Menu

Mode Gelap
BRK Syariah Salurkan CSR Rp30 Juta untuk Masjid Al-Jama’ah pada Safari Ramadan Pemprov Riau di Inhil Prakiraan Cuaca Kepri Ahad, 8 Maret 2026: Sebagian Wilayah Berpotensi Hujan Ringan hingga Sedang BRK Syariah Gaungkan Literasi Keuangan Syariah Lewat GERAK Syariah 2026 di Pekanbaru Bupati dan Wabup Siak Jadi Amil Zakat, Terima Langsung Zakat dari Muzakki Safari Ramadan Kecamatan Jemaja Digelar di Pulau Darak, Warga Air Biru Sampaikan Terima Kasih Malu Melayu

Pekanbaru

UMAM Sosialisasikan Program PhD untuk Dosen-dosen di Unilak

badge-check


					UMAM Sosialisasikan Program PhD untuk Dosen-dosen di Unilak Perbesar

RiauKepri.com, PEKANBARU – Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM) melaksanakan sosialisasi program doktoral (PhD) kepada para dosen Universitas Lancang Kuning (Unilak) bertajuk “PhD: The UMAM Way”, kegiatan ini dihadiri oleh para dosen yang belum menempuh pendidikan S3 dan dilaksanakan di Aula Pustaka Unilak, Selasa (24/12/2024).

Rektor Unilak, Prof Dr Junaidi SS M Hum PhD menyambut baik kegiatan tersebut. Ia juga berharap, program ini dapat menjadi pilihan bagi dosen Unilak yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang S3.

“Kami mengundang para dosen yang belum S3 untuk memanfaatkan kesempatan ini. Program PhD di Universiti Muhammadiyah Malaysia memungkinkan pembelajaran secara online dan berbasis penelitian tanpa perlu mengikuti kelas,” ujar Prof Junaidi.

Agenda ini dihadiri oleh Professor di Faculty of Business Management and Information Technology sekaligus Acting Register UMAM Prof Emeritus Dr Rushami Zien Yusoff dan Head of Programme, PhD in Social Science, Faculty of Education, Social Science and Islamic Studies (FESSIS) and Acting Deputy Registrar UMAM Mutiara Dwi Sari PhD yang turut memberikan penjelasan mengenai sistem pendidikan PhD di UMAM.

Dalam sambutannya Prof Emeritus menekankan bahwa pendekatan berbasis penelitian ini berbeda dari sistem di Indonesia yang umumnya menggabungkan perkuliahan dan penelitian.

“Di Malaysia, program PhD langsung fokus kepada penelitian. Tidak ada sistem kelas seperti jenjang S1, S2, atau S3 di Indonesia yang harus mengikuti perkuliahan selama dua tahun sebelum memulai penelitian. Bagi seorang dosen, memiliki gelar PhD bukan lagi pilihan, melainkan kewajiban,” jelas Prof. Rushami.

Dengan sosialisasi ini, diharapkan semakin banyak dosen Unilak yang tertarik untuk melanjutkan studi doktoral di UMAM dan meningkatkan kualitas pendidikan serta penelitian di perguruan tinggi, khususnya di Unilak. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BRK Syariah Gaungkan Literasi Keuangan Syariah Lewat GERAK Syariah 2026 di Pekanbaru

7 Maret 2026 - 16:27 WIB

Malu Melayu

7 Maret 2026 - 10:16 WIB

Akademisi Beberkan Kriteria Ideal Dirut Perusahaan Migas, Harus Berpengalaman dan Berintegritas

6 Maret 2026 - 10:13 WIB

Bupati Siak Larang Parcel Lebaran ke Pejabat, Dialihkan ke Bansos untuk Rakyat

5 Maret 2026 - 17:16 WIB

Bupati Asmar Hadiri Apel Kesiapsiagaan Karhutla Nasional 2026 di Pekanbaru, Pemerintah Perkuat Upaya Pencegahan

5 Maret 2026 - 13:51 WIB

Trending di Meranti