Menu

Otomatis
Breaking News

Riau

Puisi Hang Kafrawi: Lelaki dan Malam

badge-check

Hang Kafrawi Perbesar

Hang Kafrawi

Lelaki dan Malam

Awan putih tipis melayang di bawah bulan
seorang pria terjebak dalam kegelapan
cahaya menikam pundaknya
angin membawa nyanyian
nada-nada waktu menyulam sunyi

Ia tetap berdiri walau memikul malam
gelap yang merayap menyapa tubuh
denting kematian harus dikubur
agar ketakutan tak membakar diri

Garis bintang menari di kepalanya
terbentang bayang rindu
tak ingin ia menumpahkan air mata
tersebab kekalahan bukan jalan akhir

 

Menyongsong Arus Kita Berdiri

Kita berlari gelap mendekap
Keringat di tubuh mengalir cahaya
Mulut terkunci kata-kata lesap
Api sunyi semakin membara

Adakah engkau kehilangan arah
Disaat purnama membelah malam
Dinding dipukul angin sejarah
Tak seharusnya kita membela diam

Peperangan sudah lama dimulai
Gelombang derita lurus ke depan
Kita peluk setia menanak lalai
Tanah ini tak menyimpan kenangan

Menunggu nasib berubah sendiri
Di pangkuan takdir kita menyerah
Tiada perlawanan wujud diri
Sepanjang masa waktu berdarah

Kita berlari di malam pekat
Bermusim tangis mengiba duka
Tertunduk dipaksa kelam melarat
Menongkah sedih dikutuk petaka

Biar disumpah menjadi batu
Durhaka diri membela negeri
Kepedihan tanggung rasa rindu
Menyongsong arus kita berdiri

 

Jalan Ikhlas

Hujan pecah di mata hati
mendung berkabar badai
kembara kisah tak berhenti
ditikam rindu tak pernah usai

Hari-hari berlari semakin cepat
purnama di tanjung belah malam
takar diri hendaklah bertempat
menyaring cahaya berkah disulam

Belum sempat bersih kenangan
cawan kasih melimpah sudah
pada sukma bertanam keyakinan
melepas ragu mendekap berkah

Ada luka yang terus berdarah
jalannya sunyi berhampar sepi
hanya kepada Allah kita berserah
pastilah hidup akan berseri

Ikhlas

Aku bertandang rumah sepi
menyedu bulan dari gelap
dalam badai raga api
terasing bising dan lenyap

Puing-puing rindu menderu
perangkap fana silau mata
tangkup sesat sepanjang waktu
darah ngalir muara duka

Cemas menyala berburu ragu
hati jua terbakar sunyi
kembara tuju ke padang beku
hari ke hari dikebat mimpi

Tak perlu sesal dirunsingkan
telaga kasih terus mengalir
melayar perahu harus disampaikan
gelombang diri tegap hadir

Kepada Yang Satu bersekutu
cahaya menang akan terbentang
itulah tujuan hidup bermutu
penembus batas segala rintangan

Nyanyian zikir ke dalam jiwa
kepada Mahakuasa berserah diri
biarlah orang memandang hina
asalkan Allah melapangkan hati

Meremas Sepi

Jangan pernah takut bermimpi
Rengkuh saja waktu penghalang
Hidup bukan meminta kasihan
Kau harus tetap berdiri
Walau luka seluas tubuhmu

Kekalahan hanya untuk para pengecut
Bersembunyi dari kenyataan yang tak akan pernah hilang
Busungkan dadamu dan remaslah duka itu

Tak ada yang mesti kita ragukan
Allah selalu bersama orang yang mengenal diri
Maka teruslah berlari peluk matahari

Hang Kafrawi adalah nama pena Muhammad Kafrawi, dosen Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Lancang Kuning

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Asap Semakin Tebal: Pagi Tanpa Matahari, Malam Tanpa Bintang di Pekanbaru

15 Sep 2026 - 08:25 WIB

Asap Semakin Tebal: Pagi Tanpa Matahari, Malam Tanpa Bintang di Pekanbaru

Pulang KPPD Lemhannas Langsung ke Lokasi Karhutla, Bupati Afni: Jaga Siak Zero Firespot!

13 Sep 2026 - 10:21 WIB

Pulang KPPD Lemhannas Langsung ke Lokasi Karhutla, Bupati Afni: Jaga Siak Zero Firespot!

Belum Ekpose Jadi Ketua DPD Nasdem Siak, Afni: Kita Urus Dulu Karhutla

13 Sep 2026 - 08:17 WIB

Belum Ekpose Jadi Ketua DPD Nasdem Siak, Afni: Kita Urus Dulu Karhutla

Awas Penyangak!

12 Sep 2026 - 08:49 WIB

Awas Penyangak!

Dari Pesan WhatsApp, Terbongkar Dugaan Pencabulan Santri di Siak

11 Sep 2026 - 15:05 WIB

Dari Pesan WhatsApp, Terbongkar Dugaan Pencabulan Santri di Siak
Trending di Riau