RiauKepri.com, PEKANBARU – Peringatan Hari Bhayangkara ke-79 di Riau dimanfaatkan Gubernur Abdul Wahid untuk menegaskan komitmen terhadap isu lingkungan. Ia menyatakan dukungan penuh terhadap konsep Green Policing yang digagas Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan.
Green Policing adalah pendekatan hukum berbasis lingkungan, mencakup pencegahan karhutla, penindakan perusakan alam, dan edukasi publik. Wahid menilai, langkah ini sejalan dengan program Pemprov, Green for Riau, yang fokus pada penurunan emisi karbon, pemberdayaan masyarakat, dan restorasi ekosistem.
“Kalau Polda punya Green Policing, kami punya Green for Riau,” ujar Wahid, Selasa (1/6/2025).
Kedua inisiatif ini dinilai saling melengkapi: Polri fokus pada penegakan hukum, Pemprov menggarap sisi sosial dan lingkungan.
Komitmen Wahid tak sebatas kata. Dalam 100 hari pertamanya, ia meluncurkan program Riau for Green, yang bahkan mendapat apresiasi UNEP dan diundang ke forum REDD+ di London, tanpa biaya dari APBD.
Riau sendiri memiliki peran vital dalam skema penurunan emisi global dengan 64% daratannya berupa lahan gambut.
“Jika dikelola baik, gambut bisa jadi solusi krisis iklim,” tegas Wahid.
Gubri juga membidik pendanaan global senilai USD 30 juta (Rp492 miliar) untuk mendukung restorasi dan pemberdayaan masyarakat.
Penutup Wahid tegas dan visioner:
“Keseimbangan manusia dan alam adalah kunci keberlanjutan masa depan.” (RK5)
Editor: Dana Asmara








