Menu

Mode Gelap
‘Malam Sastra Sumatera Luka’ PWI Kepri-PWI Batam Banjir Dukungan Warga Aceh, Sumut dan Sumbar PANTUNESIA Pukau Wakil Menteri Kebudayaan di Pos Bloc Jakarta Cuaca Riau Malam Ini Berpotensi Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang Polda Kepri Dukung Pelepasan Bantuan Kemanusiaan IJTI untuk Korban Bencana di Sumatra Bupati Siak Tetapkan Status Siaga Darurat Hidrometeorologi, Larang Siswa Berlibur ke Daerah Rawan Bencana Festival Sampan Layar ke-6 Bandul Meriah, Peserta dan Warga Tumpah Ruah

Meranti

Penjelasan Dari Kapolsek Rangsang Barat Terkait Mayat Yang Ditemukan Di Persawahan 

badge-check


					Penjelasan Dari Kapolsek Rangsang Barat Terkait Mayat Yang Ditemukan Di Persawahan  Perbesar

RiauKepri.com, MERANTI – Pihak Kepolisan setempat atau Polsek Rangsang Barat memberikan keterangan terkait ditemukan sosok jenazah wanita (Mayat,red) yang ditemukan di wilayah Persawahan diwilayahnya yang sempat viral di Media Sosial.

Seorang wanita Lanjut Usia (Lansia) ditemukan tak bernyawa di sebuah sawah dijalani Pertanian, Dusun Melati, Desa Melai, Kabupaten Kepulauan Meranti, Selasa (21/1/2024).

Wanita berinisial M (64) tersebut ditemukan warga karena sudah hilang sejak 3 hari yang lalu, karena tidak kunjungan pulang ke rumahnya Dusun Parit Gantung, Desa Kedabu Rapat.

Kejadian ini sempat menghebohkan dan menjadi perhatian warga sekitar.

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Kurnia Setyawan melalui Kapolsek Rangsang Barat, Iptu Rolly Irvan saat dikonfirmasi Wartawan mengatakan bahwa awalnya seorang warga menemukan jenazah tersebut saat sedang melintas di sekitar lokasi penemuan.

Saksi yang menemukan kemudian memanggil saksi lainnya untuk sama-sama memastikan bahwa itu adalah mayat.

“Setelah itu kemudian saksi melaporkan ke kepala Dusun, yang kemudian dilaporkan kepada Bhabinkamtibmas setempat,” ujar Rolly.

Setelah mendapat laporan Rolly memerintahkan Kamis Reskrim Polsek dan tim lainnya dari Puskesmas n untuk melakukan olah TKP dan mengevakuasi korban ke Puskemas Anak Setatah.

“Di sana pihak puskesmas kemudian melakukan visum terhadap korban. Dari pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda kekerasan dan mayat korban sudah dalam kondisi membengkak,” jelasnya.

Korban tersebut kemudian diketahui merupakan warga Dusun Parit Gantung yang bersebelahan dengan desa tempat korban ditemukan.

Keluarga juga telah datang dan memastikan korban adalah keluarga mereka.

“Selama ini korban tinggal bersama suami dan satu orang anaknya,” tutur Rolly.

Dari pengakuan keluarga, Korban selama 3 bulan terlahir memang mengalami gangguan jiwa dan sering tidak pulang ke rumah.

“Namun yang terkahir ini tidak pulang-pulang selama 3 hari dan kemudian berusaha untuk mencari korban,” jelasnya.

Rolly mengatakan pihaknya juga menyarankan kepada keluarga melakukan otopsi terhadap korban, karena dinilai tidak wajar.

Namun keluarga memilih untuk mengikhlaskan dan tidak mau menjalani otopsi.

“Artinya keluarga tadi tidak berkenan untuk dilakukan otopsi dan ikhlas dengan kejadian ini,” tuturnya.

Pada hari yang sama, Rolly mengatakan korban langsung dikebumikan oleh keluarga di pemakaman umum di Dusun Parit Gantung.

“Tadi sudah langsung dikebumikan di dusun Parit Gantung oleh keluarga.” Pungkasnya. (AL).

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Festival Sampan Layar ke-6 Bandul Meriah, Peserta dan Warga Tumpah Ruah

6 Desember 2025 - 20:05 WIB

Polres Meranti Selamatkan Generasi Muda Dari Narkoba

5 Desember 2025 - 16:32 WIB

Datuk Kasam Sang Penanam Mangrove di Selatpanjang Itu Sudah Tiada

5 Desember 2025 - 09:27 WIB

Solidaritas Nusantara: Pemkab Kepulauan Meranti Galang Dana untuk Korban Bencana Aceh, Sumbar, dan Sumut

5 Desember 2025 - 06:47 WIB

Anak 11 Tahun Di Meranti Meninggal Dunia Usai Tenggelam

4 Desember 2025 - 16:17 WIB

Trending di Meranti