Menu

Otomatis
Breaking News

Riau

Di Balik Serangan ke PT SSL Siak, Polisi Cium Bau Duit dan Perintah Dari Dua Cukong

badge-check

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Asep Darmawan. Perbesar

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Asep Darmawan.

RiauKepri.com, PEKANBARU- Setelah hampir sebulan kerusuhan yang membakar pos keamanan dan rumah karyawan PT Seraya Sumber Lestari (SSL), Desa Tumang, Kabupaten Siak, kini polisi mencium aroma uang dan perintah dari dua orang cukong sawit.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Asep Darmawan, menyebutkan bahwa penyidikan kasus penyerangan ini semakin mengerucut ke aktor-aktor di belakang layar. Setelah menetapkan 13 tersangka awal, termasuk oknum kepala desa dan kepala dusun, penyidik kini menetapkan satu tersangka baru, berinisial AS.

“Ya, ada penambahan tersangka. Inisial AS. Berdasarkan keterangan para tersangka pelaku, mereka mengaku mendapat perintah dan dana dari cukong. Itu yang sekarang sedang kita buru,” ujar Asep, Rabu (9/7).

Siapa cukong yang dimaksud? Polisi belum mengungkap nama secara resmi, namun dua inisial telah diperiksa, YC dan A. Keduanya diduga memiliki kebun sawit ilegal di dalam konsesi Hutan Tanaman Industri (HTI) milik PT SSL, yang merupakan bagian dari area konsesi kayu akasia PT Arara Abadi (AAL), anak usaha grup besar kehutanan nasional.

“Lahan milik YC sekitar 150 hektare, sementara A menguasai sekitar 90 hektare di dua desa, 5 hektare di Tumang, dan 85 hektare di Marampan Hulu,” jelas Asep.

“Kita akan dalami untuk memastikan luas pastinya,” sambung Asep.

Penguasaan lahan oleh pemodal lokal atau “cukong” di kawasan HTI bukan fenomena baru. Namun keterlibatan mereka dalam menggerakkan massa untuk melakukan pembakaran, penjarahan, dan kekerasan fisik menjadi babak baru dalam konflik lahan di Riau yang sudah menahun.

Penyidik menduga aksi massa pada 11 Juni 2025 lalu bukanlah gerakan spontan masyarakat. Ada keterlibatan pihak luar yang memanaskan situasi, mengompori warga dengan narasi ketidakadilan, lalu menyusupkan kepentingan pribadi.

“Ini bukan hanya soal konflik lahan antara warga dan perusahaan. Ada aktor yang mengatur, membiayai, dan mungkin memprovokasi,” kata seorang sumber di internal kepolisian yang enggan disebutkan namanya.

Serangan yang terjadi saat fajar itu tidak hanya membakar pos keamanan dan lima rumah karyawan. Massa juga menjarah barang-barang pekerja dan memukul mundur aparat keamanan internal perusahaan. Sejumlah pekerja dilaporkan mengalami trauma dan mengungsi ke luar area perusahaan.

Sementara itu, proses hukum terhadap para pelaku lapangan terus berjalan. Namun warga sekitar mulai bertanya-tanya, apakah para dalang di balik layar benar-benar akan ditangkap? Atau akan kembali menghilang ke balik jaringan bisnis sawit yang selama ini tumbuh liar di celah lemahnya penegakan hukum? (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Sekotak Nasi untuk Pejuang Karhutla Siak, Siti Syarifah Turun ke Garis Depan

9 Sep 2026 - 10:56 WIB

Sekotak Nasi untuk Pejuang Karhutla Siak, Siti Syarifah Turun ke Garis Depan

Pemimpin Nyanyuk

5 Sep 2026 - 07:48 WIB

Pemimpin Nyanyuk

Bupati Afni Ikut KPPD Lemhannas Angkatan IV, Satu-satunya Kepala Daerah dari Riau

3 Sep 2026 - 10:21 WIB

Bupati Afni Ikut KPPD Lemhannas Angkatan IV, Satu-satunya Kepala Daerah dari Riau

Program BSP Peduli: Salurkan 20 Ribu Masker untuk Masyarakat

3 Sep 2026 - 09:08 WIB

Program BSP Peduli: Salurkan 20 Ribu Masker untuk Masyarakat

Lantik 83 Pejabat, Bupati Siak Afni: Jangan Cari Muka, Promosi Berdasarkan Kinerja

2 Sep 2026 - 08:48 WIB

Lantik 83 Pejabat, Bupati Siak Afni: Jangan Cari Muka, Promosi Berdasarkan Kinerja
Trending di Siak