Menu

Mode Gelap
Anggota DPRD Batam Ir Anang Adhan Hadiri Pelepasan Ratusan Jamaah Calon Haji di Masjid Agung Raja Hamidah Tes Urine di Kantor Camat Bantan, 3 Pegawai Positif Prakiraan Cuaca Kepri Jumat, 17 April 2026: Hujan Ringan Hingga Sedang Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah Sekda Ronny Kartika Paparkan Indeks Profesionalitas ASN pada Latsar CPNS Bintan Angkatan XXI Pencarian Korban Lompat dari Kapal Dumai Line Dihentikan? Pengembangan Kasus, Polsek Bukit Batu Ringkus Dua Pengedar Sabu di Dumai

Tanjungpinang

Festival Sastra Internasional Gunung Bintan 2025 Kembali Digelar di Tanjungpinang

badge-check


					Logo FSIGB 2025 Perbesar

Logo FSIGB 2025

RiauKepri.com, TANJUNGPINANG – Festival Sastra Internasional Gunung Bintan (FSIGB) 2025 akan kembali digelar di Tanjungpinang, ibu kota Provinsi Kepulauan Riau, pada 28–31 Oktober mendatang.

Mengusung tema “Memperkukuh dan Memperkasa Ukhuwah Asy-Syuara” atau persaudaraan para penyair, ajang sastra bergengsi ini memasuki pelaksanaan yang kedelapan.

Penanggung jawab FSIGB 2025, Datuk Seri Rida K Liamsi, menyebutkan festival akan menghadirkan sekitar 125 penyair dari berbagai provinsi di Indonesia serta negara serumpun Melayu, seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Thailand.

“Insya Allah kegiatan ini akan menjadi ruang silaturahmi dan pertukaran gagasan para penyair lintas negara,” ujar Rida.

FSIGB ditaja bersama Pemerintah Provinsi Kepri melalui Dinas Kebudayaan, didukung Perhimpunan Penulis Kepri (PPK) dan Yayasan Jembia Emas. Acara dipusatkan di Gedung Seri Inderasakti, Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri.

Rangkaian kegiatan meliputi seminar sastra bertajuk “Karya Pengarang Kepri dan Pengaruhnya terhadap Perkembangan Kesusastraan di Rantau Melayu”. Seminar ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Dr Mukjizah (Jakarta), Maman S Mahayana (Jakarta), Prof Hasanuddin WS (Sumbar), Datuk Seri Taufik Ikram Jamil (Riau), Dr Haryatie Abd Rahman (Malaysia), Dr Azhar Ibrahim (Singapura), dan Prof Abdul Malik (Kepri).

Selain itu, festival juga menampilkan pembacaan puisi bersama peserta, penerbitan antologi puisi Jazirah 25, serta pameran karya sastra Kepri dari masa kerajaan Riau-Lingga hingga era modern. Koleksi yang ditampilkan antara lain karya Bilal Abu, Raja Ali Haji, Sutardji Calzoum Bachri, Hasan Aspahani, hingga penulis muda seperti Riawani Elita dan Natasha Anhar.

“Spesialnya, FSIGB tahun ini disejalankan dengan peringatan Hari Jadi Provinsi Kepri dan Bulan Bahasa,” kata Rida.

Ia menambahkan, format festival tahun ini berbeda dibanding sebelumnya. Beberapa agenda tidak lagi disertakan, seperti peluncuran 100 buku puisi bersama maupun ziarah budaya.

“Meski ada penyesuaian, semangat untuk terus menggeliatkan dunia sastra di Kepri dan kawasan Melayu tetap menjadi roh FSIGB,” tegasnya. (Red)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BRK Syariah Dampingi ASN Pra Pensiun dan Pensiunan Tanjungpinang-Bintan dalam Ramah Tamah dan Layanan Syariah

13 April 2026 - 16:02 WIB

Yayasan Muallaf Bersatu Kepri, BAZNAS dan Muslim Karo Tanjungpinang kolaborasi bantu Ibnu Sabil terlantar di Tanjungpinang

9 April 2026 - 19:12 WIB

HMI Tanjungpinang–Bintan Soroti Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Andri Yunus, Desak Pelaku Diadili di Peradilan Umum

7 April 2026 - 06:35 WIB

Prakiraan Cuaca Kepri Ahad, 5 April 2026: Hujan Ringan hingga Lebat Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah

5 April 2026 - 06:25 WIB

Prakiraan Cuaca Kepri, Sabtu 4 April 2026: Sebagian Wilayah Diguyur Hujan Ringan hingga Sedang

4 April 2026 - 07:01 WIB

Trending di Kepulauan Riau