RiauKepri.com, MERANTI – Kejuaraan Provinsi Tinju Amatir Elite Riau 2026 di Kabupaten Kampar menjadi salah satu panggung penting bagi atlet tinju Kepulauan Meranti untuk menguji hasil pembinaan sekaligus membuka peluang menuju PON Bela Diri 2026 di Manado, Sulawesi Utara.
Ketua KONI Kepulauan Meranti, Hidayat Abdurrahman, S.E., bersama pengurus turut hadir saat pelepasan kontingen di rumah dinas Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Jalan Dorak, Selatpanjang, Rabu (2/9/2026) sore.
Bagi KONI Meranti, keberangkatan ke Kampar bukan sekadar agenda pertandingan tingkat provinsi. Ajang tersebut menjadi kesempatan bagi atlet untuk menunjukkan sejauh mana perkembangan kemampuan mereka setelah menjalani pembinaan dan latihan.
Kehadiran Sayna Safira menjadi salah satu gambaran potensi yang dimiliki Meranti. Atlet tersebut telah mencatat sejumlah prestasi, termasuk medali emas di GOR Tanjung Pandan, Belitung, pada 25 April 2026 setelah mengalahkan Desin Komalasari dari Bengkulu.
Sebelumnya, Sayna juga menjadi bagian dari perjuangan Riau dengan menyumbangkan medali emas pada Popnas XVII Jakarta 2025 dan Pra-Popnas 2024. Ia juga pernah menjadi juara Fighter Wanted Boxing Championship Batam 2024.
Catatan tersebut menjadi modal sekaligus tantangan. Persaingan di Kampar akan menjadi kesempatan untuk kembali membuktikan konsistensi performa sebelum melangkah ke level yang lebih tinggi.
Dalam kesempatan pelepasan, Wakil Bupati Kepulauan Meranti Muzamil Baharudin menyampaikan apresiasi terhadap para atlet dan pihak-pihak yang selama ini mendukung pembinaan olahraga.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Meranti, kami sangat bangga dan senang melihat anak-anak kita mewakili kabupaten yang kita cintai ini. Jaga nama baik daerah dan manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya,” kata Muzamil.
KONI Meranti juga menaruh perhatian pada aspek mental atlet. Dalam olahraga tinju, kemampuan teknik harus diimbangi kesiapan menghadapi tekanan pertandingan.
Muzamil mengingatkan bahwa seorang atlet tidak boleh mudah terpengaruh oleh suasana di luar ring.
“Olahraga bela diri bukan hanya kemampuan. Yang paling penting adalah mental. Ketika berada di atas ring, tidak ada pelatih, teman atau keluarga yang bisa membantu kita. Karena itu, atlet harus memiliki mental yang kuat dan mental juara,” ujarnya.
Pesan tersebut dinilai penting karena Kejurprov di Kampar juga berkaitan dengan peluang menuju PON Bela Diri. Artinya, setiap pertandingan menjadi ruang bagi atlet untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menjaga konsistensi performa.
Selain atlet, pelatih Edy Supiyanto dan jajaran ofisial juga diharapkan mampu menjaga fokus para petinju selama mengikuti kejuaraan. Pendampingan tidak hanya diperlukan ketika pertandingan berlangsung, tetapi juga dalam menjaga kondisi atlet sebelum memasuki ring.
Muzamil meminta penggunaan telepon seluler selama mengikuti kejuaraan tidak berlebihan agar atlet dapat lebih berkonsentrasi.
“Kalau bisa selama mengikuti acara ini, HP dijauhkan dulu. Gunakan pada waktu tertentu untuk komunikasi yang penting. Jangan sampai hal-hal kecil mengganggu fokus dan konsentrasi atlet,” pesannya.
Di sisi lain, Muzamil menegaskan bahwa target prestasi harus tetap dibarengi sportivitas. Ia meminta atlet tidak menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan.
“Memang tujuan kita bertanding untuk menang. Tetapi kemenangan harus diraih dengan cara yang baik, fair dan sportif. Bertandinglah dengan gagah dan berani, tetapi tetap menjunjung tinggi etika,” tegasnya.
Rombongan atlet kemudian diberangkatkan melalui Pelabuhan Tanjung Harapan Selatpanjang. Kehadiran para orang tua dalam pelepasan juga menjadi bagian dari dukungan moral bagi atlet yang akan menjalani pertandingan di luar daerah.
KONI Meranti berharap kejuaraan tersebut dapat menghasilkan pengalaman berharga sekaligus membuka jalan bagi atlet-atlet terbaik daerah untuk melangkah ke persaingan yang lebih tinggi.
“Kalau pun kalah, kita harus kembali dengan kepala tegak. Kalah dengan cara yang baik. Dan kalau mendapat kemenangan, kami berharap itu kemenangan yang baik,” ujar Muzamil.
Selain Hidayat Abdurrahman dan pengurus KONI, pelepasan turut dihadiri Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Suardi, M.Pd., Kepala Disporapar Syaiful Bakhri, S.T., Sekretaris Disporapar Husni Mubarak, Kabid Pemuda dan Olahraga Dedi Syahroni, Kepala Disdikbud Raja Yusran, pelatih, atlet dan orang tua.
Seluruh kontingen diharapkan mampu menjaga nama baik Meranti sekaligus memberikan penampilan terbaik dalam persaingan tinju amatir elite Riau 2026 di Kampar.(RK12).







