RiauKepri.com, PEKANBARU- Menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-43 Tingkat Provinsi Riau di Kabupaten Bengkalis, peringatan keras disampaikan kepada 170 orang dewan hakim dan panitera yang mengikuti kegiatan orientasi dan pembekalan.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Riau, H. Muliardi, menegaskan agar dewan hakim menjunjung tinggi integritas dan objektivitas dalam proses penilaian. Ia menolak adanya praktik titipan atau intervensi dalam perlombaan.
“Kita harapkan penilaian yang jujur, objektif, dan seadil-adilnya. Tidak ada titipan, tidak ada keberpihakan,” kata Muliardi, Jumat (27/6/2025).
Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Riau, Zulkifli Syukur, juga memperingatkan agar dewan hakim tetap profesional. Ia menegaskan bahwa dewan hakim merupakan milik bersama, bukan milik perwakilan daerah.
“Dewan hakim ini bukan milik satu daerah, melainkan milik Provinsi Riau. Kita ingin hasil terbaik,” ujarnya.
Ketua Harian LPTQ Riau, Zulhenri Rais, menambahkan bahwa tidak boleh ada perlakuan istimewa kepada peserta mana pun.
“Tidak ada istilah anak atau murid dalam penilaian. Semua peserta harus diperlakukan sama,” ucap Zuhendri.
Ketua Panitia Pelaksana, Sabrioda, melaporkan bahwa kegiatan orientasi ini diikuti oleh ketua majelis, anggota, panitera, serta hakim lampu dari seluruh cabang lomba. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menyamakan pemahaman dan menjaga kredibilitas pelaksanaan MTQ ke-43 di Kabupaten Bengkalis. (RK1)










