RiauKepri.com, PEKANBARU– PT Bumi Siak Pusako (BSP) kembali berpartisipasi dalam program pelestarian lingkungan melalui gerakan penanaman pohon bersama SKK Migas Sumbagut dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) wilayah Riau.
Program bertajuk Green Restoration of Our World (GROW) ini menargetkan penanaman sebanyak 14.505 bibit pohon di 12 kabupaten/kota se-Provinsi Riau. Kegiatan berlangsung mulai 22 April hingga 25 Mei 2026.
Pelaksanaan perdana kegiatan GROW digelar di SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan SKK Migas Sumbagut Yanin Kholison selaku Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi (Forkom), Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekanbaru Reza Aulia Putra, serta Kepala SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru Slamet Supriyadi.
Sejumlah KKKS wilayah Riau turut ambil bagian dalam kegiatan ini, di antaranya PT Bumi Siak Pusako, EMP Bentu Limited, PT EMP Energy Gandewa, PT Pertamina Hulu Rokan, Texcal Energy Mahato Inc., PT Imbang Tata Alam, PT EMP Energy Riau, PT Pertamina EP Lirik Field, PT APG West Kampar Indonesia, PT SPR Langgak, PT EMP Tunas Energy, dan EMP Korinci Baru Ltd. Kegiatan di lapangan didukung oleh tim WCD Riau.
Kepala SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru, Slamet Supriyadi, menyampaikan bahwa program ini memberikan edukasi penting bagi generasi muda untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
“Program ini sangat baik sebagai contoh bagi siswa agar memiliki kesadaran dalam menjaga dan melestarikan lingkungan demi masa depan,” ujarnya.
Sementara itu, Yanin Kholison dari SKK Migas Sumbagut menilai program GROW memiliki manfaat jangka panjang dalam menciptakan lingkungan yang hijau dan sehat.
“Bibit yang ditanam merupakan tanaman produktif seperti mangga, rambutan, jeruk, nangka, matoa, jeruk nipis, dan lengkeng yang tidak hanya menghijaukan lingkungan, tetapi juga memberi manfaat ekonomi,” jelasnya.
Dari pihak BSP, Tengku Muchlis selaku Team Manager Community Development menegaskan pentingnya keberlanjutan program tersebut sebagai bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan.
Menurutnya, penanaman pohon menjadi langkah konkret untuk menjaga keseimbangan alam, mengingat industri telah memanfaatkan sumber daya alam dalam aktivitasnya.
“Setiap pohon yang ditanam menjadi bagian dari kehidupan berbagai makhluk hidup. Ini menjadi pengingat bahwa menjaga alam adalah tanggung jawab bersama,” kata Muchlis. (RK1)







