjutkan kembali pada hari berikutnya,” demikian laporan Danposal Selatpanjang.

Operasi pencarian melibatkan personel SAR Selatpanjang, Pos TNI AL Selatpanjang, Polairud Polres Kepulauan Meranti, ABK SB EAGLE 11, serta pihak keluarga korban.

Peralatan yang digunakan antara lain RIB 0303 “Gurindam”, alat AQUAE, dan jangkar.

Bima Zulkarnain diketahui merupakan laki-laki berusia 28 tahun yang berdomisili di Parit 1, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. (RK12)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Dua Hari Menghilang, Danposal Selatpanjang: Empat Metode Pencarian Sudah Dilakukan

4 Sep 2026 - 18:00 WIB

Dua Hari Menghilang, Danposal Selatpanjang: Empat Metode Pencarian Sudah Dilakukan

Terima Ada Kecelakan Laut, Tim SAR Gabungan Respon Cepat 

4 Sep 2026 - 12:15 WIB

Terima Ada Kecelakan Laut, Tim SAR Gabungan Respon Cepat 

Bhabinkamtibmas Cek Budidaya Lele P2B Bumdes Desa Batin Suir, Dukung Ketahanan Pangan

4 Sep 2026 - 11:53 WIB

Bhabinkamtibmas Cek Budidaya Lele P2B Bumdes Desa Batin Suir, Dukung Ketahanan Pangan

Prestasi Gemilang Datang Dari Polres Meranti

3 Sep 2026 - 19:20 WIB

Prestasi Gemilang Datang Dari Polres Meranti

Polsek Tebingtinggi, Pengecekan Lahan Jagung Pipil Dukung Ketahanan Pangan di Selatpanjang Kota

3 Sep 2026 - 14:10 WIB

Polsek Tebingtinggi, Pengecekan Lahan Jagung Pipil Dukung Ketahanan Pangan di Selatpanjang Kota
Trending di Meranti