RiauKepri.com, PEKANBARU- Dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan, Gubernur Riau Abdul Wahid menegaskan bahwa rumah ibadah dari berbagai agama dapat berdiri berdampingan sebagai wujud nyata dari harmoni dan toleransi. Hal ini bukan hanya simbol, melainkan refleksi dari kehidupan masyarakat Riau yang majemuk dan saling menghargai perbedaan.
“Masjid, gereja, wihara bisa berdiri berdampingan. Warganya hidup rukun saling menghargai dan saling mendukung,” ujar Gubri dalam kunjungannya ke jemaat HKBP Immanuel Resort Pekanbaru II, Ahad (8/6). Pernyataan ini menegaskan bahwa keberagaman bukan hambatan, tapi justru kekuatan yang mengikat masyarakat Riau dalam satu kesatuan.
Gubri menekankan, bahwa toleransi antarumat beragama merupakan fondasi penting dalam pembangunan. Provinsi Riau, yang dikenal sebagai miniatur Indonesia karena keberagaman etnis dan budayanya, menjadi bukti bahwa perbedaan bisa dikelola dengan damai dan saling pengertian.
“Riau ini tidak hidup berkelompok-kelompok. Tidak ada sekat, tidak ada soal dari mana asal kita, apa suku kita, apa agama kita, semua bersatu membaur. Inilah kekuatan sejati Provinsi Riau,” tegasnya.
Dengan semangat ini, Gubernur Wahid mengajak semua pihak menjaga keberagaman dan menjadikannya sebagai pondasi bersama untuk membangun Riau yang damai, inklusif, dan sejahtera. Rumah ibadah yang berdampingan bukan hanya mencerminkan kerukunan, tetapi juga menjadi simbol komitmen terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan kebhinekaan. (RK1)










