Menu

Mode Gelap
Apel Satgas Anti Narkoba 2026, Siak Perkuat Sinergi Berantas Narkotika Membuka Kembali Pemekaran Daerah? Budidaya Rumput Laut Pulau Kasu Berpotensi Jadi Unggulan di Kepulauan Riau Komisi II DPRD Kabupaten Bintan Laksanakan Koordinasi Program Kampung Nelayan Merah Putih ke DKP Provinsi Kepri Gerak Cepat Polsek Rupat, Pelaku Asusila Anak Berhasil Diamankan Penari Belia sampai Lansia Ikut Menari Satu Jam Tanpa Henti

Pekanbaru

Delapan Jemaah Haji Riau Sakit, Dua Batal Berangkat ke Tanah Suci

badge-check


					Defizon, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Republik Indonesia Provinsi Riau. (Foto: ist) Perbesar

Defizon, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Republik Indonesia Provinsi Riau. (Foto: ist)

RiauKepri.com, PEKANBARU– Sebanyak tiga kloter jemaah haji asal Riau telah masuk ke Asrama Haji Batam. Namun, jumlah jemaah yang mengalami gangguan kesehatan tergolong tinggi, yakni mencapai delapan orang. Dari jumlah tersebut, dua jemaah dipastikan batal berangkat ke Tanah Suci.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Republik Indonesia Provinsi Riau, Defizon, menyayangkan kondisi tersebut. “Alhamdulillah, jemaah Riau yang sudah masuk asrama haji saat ini mencapai lima kloter. Dua kloter sudah tiba di Madinah, dan satu kloter lagi hari ini masuk asrama. Dari tiga kloter yang telah masuk asrama haji, tercatat tujuh jemaah mengalami sakit,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dari tujuh jemaah yang sakit di Batam, ditambah satu jemaah yang sakit di daerah asal, total ada delapan jemaah yang tidak bisa berangkat karena kondisi kesehatan. “Ini jumlah yang cukup tinggi dan menjadi perhatian serius,” katanya.

Defizon menekankan pentingnya memperhatikan aspek istithaah kesehatan bagi jemaah haji tahun 2026.
“Kami mengimbau jemaah untuk benar-benar memperhatikan kondisi kesehatan. Minimal dua hingga tiga hari sebelum keberangkatan, sebaiknya beristirahat agar saat masuk asrama sudah siap untuk terbang,” jelasnya.

Ia juga berharap tidak ada lagi jemaah yang batal berangkat setelah dua orang dipastikan gagal karena tidak memenuhi syarat istithaah kesehatan.
“Dari delapan jemaah yang sakit, satu orang di daerah asal dinyatakan tidak memenuhi istithaah. Sementara di embarkasi Batam, satu dari tujuh jemaah juga dipastikan gagal berangkat,” tambahnya.

Saat ini, enam jemaah masih menjalani perawatan di Batam. Defizon berharap kondisi mereka segera membaik sehingga tetap bisa diberangkatkan.
“Kami berharap keenam jemaah ini pulih dan tidak sampai gagal istithaah, sehingga bisa diberangkatkan jika kesehatannya sudah membaik,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar kondisi ini tidak bertambah, karena dapat menimbulkan kendala dalam proses pemberangkatan, termasuk terkait ketersediaan kursi di kloter berikutnya.

“Jangan sampai jumlah jemaah yang sakit bertambah, karena bisa memengaruhi pengaturan kursi di kloter selanjutnya,” tegasnya.

Berdasarkan evaluasi sementara, banyaknya jemaah yang sakit diduga disebabkan oleh penyakit bawaan yang diperparah oleh kelelahan sebelum keberangkatan.

“Mungkin sebelum berangkat banyak aktivitas. Karena itu, kami mengimbau agar jemaah cukup beristirahat. Ibadah haji membutuhkan kondisi fisik yang prima. Jangan sampai di Arab Saudi mengalami kondisi yang sama. Istirahat yang cukup sangat penting agar saat diterbangkan ke Madinah dalam kondisi sehat,” ucap
Defizon. (RK1/mcr)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mahasiswa Disabilitas Unilak Lulus 3,5 Tahun, Rektor Bangga Kampus Kian Inklusif

30 April 2026 - 06:27 WIB

Bupati Siak Serukan Kolaborasi Hadapi Super El Nino 2026: “Jaga Gambut Tetap Basah”

28 April 2026 - 08:05 WIB

Lagi, BSP Ikut Penanaman 14.505 Pohon Bersama SKK Migas Sumbagut dan KKKS di Riau

27 April 2026 - 10:10 WIB

Ruang Asa Project Hadirkan Topi Harapan, Bangkitkan Semangat Anak YKAKI Riau

26 April 2026 - 14:03 WIB

Aladin Melayu

26 April 2026 - 06:23 WIB

Trending di Minda